Penertiban Bangunan Liar Jelang Porprov Jabar 2026: KNPI Kota Bekasi Desak Pendekatan Humanis bagi Pelaku UMKM

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Fakta Kejadian: Penertiban bangunan liar berdampak langsung pada pelaku UMKM yang kehilangan tempat usaha tanpa sempat menyelamatkan barang dagangan.
  • Lokasi Penertiban: Kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, sebagai bagian dari penataan tata ruang daerah.
  • Target Waktu: Persiapan dan penataan infrastruktur menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) 2026.
  • Aksi Sosial: DPD KNPI Kota Bekasi menyalurkan bantuan moril dan materiil, serta mendesak adanya skema relokasi yang jelas dari pemerintah.

BEKASI – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) 2026, Pemerintah Kota Bekasi terus mematangkan kesiapan daerah, salah satunya melalui penataan kawasan kota.

Namun, langkah penertiban bangunan liar di kawasan Bekasi Timur pada Rabu (25/02/2026) menyisakan tantangan besar bagi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

​Merespons situasi tersebut, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Bekasi turun langsung ke lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka hadir untuk memberikan bantuan dan pendampingan moral kepada para pedagang kecil yang terdampak langsung oleh alat berat.

​Nasib Pilu “Emak Aktivis” di Tengah Penataan Kota

​Salah satu potret nyata dari dampak sosial penertiban ini dialami oleh seorang pedagang kecil yang akrab disapa “Emak Aktivis”.

Ironisnya, saat pembongkaran berlangsung, ia kebetulan sedang tidak berada di lokasi usahanya.

​Kehilangan Mata Pencaharian Secara Mendadak

​Setibanya di lokasi, Emak Aktivis mendapati warung beserta seluruh barang dagangannya telah rata dengan tanah.

Tanpa sempat menyelamatkan aset-aset usahanya, ia kini untuk sementara waktu tidak dapat kembali berdagang dan kehilangan mata pencaharian utamanya.

​Ketua DPD KNPI Kota Bekasi, Syahril, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya bukan untuk menolak program tata ruang dari Wali Kota Bekasi dan jajarannya.

Langkah ini menurutnyabmurni sebagai bentuk kepedulian sosial dan advokasi kemanusiaan.

​”Kami memahami penataan kota adalah bagian dari kesiapan daerah menyambut Porprov. Namun, dalam setiap kebijakan, dampak sosial harus menjadi perhatian utama,” ungkap Syahril saat meninjau lokasi penertiban.

​KNPI Soroti Absennya Dinas Koperasi dan UMKM

​Kondisi di lapangan membuka celah evaluasi terhadap proses penertiban yang dinilai masih minim pendekatan komprehensif, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

DPD KNPI secara terbuka mengkritik belum terlihatnya peran aktif Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi dalam mengawal nasib para pahlawan ekonomi daerah tersebut.

​Tuntutan Pendataan dan Skema Relokasi yang Jelas

​Hingga proses pembongkaran usai, para pedagang mengaku belum mendapatkan pendataan, validasi, apalagi kepastian mengenai skema relokasi usaha dari pemerintah.

​“Kami melihat Dinas Koperasi dan UMKM belum hadir secara konkret dalam situasi ini. Karena itu, kami mendorong agar ke depan dinas terkait lebih proaktif sebelum penertiban dilakukan,” tegas Syahril.

​Ia merinci langkah preventif yang semestinya dilakukan, yakni pendataan yang akurat, komunikasi persuasif, serta penyediaan lokasi relokasi atau integrasi ke dalam program pembinaan UMKM.

“Jangan sampai pelaku usaha kehilangan mata pencaharian tanpa arah yang jelas,” tambahnya.

​Menyeimbangkan Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi

​Menurut Syahril, legitimasi sosial dari sebuah program penataan kota akan jauh lebih kuat jika dibarengi dengan mitigasi dampak ekonomi yang terencana.

Penertiban memang menjadi kewenangan pemerintah, tetapi pemberdayaan ekonomi rakyat adalah tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan. Kedua hal ini, tegasnya, harus berjalan seimbang.

​Kunjungan kepemudaan ini ditutup dengan penyerahan bantuan langsung kepada Emak Aktivis, yang menjadi simbol nyata solidaritas pemuda Kota Bekasi terhadap masyarakat kecil di tengah pesatnya laju pembangunan.

Mari kawal terus kebijakan yang pro-rakyat! Bagikan artikel ini untuk mendukung pemberdayaan UMKM di Kota Bekasi.

Jika Anda melihat kejadian serupa di lingkungan Anda—baik itu di sekitar Rawalumbu, Jatisampurna, hingga Pondokgede—jangan ragu untuk menyuarakan pentingnya pendekatan yang humanis bagi para pedagang kecil.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!
400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?
Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta
Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung
Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya
Gali Potensi PAD, Bapenda Kota Bekasi Bidik Pajak Hiburan Arena Olahraga
Trauma Tragedi Cimuning: Warga Desak Wali Kota Bekasi Audit SPBE Mustikasari yang Diduga Tanpa SLF
Amankan 371 Ha Aset TKD, Pemkot Bekasi Tunggu Tanda Tangan KDM

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:55 WIB

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!

Jumat, 24 April 2026 - 13:04 WIB

400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?

Jumat, 24 April 2026 - 11:32 WIB

Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 11:04 WIB

Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung

Kamis, 23 April 2026 - 15:46 WIB

Gali Potensi PAD, Bapenda Kota Bekasi Bidik Pajak Hiburan Arena Olahraga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca