Poin Utama:
- Total Kekuatan: 192 Personel Siaga.
- Titik Fokus: 9 Pos Sektor di seluruh kecamatan dan Markas Komando (Mako).
- Layanan: Pemadaman kebakaran dan penyelamatan (evakuasi hewan/cincin).
- Potensi Risiko: Korsleting listrik pada rumah kosong yang ditinggal liburan.
KOTA BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi meningkatkan status kewaspadaan dengan menyiagakan ratusan personel di seluruh pos sektor guna mengantisipasi potensi kebakaran dan keadaan darurat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Langkah ini diambil mengingat tingginya mobilitas warga dan risiko kejadian tak terduga di momen pergantian tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berapa Jumlah Personel yang Dikerahkan?
Guna memastikan respon cepat (response time) yang maksimal, Disdamkarmat Kota Bekasi tidak mengurangi jumlah personel meski di hari libur. Kesiapsiagaan ini mencakup seluruh wilayah kecamatan di Kota Bekasi.
”Termasuk kita memiliki 9 Pos Sektor. Yang setiap sektor berisikan 18 Orang untuk siaga dalam potensi terjadinya kebakaran selama momentum Nataru,” kata Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Abi Hurairah, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).
Secara akumulatif, total kekuatan yang dikerahkan mencapai kurang lebih 192 personel. Pasukan ini merupakan gabungan dari tim yang berjaga di pos-pos sektor kecamatan dan tim pendukung di Markas Komando (Mako).
Bagaimana Mekanisme Pengamanan Wilayah?
Penyebaran personel dilakukan secara strategis untuk menjangkau pemukiman padat penduduk. Abi Hurairah menjelaskan bahwa skema pengamanan berlapis diterapkan agar tidak ada wilayah yang blank spot.
”Kesiapan petugas tidak hanya diseluruh Pos Sektor saja, melainkan turut ada bantuan dari Markas Komando (Mako) bilamana terjadinya kebakaran di setiap wilayah,” tambah Abi.
Petugas dipastikan siap On Call selama 24 jam penuh untuk menerima aduan masyarakat. Layanan ini tidak terbatas pada insiden kebakaran saja, tetapi juga mencakup layanan rescue atau penyelamatan non-kebakaran, seperti:
- Evakuasi sarang tawon.
- Penanganan ular masuk rumah.
- Pelepasan cincin yang tersangkut.
Apa Penyebab Kebakaran yang Harus Diwaspadai Warga?
Berdasarkan evaluasi dan laporan yang masuk, faktor kelalaian manusia dan instalasi listrik menjadi pemicu utama. Disdamkarmat menyoroti secara khusus potensi terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting listrik selama momentum Nataru, terutama pada rumah-rumah yang ditinggal penghuninya berlibur.
”Rentan sekali dari korsleting listrik menjadi faktor penyebab kebakaran, berdasarkan laporan yang diterima oleh petugas dari masyarakat,” jelasnya.
Oleh karena itu, warga Kota Bekasi diimbau untuk mencabut peralatan elektronik yang tidak perlu dan memastikan instalasi listrik aman sebelum meninggalkan rumah untuk merayakan tahun baru.
Dengan kesiapsiagaan penuh dari Disdamkarmat, diharapkan perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Bekasi dapat berjalan aman dan kondusif.
Butuh Bantuan Darurat?
Jika warga Kota Bekasi melihat potensi kebakaran atau membutuhkan penyelamatan hewan liar, segera hubungi Call Center 112 (Bebas Pulsa) atau nomor darurat Disdamkarmat Kota Bekasi yang aktif 24 jam.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































