Poin Utama:
- Aset: Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perumahan Kemang Pratama resmi diserahkan ke Pemkot Bekasi.
- Pengelola: Perumda Tirta Patriot akan memegang kendali operasional penuh.
- Volume: Sebanyak 3.800 sambungan pelanggan akan terdampak kebijakan ini.
- Target: Operasional penuh ditargetkan mulai 1 Januari 2026.
BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi secara resmi menerima penyerahan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari pengembang Perumahan Kemang Pratama. Langkah strategis ini memastikan bahwa distribusi air bersih bagi ribuan warga di kawasan elit tersebut nantinya akan dikelola penuh oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perumda Tirta Patriot.
Penyerahan ini menandai babak baru dalam integrasi layanan utilitas publik dari pihak swasta ke pemerintah daerah, guna menjamin ketersediaan air bersih yang terstandarisasi bagi masyarakat.
Komitmen Pemkot Bekasi Ambil Alih Aset Utilitas Pengembang
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyerahan aset SPAM ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengapresiasi langkah pengembang Kemang Pratama yang kooperatif dalam menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) tersebut.
Dalam pidatonya saat Apel Pagi di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (08/12/2025), Tri Adhianto menjelaskan bahwa SPAM Kemang Pratama bukan satu-satunya aset yang telah diambil alih.
Sebelumnya, sejumlah kawasan perumahan besar lainnya juga telah menyerahkan pengelolaan air bersihnya kepada pemerintah.
”Karena itu memang tugas pemerintah dan tanggung jawab PDAM untuk kemudian mengelola. Summarecon selesai, Vida sudah selesai, Pondok Hijau selesai. Hari ini Kemang Pratama, dan selanjutnya masih ada Pekerjaan Rumah (PR) terkait dengan Grand Kamala Lagoon yang hari ini masih menggunakan air permukaan, serta Citra Grand,” ujar Tri Adhianto.
Potensi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Lebih lanjut, Tri menekankan bahwa pengambilalihan pengelolaan air bersih ini memiliki dua dimensi penting: peningkatan pelayanan publik dan potensi ekonomi daerah.
Dengan bertambahnya jangkauan layanan Perumda Tirta Patriot, diharapkan ada kontribusi positif terhadap pendapatan daerah.
”Tugas Pemerintah Daerah adalah bagaimana mengedepankan pelayanan, terutama kepada masyarakat terkait dengan pengelolaan air yang sudah dimiliki,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Di satu sisi bertambahnya sambungan dan pelayanan, tentu bertambah pula aspek pendapatan. Sehingga nanti harusnya semakin besar kontribusi terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi dari sektor pengelolaan air bersih.”
Perumda Tirta Patriot Siap Layani 3.800 Pelanggan Baru
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi, menyatakan kesiapannya untuk mengoperasikan SPAM Kemang Pratama.
Saat ini, pihaknya tengah menunggu proses administrasi berupa Surat Keputusan (SK) Wali Kota atau Kepwal terkait penugasan resmi pengelolaan tersebut.
Ali menjelaskan bahwa potensi pelanggan di kawasan tersebut cukup signifikan dan membutuhkan penanganan teknis yang matang.
”Jadi kurang lebih ada 3.800 pelanggan yang hari ini ada di SPAM Kemang Pratama. Nanti baru dilanjutkan dengan Kepwal penugasan pengelolaan dari Pemerintah Kota Bekasi ke Perumda Tirta Patriot,” jelas Ali saat ditemui di lokasi yang sama.
Target Operasional Penuh Januari 2026
Terkait linimasa transisi, Perumda Tirta Patriot menargetkan pengambilalihan operasional secara penuh pada awal tahun depan. Ali menyebutkan bahwa setelah Kepwal diterbitkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak pengembang untuk proses cut off data dan teknis.
”Rencananya, bilamana Kepwal tersebut sudah dilakukan, maka secara otomatis Perumda Tirta Patriot akan mengundang pihak Kemang Pratama untuk persiapan cut off per 1 Januari 2026 mendatang,” ungkapnya.
Kajian Teknis Sumber Air Baku
Menyoal teknis distribusi air, Ali memaparkan bahwa pihaknya akan melakukan kajian mendalam mengenai infrastruktur existing.
Opsi yang tersedia adalah tetap menggunakan fasilitas produksi yang sudah ada di Kemang Pratama atau mengintegrasikannya dengan jaringan pipa dari wilayah terdekat, seperti Rawalumbu.
”Nanti kita masuk dan akan diopsionalkan menggunakan aliran apa yang paling terdekat. Masih kajian teknis. Artinya, dari kondisi existing kira-kira nanti yang pas seperti apa. Kalau sementara yang kami dengar kan bahwa dari Rawalumbu ada, tapi Kemang juga ada produksi sendiri. Secara teknis kita akan putuskan apabila Kepwal penugasannya sudah keluar,” pungkas Ali.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air bersih yang diterima warga Kemang Pratama, sekaligus memperluas cakupan layanan air bersih perpipaan di Kota Bekasi.
Ingin mendapatkan informasi terbaru seputar layanan publik dan pembangunan di Kota Bekasi? Pantau terus update beritanya hanya di portal berita kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































