Laporan Ular Masuk Rumah di Bekasi Melonjak, Disdamkarmat Evakuasi Hingga 7 Ekor per Hari

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdamkarmat Kota Bekasi mengevakuasi  Ular Sanca Batik berukuran 3 meter berat 8 Kilogram di Perumahan Graha Harapan Kelurahan Mustika jaya, Kecamatan Mustika jaya, Senin (23/07) malam.

Disdamkarmat Kota Bekasi mengevakuasi Ular Sanca Batik berukuran 3 meter berat 8 Kilogram di Perumahan Graha Harapan Kelurahan Mustika jaya, Kecamatan Mustika jaya, Senin (23/07) malam.

Memasuki puncak musim penghujan, frekuensi laporan ular liar yang masuk ke pemukiman di Kota Bekasi mengalami lonjakan signifikan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mencatat menerima lima hingga tujuh laporan permintaan evakuasi ular dari masyarakat setiap harinya.

Peningkatan laporan ini menunjukkan eskalasi konflik antara satwa liar dan manusia seiring dengan perubahan cuaca dan menyusutnya habitat alami.

Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Abi Hurairah, mengonfirmasi data tersebut. Menurutnya, angka ini merupakan cerminan dari aktivitas ular yang meningkat selama musim hujan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan rekapitulasi laporan harian, kami bisa menerima 5 sampai 7 permintaan untuk evakuasi ular. Ini adalah periode tersibuk kami untuk penanganan satwa liar,” ujar Abi kepada rakyatbekasi.com saat dikonfirmasi pada Minggu (10/08/2025).

Data Evakuasi dan Jenis Ular yang Paling Sering Dilaporkan

Berdasarkan data yang terhimpun, Disdamkarmat Kota Bekasi telah melakukan evakuasi sebanyak 507 ekor ular terhitung sejak awal tahun 2025 hingga Jumat, 8 Agustus 2025.

Jenis ular yang dievakuasi pun beragam, mulai dari yang tidak berbisa hingga yang memiliki bisa mematikan.

“Jenis ular yang kami evakuasi cukup bervariasi, namun yang paling sering dilaporkan adalah Ular Sanca (Piton) dan Ular Kobra. Untuk laporan Ular Kobra, dalam sepekan terakhir kami bisa menerima hingga dua laporan, ini yang paling kami waspadai karena bisanya yang berbahaya,” jelas Abi.

Faktor Pemicu: Musim Kawin dan Habitat yang Tergerus

Abi menjelaskan ada dua faktor utama yang menyebabkan ular semakin sering masuk ke area permukiman warga.

  1. Siklus Biologis: Musim hujan adalah waktu bagi ular untuk kawin dan bertelur. Induk ular akan menjadi lebih agresif dalam mencari makanan dan tempat yang hangat serta aman untuk meletakkan telurnya, dan rumah warga seringkali memenuhi kriteria tersebut.
  2. Hilangnya Habitat Alami: Pembangunan masif di wilayah perkotaan seperti Bekasi telah menggerus lahan terbuka hijau, rawa, dan kebun yang menjadi rumah bagi ular. “Dulu mereka hidup di alam terbuka, tapi sekarang lahannya semakin menipis akibat pembangunan perumahan dan gedung. Konsekuensinya, mereka terpaksa pindah ke pemukiman warga untuk bertahan hidup,” tambahnya.

Imbauan Keras: Jangan Ambil Risiko, Segera Hubungi Profesional

Melihat tingginya potensi bahaya, Abi Hurairah memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak mencoba menangani ular sendiri tanpa memiliki keahlian khusus.

“Keahlian khusus sangat diperlukan. Jangan mencoba menangani sendiri, terutama jika tidak bisa membedakan mana ular berbisa dan mana yang tidak. Risikonya sangat fatal,” tegasnya. “Jika menemukan ular sanca mungkin masih bisa ditangani bersama dengan hati-hati, tapi jika itu kobra, serahkan sepenuhnya pada kami.”

Jika menemukan ular, langkah yang harus diambil adalah:

  • Tetap Tenang: Jangan panik atau membuat gerakan tiba-tiba yang bisa memprovokasi ular.
  • Jaga Jarak Aman: Mundur perlahan dan pastikan ada jarak yang cukup antara Anda dengan ular.
  • Amankan Lokasi: Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari area tersebut.
  • Segera Lapor: Hubungi petugas Disdamkarmat untuk penanganan yang aman dan profesional.

Ular yang berhasil dievakuasi akan ditampung sementara sebelum diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang lebih sesuai.

Tim Rescue Disdamkarmat Kota Bekasi siaga 24 jam untuk merespons laporan masyarakat. Untuk permintaan evakuasi ular atau kondisi darurat lainnya, hubungi:

  • Call Center: 112
  • Kontak Langsung Disdamkarmat: 021-88957805

“Jangan ragu melapor. Respons time kami cepat untuk segera menangani setiap permasalahan yang dilaporkan masyarakat,” tutup Abi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vidya Abimata Gelar Kelas Pendidikan Inklusif bagi Anak Putus Sekolah di Bekasi Utara
Masjid Agung Al Barkah Gelar Zikir Nisfu Syaban dan Isra Mi’raj Bersama Wali Kota Bekasi
Dinkes Kota Bekasi Pastikan 82 SPPG Penuhi Standar Laik Higienis
Dishub Terapkan Contraflow Urai Kemacetan di Bundaran Summarecon Bekasi
Pengembang CBD Kranggan Mulai Perbaiki Jalan Longsor di Jatisampurna
Disdagperin Pantau Ketat Harga Sembako di Pasar Tradisional Kota Bekasi
Gelar PERSAMI, YPI Assahaqiyah Pondokmelati Bentuk Karakter Mandiri Siswa
Pemkot Bekasi Siapkan Rp500 Miliar untuk Pembebasan Lahan PLTSa Sumurbatu

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:56 WIB

Vidya Abimata Gelar Kelas Pendidikan Inklusif bagi Anak Putus Sekolah di Bekasi Utara

Senin, 2 Februari 2026 - 15:09 WIB

Masjid Agung Al Barkah Gelar Zikir Nisfu Syaban dan Isra Mi’raj Bersama Wali Kota Bekasi

Senin, 2 Februari 2026 - 14:42 WIB

Dinkes Kota Bekasi Pastikan 82 SPPG Penuhi Standar Laik Higienis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:18 WIB

Dishub Terapkan Contraflow Urai Kemacetan di Bundaran Summarecon Bekasi

Senin, 2 Februari 2026 - 11:49 WIB

Disdagperin Pantau Ketat Harga Sembako di Pasar Tradisional Kota Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca