Minim Tenaga Medis jadi Pemicu Dua Puskesmas di Jatisampurna Belum Beroperasi sejak 2024

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Jatiraden (kec.jatisampurna).

Puskesmas Jatiraden (kec.jatisampurna).

Bekasi, Rakyatbekasi.com – Harapan ratusan ribu warga di Kecamatan Jatisampurna untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat harus tertunda. Dua gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) baru di Kelurahan Jatirangga dan Jatiraden yang telah rampung dibangun sejak Desember 2024, hingga kini belum juga beroperasi.

​Menanggapi keluhan warga, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa kendala utama yang menyebabkan dua fasilitas kesehatan tersebut mangkrak selama hampir satu tahun adalah minimnya ketersediaan tenaga medis (SDM).

Jawaban Pemkot: Krisis Tenaga Medis Jadi Kendala Utama

​Saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi pada Senin (03/11/2025), Tri Adhianto menyatakan telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk segera mencari solusi. Namun, ia menekankan bahwa persoalan pengisian SDM tidaklah sederhana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Nanti kita persiapkan. Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan agar sesegera mungkin (mengisi SDM). Karena persoalannya tidak sesederhana itu,” ujar Tri.

​Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi saat ini masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan tenaga medis yang mumpuni untuk mengoperasikan fasilitas kesehatan baru secara penuh.

Puskesmas Jatirangga (Kec. Jatisampurna).

​”Kita masih sangat memerlukan (tenaga medis), sehingga nanti ada kemungkinan kita bentuk sebagai Puskesmas Pembantu terlebih dahulu. Dengan begitu, secara operasional bisa kita optimalkan secara bertahap,” sambungnya.

Jeritan Warga: Akses Kesehatan Jauh dan Mendesak

​Di sisi lain, warga yang telah menanti hampir setahun merasa kecewa. Penantian panjang ini memaksa mereka untuk terus menempuh jarak yang jauh demi mendapatkan layanan kesehatan dasar.

​”Kami sudah menunggu hampir setahun. Bangunannya sudah jadi, kok tidak kunjung beroperasi? Ini sangat mendesak, terutama ketika ada keluarga yang sakit,” keluh Sarmili, salah seorang warga Jatirangga, Jumat (31/10/2025).

​Saat ini, warga Jatirangga dan Jatiraden masih harus bergantung pada Puskesmas di kelurahan tetangga seperti Jatisampurna, Jatikarya, dan Jatiranggon, atau ke RSUD Tipe D Jatisampurna. Jarak tempuh yang bisa mencapai 3 hingga 5 kilometer, ditambah kondisi lalu lintas yang padat, menjadi rintangan besar, khususnya dalam situasi darurat.

​”Setiap ada yang sakit, kami harus ke Jatisampurna atau Jatiranggon. Jauh dan macet. Kalau ada yang darurat, bisa-bisa terlambat,” tambah Sarmili dengan nada cemas.

Target Operasional Sebelum Akhir Tahun

​Meski menghadapi kendala SDM, Tri Adhianto memberikan target waktu agar kedua puskesmas tersebut dapat mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat sebelum pergantian tahun.

​”Targetnya sebelum akhir tahun lah. Kita usahakan sebelum akhir tahun (sudah bisa beroperasi). Nanti kita akan sesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk ketersediaan peralatan dan juga SDM-nya,” tegasnya.

​Warga pun berharap janji ini dapat terealisasi. Mereka mendesak agar Pemkot Bekasi dan Dinas Kesehatan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut benar-benar berfungsi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Apakah Anda salah satu warga yang terdampak? Bagaimana seharusnya solusi yang ideal untuk mengatasi masalah ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x