Poin Utama:
- 75 Negara Masuk Daftar Hitam: Amerika Serikat membatasi akses visa bagi 75 negara, termasuk kekuatan sepak bola seperti Brasil, Uruguay, dan Maroko.
- Aturan Suporter vs Pemain: Pemain dan staf tim mendapatkan pengecualian khusus, namun suporter harus melewati persyaratan imigrasi yang sangat ketat dan berlapis.
- Ancaman Boikot Eropa: Politisi Jerman dan empat partai di Inggris menyerukan boikot atau pemindahan lokasi Piala Dunia akibat kebijakan kontroversial ini.
Amerika Serikat (AS) resmi memperluas daftar negara yang dibatasi akses masuknya menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026.
Kebijakan kontroversial pemerintahan Donald Trump ini memicu reaksi keras global, mulai dari ancaman boikot oleh Jerman hingga desakan pemindahan lokasi tuan rumah oleh sejumlah partai politik di Inggris.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Negara Mana Saja yang Dilarang Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026?
Sebanyak 75 negara kini masuk dalam daftar pantauan ketat imigrasi Amerika Serikat, bertambah dari daftar sebelumnya.
Negara-negara basis kekuatan sepak bola dunia seperti Brasil, Uruguay, Maroko, hingga Pantai Gading turut masuk dalam daftar hitam ini.
Kebijakan ini membuat suporter dari negara-negara tersebut, termasuk pendukung militan “Tim Samba” Brasil, terancam gagal mendukung tim kesayangannya secara langsung di stadion.
Bagaimana Nasib Timnas dan Suporter Negara Terdaftar?
Meskipun pemerintahan Donald Trump memberikan pengecualian (waiver) bagi para atlet, pelatih, dan staf resmi tim nasional yang akan bertanding, tidak ada perlakuan istimewa bagi para pendukung.
Suporter dari 75 negara yang masuk daftar boikot Trump wajib melewati persyaratan administrasi yang sangat ketat dan berlapis untuk mendapatkan visa masuk.
Hal ini dinilai memberatkan dan bertentangan dengan semangat inklusivitas olahraga internasional.
Mengapa Jerman dan Inggris Ancam Boikot Piala Dunia 2026?
Reaksi keras muncul dari benua Eropa. Politisi Jerman, Jurgen Hardt (CDU), menegaskan bahwa Jerman mempertimbangkan opsi menarik diri dari turnamen.
Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden Trump yang mengancam tarif ekonomi bagi negara yang menolak mendukung rencana aneksasi Greenland demi keamanan nasional AS.
”Membatalkan keikutsertaan di turnamen hanya akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir untuk membuat Presiden Trump berpikir ulang soal isu Greenland,” kata Jurgen Hardt dalam wawancaranya dengan media Jerman, BILD, baru-baru ini.
Sementara itu, di Inggris, empat partai politik yakni Partai Buruh, Partai Liberal Demokrat, Partai Green, dan Plaid Cymru, mendesak agar AS dilarang tampil atau bahkan status tuan rumahnya dicabut. Sebagaimana dikutip dari BBC, partai-partai tersebut menilai kebijakan AS sudah tidak sejalan dengan nilai-nilai sportivitas global.
Daftar Lengkap 75 Negara yang Visanya Dilarang/Dibatasi oleh AS:
- Amerika Selatan & Karibia: Brasil, Uruguay, Kolombia, Kuba, Jamaika, Haiti, dll.
- Afrika: Maroko, Mesir, Nigeria, Pantai Gading, Kamerun, Ghana, Senegal, dll.
- Asia & Timur Tengah: Iran, Irak, Pakistan, Thailand, Myanmar, Yordania, dll.
- Eropa Timur: Rusia, Belarusia, Albania, Bosnia dan Herzegovina, dll.
Ketegangan geopolitik ini menjadi ujian berat bagi FIFA selaku penyelenggara untuk memastikan Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai jadwal tanpa kehilangan peserta utamanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari FIFA terkait ancaman boikot dari negara-negara Eropa tersebut.
Bagaimana menurut Anda? Apakah sepak bola harus dicampuradukkan dengan politik? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar media sosial RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































