Pasca-Pilkada 2024, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Rawat Demokrasi

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, (tengah) saat berdiskusi dengan kelompok mahasiswa di Institut Stiami Kota Bekasi, Selasa (30/09/2025).

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, (tengah) saat berdiskusi dengan kelompok mahasiswa di Institut Stiami Kota Bekasi, Selasa (30/09/2025).

Bawaslu Kota Bekasi Rawat Demokrasi

Bekasi – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah usai, namun tugas merawat demokrasi terus berlanjut. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi kini mengambil langkah proaktif dengan menggandeng kalangan mahasiswa dan pelajar untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

Melalui program “Bawaslu Goes to Campus and School,” lembaga pengawas pemilu ini akan secara rutin mengunjungi institusi pendidikan di Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya adalah untuk menanamkan pemahaman dan kesadaran politik sejak dini, serta memastikan semangat demokrasi tidak padam pasca-pesta politik.

“Ini adalah upaya menumbuhkan semangat nasionalisme generasi muda dalam merawat demokrasi pasca-Pilkada 2024, sekaligus sebagai ikhtiar untuk menekan angka Golput pada Pemilu mendatang,” tegas Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, kepada jurnalis rakyatbekasi.com saat berdiskusi dengan kelompok mahasiswa di Institut Stiami Kota Bekasi, Selasa (30/09/2025).

Menggandeng Generasi Muda sebagai Kontrol Sosial

Jhonny Sitorus menekankan bahwa setelah kontestasi elektoral berakhir, peran pengawasan tidak berhenti.

Mahasiswa, sebagai kelompok intelektual, dipandang memiliki posisi strategis untuk bertindak sebagai agen kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

​”Sikap kritis mahasiswa dan generasi muda merupakan kekuatan baru yang sangat vital dalam mengawal jalannya pemerintahan,” kata Jhonny.

Menurutnya, mahasiswa memiliki daya nalar dan kepekaan untuk menganalisis kebijakan publik.

Suara kritis mereka dapat menjadi pendorong lahirnya kebijakan yang lebih pro-rakyat dan solutif terhadap permasalahan kota.

Dari Ruang Diskusi ke Isu Publik yang Konkret

​Lebih lanjut, Jhonny mendorong mahasiswa untuk tidak ragu menyuarakan aspirasi terkait isu-isu faktual yang dihadapi masyarakat Kota Bekasi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • ​Penanganan banjir yang komprehensif.
  • ​Solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
  • ​Optimalisasi sistem pengelolaan sampah.

Pemerintah Diharap Tidak “Baper”

Jhonny juga menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah agar memiliki keterbukaan dalam menerima masukan.

“Sudah saatnya pemerintah tak ‘baper’ (terbawa perasaan) dalam menerima sikap kritis yang konstruktif dari kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Dialog yang sehat antara pemerintah dan kaum muda, kata dia, diyakini akan mempercepat pembangunan kota.

Sambutan Positif dari Kalangan Mahasiswa

Inisiatif Bawaslu ini disambut baik oleh organisasi eksternal mahasiswa. Ketua Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Institut Stiami, Rakaditya Andi Ryotama, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan program mereka.

​”Kami di GMNI sudah rutin menggelar kegiatan diskusi bertema marhaenisme bersama kalangan mahasiswa dengan latar belakang beragam. Kami berupaya menonjolkan sikap inklusif supaya lebih dekat mendengar kegelisahan di kalangan masyarakat,” jelas Rakaditya.

​Kolaborasi antara Bawaslu dan organisasi kemahasiswaan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem demokrasi yang lebih sehat dan partisipatif di Kota Bekasi, di mana generasi muda tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek aktif dalam politik.

Bawaslu Kota Bekasi membuka peluang kolaborasi dengan kampus dan organisasi kemahasiswaan lain yang memiliki visi serupa dalam penguatan literasi politik dan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arus Balik di Terminal Induk Bekasi Terpantau Mulai Melonjak
Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran 2026: Dishub Kota Bekasi Perpanjang Durasi Lampu Hijau arah Jakarta
Awas Ditolak RS! Disdukcapil Ultimatum Pendatang Baru Wajib Tertib Adminduk
Modal Nekat Minggir! Wali Kota Bekasi Ultimatum Pendatang Baru Punya Skill Mumpuni
Awas Macet Horor saat Arus Balik! Pemkot Bekasi Terapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas
Jangan Tua di Jalan! Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sentil Jadwal Kepulangan Pemudik
Darurat Sampah Cikiwul: Akses TPST Bantargebang Ditutup, DPRD Kota Bekasi Desak Solusi Segera Jelang Lebaran
Tembus Rp200 Ribu/Kg! Daging Kerbau di Bekasi Utara Jadi Incaran Warga Demi Tradisi Semur Lebaran 1447 H

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 13:14 WIB

Arus Balik di Terminal Induk Bekasi Terpantau Mulai Melonjak

Senin, 23 Maret 2026 - 10:32 WIB

Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran 2026: Dishub Kota Bekasi Perpanjang Durasi Lampu Hijau arah Jakarta

Senin, 23 Maret 2026 - 09:02 WIB

Awas Ditolak RS! Disdukcapil Ultimatum Pendatang Baru Wajib Tertib Adminduk

Minggu, 22 Maret 2026 - 09:09 WIB

Awas Macet Horor saat Arus Balik! Pemkot Bekasi Terapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:53 WIB

Jangan Tua di Jalan! Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sentil Jadwal Kepulangan Pemudik

Berita Terbaru

Nasional

72 Tahun GMNI: Awas Aktivis Terjebak Pragmatisme Penguasa!

Senin, 23 Mar 2026 - 19:05 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca