Wali Kota Bekasi Serahkan SPPT PBB-P2 2026, Genjot PAD untuk Layanan Kesehatan

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyerahkan secara simbolis SPPT PBB-P2 Tahun 2026 kepada perwakilan Camat dan Lurah di Balai Patriot, Senin (09/02/2026).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyerahkan secara simbolis SPPT PBB-P2 Tahun 2026 kepada perwakilan Camat dan Lurah di Balai Patriot, Senin (09/02/2026).

Poin Utama:

  • Waktu Pelaksanaan: Senin, 9 Februari 2026, menandai dimulainya siklus pajak tahun berjalan.
  • Fokus Anggaran: Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai infrastruktur dan jaminan kesehatan (UHC).
  • Prestasi: Pemkot Bekasi menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Madya.
  • Strategi Kesehatan: Peserta UHC yang dibiayai APBD diarahkan untuk memaksimalkan layanan di Puskesmas guna efisiensi.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi memulai siklus pemungutan pajak daerah tahun 2026 dengan menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Balai Patriot, Komplek Kantor Wali Kota, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (09/02/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Tujuan Percepatan Penyerahan SPPT PBB-P2 2026?

​Langkah cepat Pemkot Bekasi mendistribusikan SPPT di awal Februari bertujuan mengamankan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak dini. Dalam agenda yang berlangsung di sela-sela Apel Pagi Gabungan tersebut, Tri Adhianto menekankan bahwa kepatuhan pajak masyarakat adalah tulang punggung pembangunan daerah.

​”Dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut akan dikembalikan lagi dalam bentuk pembangunan berkelanjutan dan peningkatan layanan publik, termasuk di sektor kesehatan,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui usai acara di Balai Patriot, Senin (09/02/2026).

​Penyerahan simbolis ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi para Camat dan Lurah—termasuk wilayah dengan capaian tinggi seperti di Rawalumbu atau Medansatria jika merujuk tren tahun lalu—serta wajib pajak yang patuh memenuhi kewajiban pada tahun anggaran 2025.

​Bagaimana Dampak Pajak Terhadap Layanan Kesehatan Warga?

​Korelasi antara pajak dan kesehatan menjadi sorotan utama, mengingat Tri Adhianto baru saja menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award kategori Madya dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI.

Penghargaan ini menegaskan komitmen Pemkot Bekasi dalam menjamin akses kesehatan warga meski di tengah himpitan tantangan fiskal.

​Menurut Tri, pajak yang dibayarkan warga berkontribusi langsung pada kemampuan daerah membiayai premi BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu (PBI APBD).

​“Penghargaan ini (UHC) telah diserahkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan kepada Wakil Wali Kota sebagai perwakilan kepala daerah. Hal ini menegaskan komitmen kami untuk mempertahankan capaian UHC, meskipun terdapat tantangan dan tekanan anggaran. Pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

​Apa Strategi Pemkot Bekasi Mengelola Anggaran UHC?

​Untuk menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Kota Bekasi di tengah tekanan anggaran, Pemkot Bekasi menerapkan strategi efisiensi.

Mas Tri sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan BPJS Kesehatan terkait rujukan berjenjang.

​Strategi utamanya meliputi:

  • ​Mengarahkan peserta UHC yang dibiayai APBD untuk memaksimalkan layanan dasar di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 12 kecamatan.
  • ​Memastikan rujukan ke rumah sakit hanya dilakukan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan penanganan lanjut.
  • ​Memperketat validasi data kepesertaan agar tepat sasaran.

​Dengan diserahkannya SPPT PBB-P2 ini, warga Kota Bekasi diimbau untuk segera melakukan pembayaran pajak sebelum jatuh tempo guna menghindari denda administrasi.

Pembayaran kini dapat dilakukan melalui berbagai kanal digital maupun loket pembayaran resmi yang telah bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Mari Jadi Warga Bijak, Taat Pajak! Pastikan SPPT Anda sudah diterima melalui pengurus RT/RW setempat atau cek secara online. Kontribusi Anda adalah nafas pembangunan Kota Bekasi.

Visited 77 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:56 WIB

Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x