Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan kepada seluruh Aparatur Pemerintah Daerah untuk tidak lagi melakukan pengelompokan golongan dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
Pernyataan ini disampaikan agar tidak terjadi perpecahan yang mengatasnamakan kelompok A atau kelompok B.
“Ke depan jangan ada lagi kelompok-kelompok yang mengatasnamakan ini kelompoknya Wali Kota, ini kelompoknya Wakil Wali Kota. Tidak boleh terjadi lagi,” ucap Harris melalui keterangannya kepada rakyatbekasi.com, dikutip Rabu (26/02/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harris menekankan bahwa seluruh jajaran harus bersatu sebagai satu kesatuan demi mencapai cita-cita bersama.
“Kita harus sama, satu tubuh, satu ikatan. Sehingga, insyaallah dengan demikian apa yang menjadi cita-cita bersama akan tercapai,” sambungnya.
Menurut Harris, dengan adanya kesatuan dan kebersamaan, setiap program yang telah dirancang dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Keputusan yang diambil bukan hanya berasal dari Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe, tetapi merupakan hasil dari koordinasi dengan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
“Segala keputusan yang kami ambil didasarkan pada informasi yang kami peroleh dari seluruh ASN maupun OPD. Dengan begitu, kebijakan yang diterapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Dengan sikap ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Harris Bobihoe berharap agar seluruh ASN dan OPD dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme, sehingga Kota Bekasi dapat terus maju dan berkembang.