Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air ( DBMSDA) Kota Bekasi mengumumkan bahwa Jalan Alinda di Kecamatan Bekasi Utara masuk dalam daftar prioritas program perbaikan infrastruktur jalan tahun ini.
Pekerjaan fisik perbaikan jalan tersebut dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli 2025, setelah proses lelang tender oleh Bagian Barang dan Jasa (Barjas) rampung.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Aceng Solahudin, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas jalan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya di wilayah utara kota yang padat aktivitas ekonomi dan permukiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jalan Alinda masuk skala prioritas dalam pembangunan fisik tahun ini. Saat ini, kami masih menunggu proses lelang dari pihak Barjas. Nanti tahapan lelangnya berada di tahap ke berapa, saya belum dapat informasinya,” ujarnya kepada RakyatBekasi.com, Sabtu (28/06/2025).
Rusaknya Jalan Membahayakan Pengendara: Sering Terjadi Kecelakaan di Lokasi
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, kondisi Jalan Alinda saat ini terbilang memprihatinkan. Sejumlah titik kerusakan terlihat jelas dengan lubang besar dan permukaan aspal yang bergelombang sepanjang kurang lebih 1 kilometer.
Kondisi ini telah menyebabkan beberapa pengendara, terutama pengendara sepeda motor, kesulitan melintas.
Bahkan, menurut aduan masyarakat, sudah ada insiden kecelakaan yang terjadi di lokasi akibat minimnya penerangan dan permukaan jalan yang tidak rata.
“Beberapa pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraannya demi menghindari lubang. Malam hari makin berbahaya karena minimnya pencahayaan,” ungkap salah seorang warga sekitar.
Sumber Pendanaan: Banprov dan APBD Dukung Perbaikan Infrastruktur Jalan
Lebih lanjut, Aceng menyatakan bahwa proyek ini didanai melalui bantuan provinsi ( Banprov) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.
Namun, pelaksanaan di lapangan tetap menunggu rampungnya proses lelang, yang wajib melalui mekanisme transparan dan sesuai prosedur pengadaan pemerintah.
“Kami memaksimalkan dana Banprov dan APBD untuk menunjang infrastruktur dasar. Namun, semua tetap bergantung pada proses administrasi pengadaan jasa konstruksi,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Bekasi diharapkan dapat segera menuntaskan tahapan persiapan agar pelaksanaan fisik tidak mengalami penundaan dan masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya.
Harapan Warga: Pemerintah Diminta Lebih Responsif Terhadap Fasilitas Publik
Masyarakat Bekasi Utara berharap agar proyek ini bukan hanya sekadar wacana. Mereka menuntut agar Pemkot Bekasi benar-benar serius dalam memperhatikan kondisi fasilitas umum, seperti lampu penerangan jalan, drainase, dan rambu lalu lintas yang menunjang keselamatan.
“Kami harap Jalan Alinda bisa segera diperbaiki secara menyeluruh. Jangan tunggu sampai jatuh korban lagi,” kata seorang tokoh warga RW di lokasi tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































