Menjamur! 31 Lapangan Padel di Bekasi Jadi Potensi Pajak Hiburan Baru

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas olahraga Padel yang kini tengah digandrungi masyarakat dan resmi menjadi objek pajak baru Pemerintah Kota Bekasi mulai akhir tahun 2025.

Ilustrasi aktivitas olahraga Padel yang kini tengah digandrungi masyarakat dan resmi menjadi objek pajak baru Pemerintah Kota Bekasi mulai akhir tahun 2025.

Poin Utama:

  • Jumlah Lapangan: 31 titik lapangan padel terdata di Kota Bekasi per akhir Februari 2026.
  • Status Wajib Pajak: Baru 10 lapangan resmi terdaftar sebagai wajib pajak, 2 dalam proses, dan 15 telah beroperasi.
  • Potensi Anggaran: Termasuk kategori pajak hiburan (10%-40%) dengan setoran bervariasi antara Rp2 juta – Rp5 juta per bulan per pengelola.
  • Lokasi & Instansi: Tersebar di berbagai wilayah Kota Bekasi, diawasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat guna mendongkrak PAD.

BEKASI – Tren olahraga padel kini tengah digandrungi oleh masyarakat luas, tak terkecuali di Kota Bekasi. Seiring dengan tingginya minat warga, keberadaan lapangan olahraga asal Meksiko ini tumbuh pesat di berbagai sudut kota.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi mencatat setidaknya ada 31 titik lapangan padel yang tersebar di wilayah per awal tahun 2026.

​Data tersebut dihimpun berdasarkan jumlah lapangan yang saat ini telah mengantongi izin operasional resmi dari Pemerintah Daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan fasilitas olahraga yang merata dari kawasan Pondokgede, Jatisampurna, hingga Rawalumbu ini mulai dilirik oleh pemerintah sebagai salah satu potensi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.

​Tren Pertumbuhan Lapangan yang Pesat

​Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pendapatan Bapenda Kota Bekasi, Agustinus Prakoso, membeberkan dinamika pertumbuhan fasilitas olahraga ini. Pada akhir Januari 2026, jumlah lapangan padel yang terdata baru mencapai 23 titik.

​”Namun dalam kurun waktu satu bulan, jumlah tersebut bertambah menjadi 31 titik, atau naik hampir 10 lapangan dari jumlah awal pelaporan. Dari total 31 titik tersebut, sebanyak 15 lapangan di antaranya telah beroperasi penuh (running). Sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan maupun persiapan operasional,” ucap Agustinus kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan resminya, Kamis (26/02/2026).

​Mayoritas Belum Resmi Menjadi Wajib Pajak

​Meski pertumbuhannya terbilang masif, Bapenda menyoroti kepatuhan administrasi dari para pengelola.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa belum seluruh fasilitas ini resmi terdaftar sebagai sektor wajib pajak (WP).

​Dari 23 lapangan yang terdata pada bulan lalu, awalnya baru 8 tempat yang sah berstatus wajib pajak.

“Kini, jumlah tersebut bertambah perlahan menjadi 10 lapangan, dan yang sedang dalam proses perizinan akan meningkat menjadi 12 titik,” tuturnya.

​Klasifikasi Pajak Hiburan dan Kontribusi ke Kas Daerah

​Secara regulasi, lapangan padel masuk ke dalam kategori pajak hiburan. Agustinus menjelaskan bahwa besaran pajak yang dikenakan cukup bervariasi, berkisar antara 10 persen, 20 persen, 30 persen, hingga 40 persen.

Hal ini disesuaikan dengan klasifikasi usaha, fasilitas tambahan yang ditawarkan, dan regulasi daerah yang mengikat.

​Terkait nilai setoran, Bapenda mencatat angka yang beragam. Sejauh ini, nominal pajak yang dibayarkan oleh pengelola lapangan padel berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan, bergantung pada total omzet harian dan klasifikasi tempat usaha tersebut.

​Menguji Stabilitas Tren Padel: FOMO atau Investasi Jangka Panjang?

​Di sisi lain, instansi pemerintah terus menganalisis fenomena menjamurnya lapangan padel.

Bapenda, kata dia, bersikap hati-hati dalam memproyeksikan target penerimaan pajak jangka panjang dari sektor ini.

​”Setelah kami cermati dan lihat sebagai potensi wajib pajak baru, kami perlu membuktikan apakah usaha lapangan padel ini hanya fenomena sesaat (FOMO) atau tidak. Stabilitas tren inilah yang nanti akan menentukan di angka berapa mereka secara konsisten mampu membayar kewajiban pajaknya,” katanya seraya menambahkan.

​Pemerintah Daerah yang dinaungi oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, memastikan akan terus melakukan pengawasan serta pengendalian pendapatan secara berkala.

Bapenda juga aktif mendorong para pengusaha yang belum melengkapi dokumen agar segera mengurus perizinan dan kewajiban perpajakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

​Dengan pertumbuhan yang signifikan dalam dua bulan terakhir, sektor hiburan olahraga padel dinilai sangat menjanjikan untuk menjadi salah satu pilar penyumbang baru bagi PAD Kota Bekasi di sepanjang tahun 2026.

Apakah Anda termasuk penggemar olahraga padel yang sedang tren ini? Bagikan tanggapan Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini untuk terus mengikuti perkembangan ekonomi dan fasilitas olahraga terbaru di Kota Bekasi!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027
753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta
Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta
Pemkot Bekasi Prioritaskan Pembangunan Pos Damkar Bekasi Timur pada 2027
Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total
Wali Kota Bekasi Resmi Ambil Alih Aset Perumda Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Siap Ditingkatkan
Debit Kali Bekasi Susut, Wali Kota Tri Adhianto Imbau Warga Hemat Air
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:28 WIB

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:14 WIB

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:19 WIB

Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta

Senin, 20 Juli 2026 - 15:37 WIB

Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan tahap konstruksi fisik proyek Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi di Eks Gedung Dinas Kesehatan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/07/2026). Bangunan ini tengah melalui tahap re-desain agar lebih modern dan inklusif.

Bekasi

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:07 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, saat memberikan keterangan terkait lonjakan realisasi pencairan dana hibah Program Lingkar RW Beken yang kini telah dinikmati oleh 267 RW di Kota Bekasi, Selasa (21/07/2026).

Bekasi

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:14 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x