Rencana WFH ASN Pemkot Bekasi Tuai Sorotan, Komisi I: Pastikan Pelayanan Publik Tidak Terganggu

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda.

BEKASI, RakyatBekasi.Com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyoroti serius rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Komisi 1 DPRD Kota Bekasi meminta jaminan bahwa penyesuaian sistem kerja ini tidak akan mengganggu efektivitas kinerja dan, yang terpenting, kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Rencana ini bergulir setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan kebijakan WFH bagi para pegawainya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut diambil sebagai salah satu strategi untuk menekan biaya operasional sekaligus mencari pola kerja yang lebih efisien menjelang tahun anggaran baru 2026.

Prioritas Utama: Pelayanan Publik Wajib Maksimal

​Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, menegaskan bahwa ada beberapa catatan krusial yang harus diperhatikan Pemkot Bekasi secara detail agar pelayanan publik tetap berjalan maksimal.

​”Ketika WFH ini benar mau diterapkan di Kota Bekasi, pastikan bahwa pegawai yang mendapatkan ruang WFH itu tetap melakukan kerja-kerjanya. Bukan berarti WFH itu libur di rumah atau santai-santai di rumah,” tegas Rizki melalui keterangannya, Senin (03/11/2025).

​Ia menekankan bahwa WFH tidak boleh menjadi alasan menurunnya produktivitas ASN.

Pergeseran Fokus: Kinerja Berbasis Hasil, Bukan Sekadar Absensi

Lebih lanjut, Rizki menuntut adanya pergeseran paradigma dalam mengukur kinerja ASN yang menjalani WFH.

Menurutnya, sistem harus beralih dari sekadar pelaporan kehadiran (absensi) menjadi pelaporan hasil kerja (output) yang jelas dan terukur.

​”Pihaknya (Pemkot) harus dapat memberikan kepastian bagi seluruh Aparatur Pemerintah, di manapun tempat para pegawai bekerja,” ujarnya.

WFH Harus Memiliki Output Jelas

​Rizki mengkritik jika sistem WFH hanya berfokus pada absensi tanpa hasil yang konkret.

​”Harus ada output atau ada hasil yang dia kerjakan selama hari itu secara laporannya. Jadi harus jelas, kerja itu berbasis hasil, bukan hanya sekedar berbasis absensi atau kehadiran semata. Kalau (absen) tapi gak ada yang dikerjain, gak ada hasilnya, buat apa?” kritiknya.

Tuntutan untuk BKPSDM: Rumuskan Mekanisme Terbaik

​Rizki melanjutkan, substansi dari gagasan WFH adalah bagaimana ASN Pemkot Bekasi bisa bekerja secara efisien dan fleksibel, namun tetap akuntabel.

​”Maka substansi dari WFH ini adalah bagaimana seefektif mungkin kita melakukan proses kerja-kerja di Pemerintahan. Justru, yang menjadi catatan adalah ketika sudah bekerja dari rumah, tetapi laporan kinerjanya tidak selesai,” imbuhnya.

​Oleh karena itu, Komisi 1 secara khusus meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi untuk segera merumuskan mekanisme terbaik.

​”Kita akan memantau persis proses itu, baik dari sisi kajian hari ini maupun mekanisme pada pelaksanaannya nanti,” kata Rizki.

​”Karena, jangan sampai dalam proses pelayanan yang berhubungan dengan masyarakat secara umum, terganggu karena proses WFH. Dan itu yang harus ditekankan sekali lagi untuk bisa benar-benar dikawal,” tandasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih WTP BPK, Pemkot Bekasi Malah Catat 20 Temuan Kebocoran PAD!
Tata Kelola Awut-awutan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Bangun Pasar Mandiri
Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual Masuk Babak Penentuan
Target PAD 2025 Meleset! Banggar DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Benahi Bapenda dan Evaluasi APBD
DPRD Kota Bekasi Usulkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual
BK Soroti Absennya Tiga Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi saat Rapat Paripurna
Sikap ‘Baper’ Gubsu Bobby Nasution Tinggalkan Paripurna Dinilai Lecehkan Rakyat Sumut
Infrastruktur jadi Sorotan Reses, Ketua DPRD Kota Bekasi Janji Percepat Pembenahan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:20 WIB

Raih WTP BPK, Pemkot Bekasi Malah Catat 20 Temuan Kebocoran PAD!

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:10 WIB

Tata Kelola Awut-awutan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Bangun Pasar Mandiri

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:40 WIB

Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual Masuk Babak Penentuan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Target PAD 2025 Meleset! Banggar DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Benahi Bapenda dan Evaluasi APBD

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:25 WIB

DPRD Kota Bekasi Usulkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

Berita Terbaru

Yuk kunjungi Booth MyPertamina di Hall 6 Booth 6B ICE BSD City untuk merasakan langsung ekosistem energi digital masa depan.

Ekstra

Inovasi Energi Pertamina Patra Niaga Pukau GIIAS 2026

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:49 WIB

Tangkapan layar Surat Undangan Resmi Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas yang ditandatangani oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, untuk agenda pelantikan pada Kamis (30/07/2026) di Aula H. Nonon Sonthanie, Gedung Pemkot Bekasi.

Bekasi

Siapa Pilihan Wali Kota Bekasi untuk 3 Kursi Eselon II?

Rabu, 29 Jul 2026 - 19:01 WIB

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, saat memaparkan temuan BPK terkait indikasi kebocoran PAD dan tata kelola aset daerah dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (23/07/2026). (Foto: RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

Raih WTP BPK, Pemkot Bekasi Malah Catat 20 Temuan Kebocoran PAD!

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:20 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x