Rapor Merah Pemkot Bekasi: Kota Layak Anak Cuma Angan-Angan?

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Kamil Syaikhu.

Juru bicara Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Kamil Syaikhu.

Poin Utama:

  • ​Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi secara resmi memberikan rapor merah terhadap LKPJ Pemkot Bekasi Tahun 2025.
  • ​Capaian indikator Kota Layak Anak sangat memprihatinkan karena hanya menyentuh angka 67,49 persen.
  • ​Buruknya integrasi lintas dinas dan minimnya sarana bermain anak menjadi faktor utama kegagalan Pemkot Bekasi.
  • ​DPRD mendesak Pemkot Bekasi untuk segera mengalokasikan anggaran khusus demi memperkuat Kelurahan dan Kecamatan Ramah Anak.

​Impian warga untuk memiliki lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang buah hatinya tampaknya masih jauh dari kenyataan.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Bekasi resmi memberikan rapor merah kepada Pemkot Bekasi terkait Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penilaian kritis ini dijatuhkan lantaran capaian indikator Kota Layak Anak di wilayah tersebut terpuruk dan jauh dari target yang diharapkan.

​Mengapa PKS Beri Rapor Merah LKPJ Pemkot Bekasi 2025?

​Fraksi PKS menyoroti kegagalan Pemkot Bekasi dalam merealisasikan komitmen perlindungan anak.

Berdasarkan data LKPJ 2025, capaian indikator utama pada aspek Kota Layak Anak terpaku di angka 67,49 persen, menjadikannya rapor paling buruk di antara indikator lainnya.

​”Namun demikian kami memandang masih terdapat persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian serius untuk dilakukan perbaikan kedepannya, khususnya catatan kritis terhadap Kota Layak Anak,” kata Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Kamil Syaikhu kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulis, dikutip Rabu (22/04/2026).

​Apa Penyebab Rendahnya Indikator Kota Layak Anak di Bekasi?

​Jebloknya angka 67,49 persen ini menempatkan indikator tersebut sebagai capaian terendah dibandingkan empat indikator utama LKPJ lainnya yang juga bernasib serupa (tidak tercapai).

Kamil juga mengungkapkan bahwa kegagalan ini berakar dari kelemahan struktural di internal pemerintahan.

​Berikut adalah beberapa faktor penyebab utama gagalnya program tersebut:

  • Ego Sektoral: Belum terintegrasinya program perlindungan anak lintas Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bekasi.
  • Krisis Fasilitas: Terbatasnya sarana publik, ruang bermain, dan ruang terbuka hijau yang benar-benar ramah anak di berbagai wilayah.
  • Apatisme Sosial: Belum optimalnya peran lingkungan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara aman.

​Bagaimana Solusi DPRD untuk Wujudkan Bekasi Ramah Anak?

​Pembangunan fisik gedung-gedung bertingkat di Kota Bekasi dinilai percuma jika pemerintah daerah abai dalam menyiapkan generasi masa depan.

Oleh karena itu, Fraksi PKS mendesak Pemkot Bekasi agar tidak melempar urusan perlindungan anak hanya sebagai beban dan tanggung jawab satu dinas saja. Wali Kota beserta jajarannya harus turun tangan langsung menyelaraskan visi ini.

​”Untuk itu, Fraksi PKS memberikan pandangan Pemerintah Daerah perlu menjadikan Kota Layak Anak sebagai prioritas lintas sektor,” kata Kamil.

​Lebih lanjut, Fraksi PKS juga mendesak penguatan status Kecamatan dan Kelurahan Ramah Anak di seluruh wilayah dengan indikator kinerja yang jelas.

Hal ini harus dibarengi dengan komitmen alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang memadai guna membangun fasilitas pendidikan yang aman dan ruang publik yang layak.

​Perbaikan serius dan berkelanjutan wajib segera dilakukan agar predikat Kota Layak Anak tidak sekadar menjadi kosmetik birokrasi dan jargon politik belaka. Anak-anak Kota Bekasi berhak mendapatkan ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan manusiawi.

Bagaimana pendapat Anda tentang fasilitas ruang bermain anak di lingkungan tempat tinggal Anda?

Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar agar Pemkot Bekasi segera berbenah! Baca juga berita pemerintahan dan politik terbaru lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Hobi Mutasi Pejabat, DPRD: Rakyat Butuh Solusi Banjir Bukan Gonta-ganti Kursi!
TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan
Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter
FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar
Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!
Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah
Ironi Hardiknas 2026, Wakil Ketua Komisi 4 Masih Temui Siswa Kelas 3 SD di Bekasi Belum Bisa Calistung
Dana RW 2026: DPRD Larang Copy-Paste 2025, Wajib Fokus Bank Sampah!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:30 WIB

Wali Kota Bekasi Hobi Mutasi Pejabat, DPRD: Rakyat Butuh Solusi Banjir Bukan Gonta-ganti Kursi!

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter

Senin, 4 Mei 2026 - 13:43 WIB

FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:10 WIB

Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x