Lembaga Studi Visi Nusantara Maju (LS Vinus Maju) Bekasi Raya merilis hasil survei kinerja 100 hari pertama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe dalam memimpin pemerintahan Kota Bekasi.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi, namun sejumlah pekerjaan rumah (PR) masih menjadi perhatian utama masyarakat.
72% Warga Puas dengan Kinerja 100 Hari Pemerintahan
Survei dilakukan pada 11–15 Juni 2025 menggunakan metode wawancara langsung kepada 800 responden yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bekasi. Survei ini memiliki margin of error ±4% dan tingkat kepercayaan 95%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 72,02%, sementara responden yang menyatakan tidak puas sebesar 27,98%.
Hal ini menandakan bahwa mayoritas warga memberi “lampu hijau” terhadap gaya kepemimpinan kepala daerah saat ini.
Tingkat Keyakinan Publik: Cukup Positif Namun Masih Variatif
Survei juga memotret tingkat keyakinan masyarakat terhadap kepemimpinan Pemkot Bekasi dalam membawa perubahan yang lebih baik:
- Cukup yakin: 33,12%
- Sangat yakin: 15,75%
- Kurang yakin: 11,12%
- Tidak yakin: 9,37%
- Tidak tahu / tidak menjawab: 30,64%
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar warga optimistis, masih terdapat segmen signifikan yang belum sepenuhnya yakin terhadap arah pembangunan kota.
Pendidikan, Kesehatan, dan Bahan Pokok Jadi Prioritas Publik
Direktur LS Vinus Maju, Yusfitriadi, menyampaikan bahwa kepuasan publik yang tinggi tidak serta-merta menutupi sejumlah aspirasi mendasar dari masyarakat.
Ia menekankan bahwa pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, seperti akses pendidikan, layanan kesehatan, dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok, menjadi isu prioritas yang harus ditangani pemerintah daerah secara serius.
“Kebutuhan dasar itu meliputi pendidikan, kesehatan, dan harga bahan makanan pokok. Tiga hal ini yang menurut warga, pemerintah harus hadir langsung,” ujar Yusfitriadi saat ditemui di Bekasi Barat, Kamis (19/06/2025).
Menurutnya, pemenuhan hak dasar tidak bisa dilepaskan dari dukungan infrastruktur publik yang memadai, baik dalam bentuk fasilitas kesehatan dan pendidikan, maupun sistem distribusi bahan pokok yang efisien dan merata.
“Kebutuhan warga tidak hanya seputar sekolah atau berobat ringan. Persoalan ekonomi dan fasilitas publik juga menyertainya. Tidak mungkin kita bicara pembangunan tanpa memastikan pemenuhan hak dasar terlebih dahulu,” lanjutnya.
Menyongsong Kinerja Berkelanjutan 200 Hari ke Depan
Dengan tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi di 100 hari kerja pertama, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kinerja dan menjawab isu prioritas yang disuarakan publik.
Isu seperti akses layanan dasar dan penguatan daya beli masyarakat akan menjadi kunci dalam menentukan keberlanjutan kepercayaan warga terhadap kepemimpinan Tri–Harris.
Berikut hasil survey lengkap 100 Hari Kinerja Wali Kota Bekasi;
Pantau terus program kerja Pemkot Bekasi dan ikut sampaikan aspirasi Anda melalui rakyatbekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































