Meta Umumkan Bakal Banjiri Konten Politik di Instagram dan Threads

- Jurnalis

Senin, 13 Januari 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aplikasi Threads dan Instagram. (Foto: Getty images)

Aplikasi Threads dan Instagram. (Foto: Getty images)

Perusahaan induk Instagram dan Threads, Meta, mengumumkan kebijakan baru yang akan memungkinkan lebih banyak konten politik dari akun yang tidak diikuti pengguna muncul di platform mereka.

Langkah ini, yang disebut sebagai bagian dari fokus baru Meta terhadap “kebebasan berekspresi,” langsung menuai pro dan kontra.

Apa yang Berubah?

Meta memutuskan untuk menampilkan lebih banyak unggahan tentang politik dan isu sosial di Instagram dan Threads, termasuk dari akun yang tidak diikuti pengguna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini diterapkan pertama kali di Amerika Serikat pekan ini, dengan rencana ekspansi global dalam waktu dekat.

Perubahan ini juga diiringi dengan penghapusan pemeriksa fakta pada platform Meta, sebuah langkah yang diklaim memungkinkan pengguna lebih bebas berekspresi.

“Kami berharap ini akan membantu menciptakan lebih banyak ruang untuk diskusi yang terbuka dan inklusif,” kata Adam Mosseri, kepala Instagram dan Threads, dalam pernyataan resminya dikutip dari BBC, Senin (13/01/2025).

Kontroversi dan Kekhawatiran

Namun, kebijakan ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, terutama soal potensi penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian.

Drew Benvie, CEO Battenhall, menyebut langkah ini sebagai “pintu terbuka untuk disinformasi.” Ia menilai perubahan ini lebih didorong oleh kebutuhan Meta untuk meningkatkan keterlibatan pengguna ketimbang menjaga integritas platform.

“Ini bisa menjadi tantangan besar bagi pengguna, terutama dengan lebih dari 2 miliar orang yang mengandalkan platform Meta,” ujarnya.

Di sisi lain, Brooke Erin Duffy, profesor komunikasi di Cornell University, memperingatkan dampak negatif bagi kelompok minoritas.

Ia khawatir kebijakan ini akan memperbesar peluang penyebaran ujaran kebencian yang ditargetkan kepada komunitas rentan seperti LGBTQ+, perempuan, dan kelompok etnis minoritas.

Reaksi Pengguna

Di media sosial, pengguna Threads dan Instagram merespons kebijakan ini dengan beragam reaksi.

Beberapa memuji langkah ini sebagai upaya memperluas kebebasan berekspresi, sementara lainnya mengkritik keputusan tersebut sebagai ancaman bagi kenyamanan pengguna.

“Sudah saatnya kita bicara lebih terbuka, termasuk tentang isu sosial dan politik,” tulis seorang pengguna Instagram.

Namun, banyak pengguna menyatakan ketidakpuasan. “Threads bukan tempat untuk konten politik seperti ini. Saya akan uninstall jika kebijakan ini diterapkan,” ujar seorang pengguna Threads.

Dampak pada Platform

Keputusan ini juga dapat memengaruhi dinamika platform media sosial secara keseluruhan.

Beberapa ahli memprediksi pengguna akan mulai beralih ke platform lain seperti Bluesky yang dianggap lebih aman dan bebas dari konten politik.

Di sisi lain, Mosseri mengakui bahwa perubahan ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan permintaan pengguna, meskipun ia mengakui sulitnya menarik garis tegas antara konten politik dan non-politik.

Langkah Meta membuka lebih banyak ruang untuk konten politik di Instagram dan Threads dapat mengubah cara pengguna berinteraksi dengan platform ini.

Namun, tantangan utama adalah bagaimana Meta memastikan kebijakan ini tidak menjadi celah bagi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, atau konten ekstrem lainnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB
Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang
Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari
Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen
Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar
Jalan ‘Aspal’ Berbahan Baku Ban Bekas: Inovasi Infrastruktur Masa Depan
Awas Karyawan Minimarket Bisa Punah! Robot Canggih Asal China Ini Siap Gantikan Tugas Kasir Sepenuhnya
PLN Cetak Rekor: Proyek Elektrifikasi ECRL Malaysia Rampung Lebih Awal dari Target!

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:56 WIB

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang

Kamis, 16 April 2026 - 04:36 WIB

Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari

Senin, 13 April 2026 - 18:34 WIB

Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 20:14 WIB

Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, memberikan keterangan pers usai meninjau langsung progres evakuasi pasca-kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/04/2026). (Foto: RakyatBekasi.com)

Nasional

Tinjau Lokasi Kecelakaan, AHY Minta Recovery KRL Dipercepat

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:21 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca