BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan PT Mitra Patriot (PTMP) tengah merencanakan sebuah langkah besar untuk memodernisasi angkutan umum perkotaan (angkot).
Rencana ini bertujuan mengubah sistem angkot konvensional menjadi transportasi publik berbasis aplikasi, serupa dengan program JakLingko yang sukses di DKI Jakarta.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kondisi angkot yang dinilai sudah tidak layak dan kurang nyaman, serta untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peremajaan Angkot: Dari Kejar Setoran ke Sistem Gaji
Direktur PTMP, David Rahardja, menyatakan bahwa kemitraan dengan Dishub Kota Bekasi akan berfokus pada peremajaan dan relokasi angkot.
Salah satu poin krusial dari modernisasi ini adalah perubahan sistem kerja para sopir.
”Jadi, nanti sistemnya ini para sopir angkot tidak lagi kejar setoran,” jelas David di Gedung Plaza Pemkot Bekasi. “Sistemnya nanti seperti di Jakarta, seperti JakLingko. Berapapun mereka narik bisa dibayar melalui sistem gaji.”
Sistem ini diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan sopir yang ‘ngetem’ atau ‘kejar setoran’ yang sering menjadi penyebab utama kemacetan di beberapa titik.
Dengan gaji tetap, fokus sopir akan bergeser dari mencari penumpang sebanyak-banyaknya menjadi memberikan pelayanan yang aman dan nyaman.
Selain perubahan sistem kerja, peremajaan angkot juga akan menyentuh aspek kenyamanan.
“Kalau sekarang kan berkesan kurang layak, seperti tidak ada pendingin AC, panas, dan lainnya. Kalau nanti kan kita berharap bisa jadi lebih bagus, ada AC. Jadi, peminatnya pun lebih banyak,” tambah David.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan DPRD
Usulan untuk memodernisasi angkot ini datang dari Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, yang telah melihat langsung kondisi angkot yang jauh dari kata layak.
Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menjelaskan bahwa DPRD telah memanggil Dishub dan pihak-pihak terkait untuk membahas solusi transportasi modern yang ramah lingkungan dan terintegrasi.
”Kita fokus di angkutan kota. Pemerintah Kota Bekasi harus memiliki satu moda transportasi modern yang ramah lingkungan,” ujar Latu.
Ia menambahkan, modernisasi yang dimaksud adalah angkutan umum yang terintegrasi dan berbasis aplikasi dengan sistem Buy The Service (BTS) melalui subsidi pemerintah daerah.
Konsep ini memungkinkan pemerintah membeli layanan dari operator angkutan, sehingga rute dan jadwal lebih teratur tanpa harus mengandalkan kejar setoran.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, juga menyambut baik usulan ini, meskipun menekankan perlunya kajian mendalam.
“Untuk yang transformasi angkot tentu harus kita lihat terkait dengan supply and demand yang ada. Tentu, ini adalah bagian dari evaluasi bagi Pemerintah Daerah,” kata Tri.
Ia juga menyoroti perlunya kerja sama dengan pihak swasta, seperti pengelola mal, untuk mendukung tarif parkir yang lebih rendah bagi pengguna transportasi publik guna mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
Studi Tiru dari JakLingko DKI dan Wara-Wiri Surabaya
David Rahardja dan Latu Har Hary sepakat bahwa Kota Bekasi tidak perlu malu untuk meniru keberhasilan daerah lain. Program JakLingko DKI Jakarta dan Wara-Wiri Surabaya disebut sebagai contoh nyata yang layak dijadikan acuan.
Kedua program ini telah membuktikan bahwa transportasi publik yang terintegrasi dan modern dapat meningkatkan minat masyarakat.
”Kalau memang Wali Kota Bekasi itu serius untuk bisa merubah transportasi berbasis aplikasi di Kota Bekasi, kita punya rujukan secara feasibility study melalui program JakLingko milik Pemprov DKI Jakarta ataupun Wara-Wiri milik Pemkot Surabaya,” tutur Latu.
Latu berharap, jika pembahasan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) berjalan lancar, implementasi angkutan perkotaan modernisasi ini bisa terwujud paling cepat pada tahun 2026.
Masa Depan Transportasi Publik Bekasi
Transformasi angkot berbasis aplikasi di Bekasi diharapkan menjadi solusi komprehensif untuk masalah transportasi.
Selain mengurangi kemacetan, proyek ini juga bertujuan untuk menciptakan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Dengan komitmen dari Dishub, PTMP, Pemerintah Kota, dan dukungan dari DPRD, masa depan transportasi publik di Bekasi terlihat semakin cerah, memberikan harapan baru bagi jutaan warga yang bergantung pada angkutan umum setiap hari.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan transportasi publik di Kota Bekasi, terus ikuti berita-berita terbaru di situs kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































