TPS Liar Pasar Kranji Tutupi Jalan Dikeluhkan Warga, DLH Kota Bekasi Panggil PT ABB dan Sepakati Solusi Tegas

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Menindaklanjuti keluhan masyarakat di media sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama pengelola Pasar Kranji, PT. ABB, pada Selasa (04/11/2025).

​Rapat ini digelar untuk mencari solusi permanen atas masalah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di area Pasar Kranji yang kian meresahkan.

​Rapat yang berlangsung di ruang rapat Lantai 2 Gedung Teknis Bersama (GTB) Kecamatan Rawalumbu ini dipicu oleh laporan warga yang masuk melalui kanal media sosial Wali Kota Bekasi pada 1 November 2025. Laporan tersebut menyoroti tumpukan sampah liar yang masif hingga sempat menutupi akses jalan di sekitar pasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Akar Masalah: Kapasitas TPS Tak Memadai dan Minim Pengawasan

​Dalam rapat koordinasi tersebut, teridentifikasi dua penyebab utama yang memicu timbulnya TPS liar di Pasar Kranji.

​Berdasarkan hasil pembahasan, diketahui bahwa akar masalahnya adalah belum tersedianya TPS permanen di dalam area pasar dengan kapasitas yang memadai untuk menampung seluruh volume sampah yang dihasilkan.

​Selain itu, diperparah dengan belum adanya petugas dan alat monitoring khusus di lokasi. Akibatnya, banyak pihak luar yang tidak bertanggung jawab turut membuang sampah di area tersebut, sehingga tumpukan semakin tidak terkendali.

​Langkah Penanganan DLH di Tengah Keterbatasan

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penanganan sebelum rapat koordinasi ini digelar.

​“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Selama ini, DLH telah melakukan pengangkutan sampah rutin menggunakan tiga armada setiap hari di lokasi tersebut,” ujar Kiswatiningsih.

​Ia juga menambahkan bahwa DLH telah melaksanakan kegiatan pembersihan besar-besaran (clean up) sebanyak tiga kali dalam enam bulan terakhir, yakni pada 12 Oktober, 19 Oktober, dan 2 November 2025.

​Namun, Kiswatiningsih juga mengakui adanya keterbatasan operasional yang dihadapi, terutama terkait proses perapihan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang memengaruhi ritme pengangkutan.

​Solusi Konkret: PT. ABB Bangun TPS Baru dan Pasang CCTV

​Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan dan langkah konkret yang wajib dilaksanakan oleh pihak pengelola pasar, PT. ABB, dalam waktu dekat.

​1. Pembangunan TPS Baru yang Layak

​PT. ABB berkomitmen untuk segera membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) baru di dalam area pasar. TPS ini dirancang harus memiliki kapasitas yang mampu menampung seluruh volume sampah pasar. Pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu ke depan.

​2. Penutupan Lokasi Liar dan Penjagaan

​Sembari menunggu TPS baru siap, PT. ABB akan segera menutup total akses ke lokasi tumpukan sampah liar yang ada saat ini. Mereka juga akan menempatkan petugas pengawas (security) khusus di titik tersebut untuk mencegah pihak luar membuang sampah sembarangan.

​3. Pemasangan CCTV

​Untuk pengawasan jangka panjang, PT. ABB diwajibkan memasang CCTV di beberapa lokasi strategis. Kamera pengawas ini bertujuan untuk memonitor area dan membantu mengidentifikasi oknum yang masih nekat membuang sampah secara liar.

​Sementara itu, DLH Kota Bekasi juga berkomitmen akan melakukan pembersihan total tumpukan sampah liar yang tersisa dalam waktu tiga hari ke depan.

​DLH mengimbau masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung pasar, untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang nantinya telah disediakan.

Apa langkah lain yang menurut Anda efektif untuk mengatasi masalah sampah liar di kawasan pasar? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL
Jelang Kontrak Berakhir, DPRD Bekasi Didesak Investigasi Dampak Ekologis TPST Bantargebang
Transformasi Digital Pendidikan Disambut Positif, DPRD Kota Bekasi Minta Sekolah Rawat Smartboard dan Siapkan SDM
Komisi I DPRD Ingatkan Kebijakan WFH ASN Pemkot Bekasi Tak Picu Kecemburuan Sosial
Penghematan Baru 10 Persen, DPRD Desak Pemkot Bekasi Perluas Efisiensi Anggaran
Bekasi City Fashion Movement 2025 Resmi Dibuka, Panggung Megah bagi Kreativitas Fashion Lokal dan UMKM

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 15:39 WIB

DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik

Senin, 24 November 2025 - 12:10 WIB

DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang

Minggu, 23 November 2025 - 13:43 WIB

Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL

Jumat, 21 November 2025 - 09:39 WIB

Jelang Kontrak Berakhir, DPRD Bekasi Didesak Investigasi Dampak Ekologis TPST Bantargebang

Jumat, 21 November 2025 - 08:58 WIB

Transformasi Digital Pendidikan Disambut Positif, DPRD Kota Bekasi Minta Sekolah Rawat Smartboard dan Siapkan SDM

Berita Terbaru

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary.

Parlementaria

DPRD Tagih Komitmen Wali Kota Bekasi Soal Modernisasi Angkot

Rabu, 11 Feb 2026 - 11:07 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca