BEKASI – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya pada Rabu (03/12/2025) menyebabkan lumpuhnya sejumlah akses vital.
Banjir Kota Bekasi hari ini tidak hanya merendam kawasan permukiman, tetapi juga menggenangi Jalur Arteri hingga Jalan Nasional yang menjadi urat nadi transportasi warga.
Ironisnya, genangan air yang cukup tinggi justru terjadi tepat di jantung pemerintahan, yakni di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, persimpangan Jalan Ir. H. Juanda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memicu kemacetan panjang dan memperlambat mobilitas aparatur serta masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Titik Banjir di Jalan Nasional Kalimalang
Selain di pusat pemerintahan, kondisi memprihatinkan juga terpantau di Jalan KH Noer Ali (Kalimalang), tepatnya di dekat Masjid Agung Al Azhar Jakapermai.
Ruas jalan yang berstatus sebagai Jalan Nasional ini terendam genangan air setinggi kurang lebih 20 hingga 30 sentimeter.
Genangan ini membuat arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Bekasi maupun sebaliknya tersendat parah.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya petugas dari dinas terkait yang terjun ke lokasi untuk melakukan penyedotan air atau pengaturan lalu lintas guna mengurai kepadatan.
Keluhan Pengendara: “Jangan Tunggu Viral Baru Ditangani”
Febriansyah (35), seorang pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan KH Noer Ali sepulang kerja, mengungkapkan kekesalannya.
Ia menyebut kondisi jalan sangat berbahaya bagi pengendara roda dua karena tertutup air keruh.
“Saya lewat di lokasi sudah banjir. Jalannya sangat padat (crowded) dan harus ekstra hati-hati karena lubang jalan tidak terlihat. Macetnya juga parah di lokasi,” ujar Febriansyah kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat diwawancarai, Rabu (03/12/2025).
Ia mendesak Pemerintah Daerah setempat untuk lebih sigap dan responsif dalam menangani banjir Kota Bekasi, terutama di jalan-jalan protokol yang vital. Menurutnya, lambannya penanganan sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga.
”Ya tolong lah, ini kan statusnya Jalan Nasional. Masa iya banjir dan terjadi genangan begini dibiarkan. Harus tanggap, jangan nunggu motor mogok atau aduan masyarakat viral dulu baru ditangani,” sesalnya dengan nada kecewa.
Kontradiksi dengan Target Perbaikan Jalan Jelang Nataru
Kondisi banjir ini menjadi sorotan tajam, mengingat sebelumnya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi tengah gencar mempromosikan program perbaikan jalan.
DBMSDA menargetkan seluruh ruas jalan rusak di wilayahnya rampung diperbaiki pada pertengahan Desember 2025, sebagai persiapan menyambut momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, dalam keterangannya pada Selasa (25/11/2025), menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyisiran dan perbaikan jalan secara masif.
”Semuanya kita sisir. Saat ini pelaksanaan kegiatan sudah kita laksanakan, termasuk yang menjadi fokus kita ada di Jalan Chairil Anwar yang sedang kita layer (lapis) ulang. Itu sudah kita laksanakan karena itu jalur utama,” jelas Idi.
Ia menambahkan bahwa perbaikan juga mencakup jalur vital lainnya seperti Jalan KH Noer Ali dan Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, dengan klaim realisasi perbaikan sudah mencapai angka 80 persen.
Tantangan Infrastruktur Kota Bekasi
Meski klaim perbaikan jalan terus didengungkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sistem drainase masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Wali Kota Bekasi dan jajarannya.
Perbaikan aspal tanpa pembenahan saluran air dikhawatirkan akan sia-sia karena jalan akan kembali rusak jika terus tergerus genangan banjir.
”Karena kita kan rutin tiap tahun persiapan Nataru dan Lebaran, sudah pasti dilakukan perbaikan dan perawatan. Target pertengahan Desember harus selesai,” pungkas Idi dalam pernyataan sebelumnya.
Masyarakat kini menanti bukti nyata kesigapan Pemkot Bekasi, tidak hanya dalam memuluskan aspal, tetapi juga membebaskan jalanan kota dari ancaman banjir yang terus berulang.
Punya keluhan terkait infrastruktur atau banjir di wilayah Anda? Sampaikan laporan Anda melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi atau media sosial dinas terkait.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















