DPRD Desak Pemkot Bangun Universitas Negeri di Kota Bekasi

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Bekasi Sarwin Edi Saputra saat menyerap aspirasi warga dalam agenda Reses di RW 004, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (13/02/2026).

Anggota DPRD Kota Bekasi Sarwin Edi Saputra saat menyerap aspirasi warga dalam agenda Reses di RW 004, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (13/02/2026).

Poin Utama:

  • Sorotan: Kota Bekasi dinilai tertinggal karena belum memiliki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) meski APBD mencapai hampir Rp7 triliun.
  • Dampak: Ribuan lulusan SMA/SMK terpaksa merantau ke Jakarta, Depok, Bogor, hingga Jawa Timur untuk kuliah di kampus negeri.
  • Solusi Lahan: DPRD mengusulkan penggunaan lahan Fasos Fasum di area Summarecon Bekasi atau konversi kampus swasta.
  • Komitmen: Isu pendidikan ini akan dibawa ke sidang parlemen untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang terjangkau.

​Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menyoroti fakta ironis terkait ketiadaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah berjuluk Kota Patriot ini.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai fantastis mencapai hampir Rp7 triliun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Ketiadaan Universitas Negeri Menjadi Sorotan?

​Absennya kampus negeri di Kota Bekasi dinilai sebagai kemunduran besar bagi daerah penyangga Jakarta yang berstatus metropolitan.

Kondisi ini memaksa ribuan pelajar lulusan SMA asal Bekasi harus “merantau” ke wilayah tetangga seperti Jakarta, Depok, Bogor, bahkan hingga ke Jawa Timur demi mengenyam pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau di kampus negeri.

​”Masa sekelas Kota Bekasi yang APBD-nya hampir Rp7 triliun tidak punya universitas negeri? Kita malu dibandingkan kota-kota lain yang lebih kecil dari kita tapi sudah punya universitas negeri,” kata Sarwin Edi Saputra kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai menggelar reses di RW 004, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (13/02/2026).

​Politisi dari Fraksi Golkar ini menegaskan bahwa kapasitas fiskal Kota Bekasi seharusnya mampu menopang berdirinya sebuah PTN.

Ketiadaan fasilitas ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran daerah yang digelontorkan setiap tahunnya.

​Di Mana Lokasi Strategis untuk Pembangunan Kampus Negeri?

​Menanggapi kendala ketersediaan lahan yang sering menjadi alasan klasik eksekutif, Sarwin menawarkan solusi konkret.

Ia mendorong Pemkot Bekasi untuk memanfaatkan aset lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang belum tergarap secara maksimal dari pihak pengembang.

​Sarwin memetakan dua opsi lokasi strategis yang dinilai potensial untuk pembangunan kampus negeri:

  • Kawasan Sekitar Gedung DPRD: Memanfaatkan lahan atau bangunan yang bisa dialihfungsikan.
  • Kawasan Summarecon Bekasi: Memprioritaskan lahan fasos-fasum di area pengembangan kota mandiri tersebut.

​”Dulu pernah ada wacana kampus swasta dirubah jadi negeri, itu bisa strategis. Lahan di Summarecon juga bisa dipakai, lahan fasos-fasumnya bisa diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat Bekasi,” paparnya.

​Sarwin berkomitmen untuk terus mengawal isu krusial ini dalam sidang-sidang parlemen mendatang.

Tujuannya adalah memastikan warga Kota Bekasi mendapatkan hak akses pendidikan tinggi yang layak tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk hidup di luar daerah.

​Dorongan dari legislatif ini diharapkan menjadi pemantik bagi Pemkot Bekasi untuk segera merealisasikan pembangunan universitas negeri, demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Apakah Anda setuju Kota Bekasi harus segera memiliki Universitas Negeri sendiri? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar atau mention kami di media sosial @RakyatBekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan
Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter
FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar
Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!
Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah
Ironi Hardiknas 2026, Wakil Ketua Komisi 4 Masih Temui Siswa Kelas 3 SD di Bekasi Belum Bisa Calistung
Dana RW 2026: DPRD Larang Copy-Paste 2025, Wajib Fokus Bank Sampah!
Pasca Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Ketua DPRD Desak Percepatan Proyek DDT!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter

Senin, 4 Mei 2026 - 13:43 WIB

FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:10 WIB

Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x