Kelit ala Pj Gani soal Tingginya Angka Pengangguran Kota Bekasi di Jawa Barat

- Jurnalis

Jumat, 5 Juli 2024 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad tampil di program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (04/07/2024) malam.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad tampil di program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (04/07/2024) malam.

KOTA BEKASI – Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad menyangkal saat disebut angka pengangguran di Kota Bekasi tertinggi di Jawa Barat, yakni sebesar 7,9 persen berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi.

Pj Gani lantas berkelit bahwasanya angka tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.

“Sebenarnya tingkat pengangguran di Kota Bekasi 7,9 persen ini bukan yang tertinggi di Jawa Barat, Karena masih ada Kabupaten Kota lain yang seperti kabupaten Bekasi ini, Kota tetangga ini 8,87 persen di Kabupaten Bekasi. Terus di Cimahi 10,2 persen. Jadi 7,9 persen itu bukan angka yang tertinggi di Provinsi,” ucap Pj Gani di program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (04/07/2024) malam seperti dikutip RakyatBekasi.com, Jumat (05/07/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan optimisme perekonomian yang mulai terus meningkat di Kota Bekasi, kata dia, pihaknya meyakini bahwa angka pengangguran di wilayahnya bisa ditekan lebih rendah lagi.

“Beberapa yang coba kita lakukan untuk menekan tadi kita ada kegiatan kegiatan job fair yang rutin kita lakukan. Karena di Bekasi ini banyak perusahaan. Diadakan oleh Pemda, bekerjasama dengan perusahaan yang ada di Kota Bekasi,” sambungnya.

Pelaksanaan Job Fair yang diselenggarakan di setiap mall, kata dia, dapat menyerap hingga ratusan tenaga kerja baru di berbagai posisi yang dibuka oleh Pemerintah Daerah.

“Rata rata 100 lebih posisi, dari 100 posisi ini ada yang diperebutkan, biasanya di mall ramai. Itu setahun dua kali lah kita mengadakan itu, juga kita memberikan pelatihan pelatihan yang spesifik kepada masyarakat misalkan teknik mengelas, UMKM ini akan menjawab langsung tantangan di lapangan dia punya skill disesuaikan dengan tingkat pendidikan,” jelasnya.

Lebih jauh Kabiro Hukum Kemendagri ini pun mengatakan bahwa di Kota Bekasi terdapat banyak pabrik dan angka serapan tenaga kerjanya pun tinggi, tidak hanya terdapat di Kabupaten Bekasi.

“Di Kota Bekasi juga ada pabrik seperti itu. Karena serapan tenaga kerjanya juga tinggi sekali, itu cukup memberikan peluang yang besar, bukan hanya di Kabupaten (Bekasi) saja di Kota Bekasi juga ada,” pungkasnya.

Sementara pernyataan serupa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Junedi menyebut untuk prosentase Angka Pengangguran Kota Bekasi yang saat ini berada di atas 7,6 persen terbilang cukup tinggi se-Jawa Barat jika dibandingkan dari standar Nasional yang ada.

“Kaitan dengan pengangguran, kemarin rakor dengan Sekda Provinsi Jawa Barat bahwa tingkat pengangguran Kota Bekasi tertinggi dari 27 Kabupaten/Kota. Kalau engga salah, di atas 7,9 persen,” ucap Junaedi kepada RakyatBekasi.com, dikutip Rabu (24/04/2024).

Torehan tersebut, kata Junaedi, melebihi batas minimal angka pengangguran Nasional sebesar 5 persen. Sedangkan untuk menekan angka pengangguran, kata dia, Kota yang berbasis jasa dan perdagangan ini hanya memiliki beberapa zona pabrik atau industri yang tentunya kuantitas serapan tenaga kerjanya lebih kecil dari kawasan industri.

“Tentunya bukan tugas yang ringan (menekan angka pengangguran). Karena memang Kota Bekasi ini tidak punya kawasan industri, yang ada hanya zona industri,” keluhnya.

Atas dasar itu, Eks Kepala Dinas Tata Ruang ini mengaku telah menginstruksikan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi agar segera melakukan beberapa langkah-langkah serius guna menyikapi dan menekan angka pengangguran.

Hal tersebut menurutnya sangat penting dilakukan secara serius mengingat banyaknya warga pendatang yang bakal bermukim di Kota Bekasi pasca Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Nah sekali lagi Disnaker, tolong diantisipasi tingginya angka pengangguran di Kota Bekasi. Apalagi sekarang di bulan selepas lebaran. Banyak orang berdatangan. Kita kan disini Kota Jasa dan Perdagangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi Tahun 2024, sebanyak 1.318.330 orang dari 2.039.296 angka ketenagakerjaan di Kota Bekasi tercatat merupakan warga yang bekerja di Kota Bekasi.

Sedangkan Angka Pengangguran Terbuka di Kota Bekasi pada tahun 2023 terdapat sebanyak 104.170 orang (Angka ini tergolong sebagai pihak selaku Angkatan Kerja/yang sempat bekerja), sementara 720.966 orang lainnya (Bukan Angkatan Kerja/ yang tidak bekerja sama sekali).


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
Tolak Parkir Berbayar GGC, Warga Desak Pemkot Bekasi Ambil Alih Fasum
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:35 WIB

Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x