BEKASI – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3 Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota Bekasi resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Keputusan ini diambil sebagai imbas langsung dari kericuhan yang terjadi di Hotel Merapi Merbabu pada Sabtu (11/10/2025).
Panitia pelaksana kini menyatakan akan menunggu arahan lebih lanjut dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PA GMNI Jakarta Raya dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PA GMNI sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penundaan ini menghentikan sementara proses pemilihan kepengurusan baru di tubuh alumni GMNI Kota Bekasi.
Tanggapan Ketua PA GMNI Kota Bekasi
Menanggapi insiden tersebut, Ketua PA GMNI Kota Bekasi, Heri Purnomo, angkat bicara. Ia menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan Konfercab, namun menegaskan bahwa keputusan akhir bergantung pada instruksi dari struktur organisasi yang lebih tinggi.
”Insya Allah akan kami selesaikan, tapi kami tunggu dulu bagaimana arahan dari DPP dan DPD PA GMNI Jakarta Raya. Siapa pun yang nanti terpilih, saya pribadi akan mendukung,” ujar Heri Purnomo saat ditemui di lokasi acara.
Menilai Insiden Sebagai Miskomunikasi
Heri, yang akrab disapa Herpur, menilai bahwa kericuhan yang sempat menginterupsi pidato Wali Kota Bekasi Tri Adhianto tersebut merupakan sebuah dinamika internal biasa yang disebabkan oleh kesalahpahaman.
”Kalau menurut saya, ini mungkin hanya miskomunikasi saja. Saya pribadi tidak pernah punya masalah dengan adik-adik (GMNI aktif),” jelasnya.
Ia juga menekankan adanya perbedaan lingkup kegiatan antara GMNI aktif yang merupakan organisasi mahasiswa dengan PA GMNI yang merupakan forum musyawarah bagi para alumni.
Klaim Telah Melayangkan Undangan
Menjawab tudingan massa aksi yang merasa tidak dilibatkan, Heri Purnomo mengklaim bahwa pihaknya telah mengirimkan undangan kepada rekan-rekan GMNI aktif untuk hadir dalam Konfercab.
“Jadi memang, kami yang mengundang. Tapi saya tidak tahu apa balasannya, saya tidak paham juga. Buktinya ada juga teman-teman dari GMNI yang hadir,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu mengedepankan dialog dan komunikasi untuk menyelesaikan setiap permasalahan.
Massa Aksi Akan Tempuh Jalur Hukum
Sementara itu, dari pihak massa aksi, situasi berkembang ke arah yang lebih serius. Setelah membubarkan diri dari lokasi, perwakilan massa GMNI Bekasi menyatakan akan melaporkan insiden kericuhan tersebut ke pihak kepolisian.
Langkah ini diambil sebagai buntut dari bentrokan fisik yang terjadi. Pelaporan ini berpotensi membawa konflik internal organisasi ke ranah hukum, menandakan bahwa permasalahan ini belum menemukan titik terang melalui mediasi.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan Konfercab PA GMNI Kota Bekasi akan kembali dilanjutkan. Semua pihak kini menunggu arahan dari DPP dan DPD sambil memantau perkembangan proses hukum yang akan ditempuh oleh massa aksi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































