KOTA BEKASI – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya viral foto Dirut PDAM Tirta Patriot (Perumda Tirta Patriot) yang tampak tertidur di tengah agenda rapat bersama DPRD Kota Bekasi. Namun, alih-alih menyudutkan sang Direktur Utama, narasi publik kini berbalik arah.
Masyarakat dan pengamat kebijakan justru mempertanyakan integritas dan etika dari oknum anggota dewan yang diduga kuat merekam serta menyebarkan momen tersebut dari dalam ruang rapat yang bersifat resmi dan terbatas.
Rapat Tertutup dan Privasi Forum
Peristiwa tersebut terjadi dalam agenda rapat Panitia Khusus (Pansus) 8 DPRD Kota Bekasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan ini bukanlah rapat terbuka untuk umum, melainkan forum terbatas yang hanya dihadiri oleh:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Anggota Pansus 8 DPRD Kota Bekasi.
- Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Bekasi, Innayatullah.
- Jajaran Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Bekasi.
Mengingat sifat rapat yang tertutup dan akses ruangan yang terbatas, muncul dugaan kuat bahwa perekam dan penyebar foto adalah peserta rapat itu sendiri. Hal ini memicu spekulasi liar mengenai adanya “musuh dalam selimut” yang sengaja ingin menjatuhkan kredibilitas pimpinan BUMD tersebut.
Dugaan Pelanggaran Etik dan “Tingkah Usil” Wakil Rakyat
Tindakan penyebaran foto ini dinilai bukan sekadar iseng, melainkan sebuah pelanggaran etika serius. Publik mendesak agar Badan Kehormatan (BK) DPRD segera turun tangan menyikapi tingkah “usil” oknum wakil rakyat tersebut.
Tindakan memotret rekan kerja atau mitra kerja dalam kondisi yang tidak menguntungkan di forum resmi, lalu menyebarkannya tanpa izin, dianggap berpotensi menimbulkan kegaduhan politik yang tidak produktif di Kota Bekasi.
Pengamat: Foto Diambil Saat Jam Istirahat?
Sorotan tajam datang dari diskusi di kalangan pengamat kebijakan publik dan politik dalam Grup Marhaen. Salah satu tokoh dalam grup tersebut menilai bahwa substansi masalah bukan pada “tidurnya” sang Dirut, melainkan pada motif di balik penyebarannya.
“Tidur itu manusiawi. Yang jadi soal, saya dengar ada anggota fraksi yang tidak segaris lalu share ke luar. Padahal, informasinya foto ini malah diambil saat jam istirahat,” ujar sumber tersebut.
Ia menambahkan, narasi yang dibangun seolah-olah menyesatkan publik. Momen istirahat dipelintir menjadi ketidakprofesionalan saat rapat berlangsung.
“Momen ini seakan benar, tapi juga lucu. Masa ada rapat dengan wakil rakyat, lalu dipelintir seolah semua tidur di depan publik?” lanjutnya.
Kritik Pedas: “Gagalnya Bimtek DPRD”
Lebih jauh, tindakan membocorkan dokumentasi internal ini dinilai meruntuhkan martabat lembaga legislatif. Sumber tersebut bahkan melontarkan kritik yang sangat pedas terhadap kualitas oknum anggota dewan yang terlibat.
“Percayalah, oknum dewan seperti ini adalah wakil rakyat yang tidak pernah merasa jadi rakyat. Saya yakin akan dihukum oleh sanksi sosial rakyat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti efektivitas Bimbingan Teknis (Bimtek) yang selama ini diikuti oleh para legislator.
“Dengan peristiwa ini, Bimtek DPRD seolah gagal melahirkan dewan yang bermartabat. Saya minta Dewan Kehormatan memproses ini. Kok bisa ada dewan, wakil rakyat yang bertindak seceroboh dan ‘segoblok’ ini?” pungkasnya dengan nada tinggi.
Ancaman Terhadap Harmonisasi Eksekutif-Legislatif
Terlepas dari polemik apakah benar Dirut PDAM tertidur saat rapat atau saat istirahat, fokus utama yang harus diusut tuntas adalah pelaku penyebaran foto tersebut.
Penting untuk mengungkap siapa yang merekam, atas izin siapa foto itu disebar, dan apakah ada motif politik terselubung di baliknya. Jika praktik saling menjatuhkan melalui “bocoran” foto ini dibiarkan, hal tersebut dikhawatirkan akan merusak harmonisasi hubungan antara legislatif dan eksekutif yang seharusnya bersinergi membangun Kota Bekasi.
Bagaimana pendapat Anda mengenai etika pejabat publik yang menyebarkan foto mitra kerjanya di media sosial? Apakah Badan Kehormatan perlu memberikan sanksi tegas? Sampaikan komentar Anda di bawah ini.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































