BEKASI – Menyusul kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru di SMPN 13 Kota Bekasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengimbau seluruh tenaga pendidik dan staf sekolah untuk meningkatkan kepekaan terhadap keluhan dan informasi sekecil apa pun dari para siswa.
Himbauan ini menjadi refleksi penting guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Kasus yang menimpa seorang siswa di SMPN 13 dengan pelaku guru olahraga berinisial J, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, menjadi momentum bagi Disdik untuk mendorong perbaikan sistem pengawasan di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pentingnya Intuisi dan Pencegahan Dini dari Pimpinan Sekolah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, menekankan bahwa semua pihak, termasuk kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK), harus lebih proaktif dalam membina siswa.
“Jangan menganggap remeh ataupun abaikan keluhan informasi apapun dari siswa,” tegas Alexander saat ditemui di kantornya pada Kamis, (28/08/2025).
Menurutnya, maju tidaknya suatu organisasi sangat bergantung pada kepemimpinannya. Seorang pimpinan sekolah harus memiliki intuisi dan kepekaan tinggi untuk mengantisipasi potensi masalah yang mungkin terjadi.
“Seharusnya kan ada pencegahan, ada semacam antisipasi. Kejadian musibah seperti itu sudah banyak terjadi, seharusnya seorang pimpinan punya intuisi,” jelas Alexander.
Ia menambahkan, kepala sekolah sebagai garda terdepan diharapkan mampu meredam setiap potensi yang bisa berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.
Peningkatan Pembinaan Menyeluruh di Seluruh Sekolah
Sebagai langkah konkret, Alexander menyebutkan bahwa pihak Pemerintah Kota Bekasi, di bawah arahan langsung Plt Wali Kota, akan melakukan pembinaan yang lebih luas, tidak hanya di SMPN 13. Pembinaan ini akan menyasar seluruh sekolah menengah pertama di Kota Bekasi untuk memastikan setiap institusi pendidikan memiliki standar pencegahan yang kuat.
”Kami tidak ingin peristiwa itu terjadi lagi. Nanti akan kita jadwalkan, dan Pak Wali Kota akan melakukan pembinaan. Karena kita prihatin, apalagi anak SMP yang jadi korbannya,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih serius dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, di mana setiap keluhan siswa didengar dan ditanggapi dengan serius. Ke depan, peran guru dan pimpinan sekolah sebagai pelindung dan pembimbing siswa akan semakin dioptimalkan.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































