Tinjau Longsor Hutan Bambu Tanpa Tindak Lanjut, DPRD Kota Bekasi Pertanyakan Kinerja Disparbud

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi terkini pinggiran Kali Bekasi di area Hutan Bambu, RW 26 Kelurahan Margahayu, yang mengalami longsor hingga menghanyutkan saung wisata, Kamis (12/02/2026).

Kondisi terkini pinggiran Kali Bekasi di area Hutan Bambu, RW 26 Kelurahan Margahayu, yang mengalami longsor hingga menghanyutkan saung wisata, Kamis (12/02/2026).

Poin Utama:

  • Lokasi Terdampak: Kawasan Wisata Hutan Bambu, RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
  • Penyebab Longsor: Tergerus imbas pengosongan debit air dari aliran Kali Bekasi.
  • Sikap DPRD: Komisi 4 mendesak Pemkot Bekasi segera melakukan tindakan darurat pemulihan aset publik.
  • Tanggapan Pemkot: Wali Kota Bekasi tengah mengevaluasi laporan kerusakan mengingat lokasi berada di garis sempadan sungai.

Komisi 4 DPRD Kota Bekasi menyayangkan lambannya langkah rekonsiliasi dan perbaikan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) pascabencana longsor yang menerjang kawasan wisata Hutan Bambu di RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Kerusakan fasilitas publik ini diketahui terjadi akibat imbas pengosongan air dari Kali Bekasi beberapa hari yang lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa DPRD Kota Bekasi Kritik Kinerja Disparbud di Hutan Bambu?

​Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, Wildan Faturrahman, menilai lambannya penanganan dari instansi terkait sangat mengecewakan.

Meskipun pihak Disparbud telah meninjau lokasi bencana, hingga kini belum ada progres perbaikan yang nyata di lapangan.

​”Peninjauan sudah dilakukan, tapi tanpa tindak lanjut yang jelas justru mengecewakan warga,” kata Wildan Faturrahman kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Jumat (20/02/2026).

​Politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak Pemkot Bekasi agar segera mengambil langkah darurat dan tidak mengabaikan tugas pemeliharaan aset publik.

Wildan juga menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi dalam waktu dekat guna menyerap aspirasi warga terdampak secara langsung.

​Kapan Disparbud Kota Bekasi Meninjau Lokasi Longsor?

​Pihak Disparbud melalui Kepala Bidang Kepariwisataan, Budiman, sebenarnya telah melakukan peninjauan ke Hutan Bambu Margahayu pada Kamis (12/02/2026) pekan lalu.

Namun, peninjauan tersebut dirasa hanya sebatas mendata kerusakan fisik tanpa disertai arahan penanganan darurat lanjutan kepada warga pengelola.

​Ketua RW 26 Kelurahan Margahayu, Sanem, mengeluhkan tidak adanya komunikasi yang konkrit dari dinas terkait.

Dirinya bingung lantaran Disparbud belum memberikan instruksi teknis, misalnya terkait pembuatan berita acara pengajuan perbaikan.

​Wisata Hutan Bambu sendiri merupakan destinasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pertama yang berlokasi strategis di jantung Kota Bekasi. Oleh karena itu, pengurus dan warga setempat sangat mendesak adanya pemulihan segera.

​Apa Tanggapan Wali Kota Bekasi Terkait Longsor Hutan Bambu?

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengaku belum menerima laporan komprehensif dari instansi teknis mengenai tingkat kerusakan di kawasan wisata Hutan Bambu.

Tri Adhianto menyoroti bahwa secara tata ruang, keberadaan bangunan di bantaran sungai memang memiliki kerentanan dan risiko tinggi terhadap bencana alam.

​Meskipun demikian, Pemkot Bekasi berjanji akan mencoba mencari jalan keluar terbaik pascabencana tersebut. Berikut adalah beberapa catatan evaluasi dari Pemkot Bekasi terkait insiden ini:

  • Posisi Geografis: Lokasi fasilitas wisata berada tepat di garis badan sungai (sempadan Kali Bekasi).
  • Aturan Tata Ruang: Regulasi sejatinya melarang adanya pembangunan permanen di area bantaran sungai guna mencegah risiko erosi dan longsor.
  • Tindak Lanjut: Pemkot Bekasi akan melakukan kajian mendalam untuk merumuskan solusi yang tidak melanggar aturan sepadan sungai sekaligus mengakomodir kegiatan warga.

​Sementara itu, Ketua Zona 1 Pengurus Wisata Hutan Bambu, Emar Maryasi, sangat menantikan uluran tangan dan kebijakan strategis dari Wali Kota Bekasi.

Warga berharap pemimpin daerah tersebut turun tangan langsung memulihkan kawasan wisata yang dahulu juga sering dikunjunginya kala masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi.

Perbaikan dan pemulihan infrastruktur di kawasan wisata Hutan Bambu kini menunggu langkah konkret dan ketegasan dari Pemkot Bekasi.

Sinergi antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif sangat dibutuhkan agar destinasi wisata kebanggaan warga Bekasi Timur ini dapat kembali tertata dan beroperasi dengan aman.

Punya keluhan terkait fasilitas publik atau infrastruktur yang rusak di lingkungan Anda? Laporkan segera ke kanal aduan resmi Pemkot Bekasi atau bagikan informasi Anda kepada redaksi RakyatBekasi.Com agar segera mendapat perhatian publik!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belanja Pegawai Kota Bekasi Masih Bengkak, Fraksi PDIP Desak Langkah Agresif Genjot PAD
Sabar! Dana Hibah Rp100 Juta per RW Kota Bekasi Disandera Audit BPK
Rapor Merah Pemkot Bekasi: Kota Layak Anak Cuma Angan-Angan?
PAD Jeblok! DPRD Sentil Pemkot Bekasi Lewat 267 Rekomendasi
Modus ASN Bekasi Nakal Sulap Plat Merah Jadi Hitam, DPRD Desak Sanksi Tegas!
Viral! Biskita Transpatriot Bekasi Keluarkan Asap Pekat, DPRD Siap Panggil PO Sinar Jaya
Biskita Transpatriot Ngebul, DPRD Semprot Dishub Bekasi!
Sinergis dengan WFH Pemkot Bekasi, DPRD Tiadakan Rapat Setiap Jumat

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:50 WIB

Belanja Pegawai Kota Bekasi Masih Bengkak, Fraksi PDIP Desak Langkah Agresif Genjot PAD

Rabu, 22 April 2026 - 17:27 WIB

Sabar! Dana Hibah Rp100 Juta per RW Kota Bekasi Disandera Audit BPK

Rabu, 22 April 2026 - 12:28 WIB

Rapor Merah Pemkot Bekasi: Kota Layak Anak Cuma Angan-Angan?

Senin, 20 April 2026 - 18:29 WIB

PAD Jeblok! DPRD Sentil Pemkot Bekasi Lewat 267 Rekomendasi

Senin, 20 April 2026 - 14:46 WIB

Modus ASN Bekasi Nakal Sulap Plat Merah Jadi Hitam, DPRD Desak Sanksi Tegas!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca