Poin Utama:
- Waktu Kejadian: Rabu (11/02/2026) pukul 19.15 WIB, dipicu kenaikan debit Kali Bekasi kiriman dari Bogor.
- Dampak Kerusakan: 4 saung wisata hanyut, spot foto rusak, dan akses jalan ambles.
- Status Operasional: Wisata Hutan Bambu Zona 1 ditutup sementara untuk pendataan dan perbaikan.
- Tuntutan Warga: Pengelola meminta Pemkot Bekasi segera membantu renovasi sarana prasarana yang rusak.
Hujan deras dan kiriman air dari hulu menyebabkan tanah longsor di kawasan wisata Hutan Bambu, RW 26 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (11/02/2026) malam.
Insiden ini mengakibatkan empat saung wisata dan sejumlah fasilitas penunjang hanyut terbawa arus Kali Bekasi yang meluap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Kronologi Longsor di Hutan Bambu Bekasi Timur?
Peristiwa bermula saat debit air Kali Bekasi meningkat drastis akibat kiriman air dari wilayah Kabupaten Bogor.
Ketua Zona 1 Pengurus Wisata Hutan Bambu, Emar Maryasi, menjelaskan bahwa naiknya Tinggi Muka Air (TMA) tersebut menggerus tanah di bantaran kali sekitar pukul 19.15 WIB.
Derasnya arus menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan akhirnya longsor, menyeret fasilitas wisata yang berada di bibir sungai.

”Hingga mengakibatkan ada empat saung wisata terbawa arus dan beberapa spot foto maupun akses jalan. Maupun bangku dan meja dan tempat duduk longsor terbawa oleh arus,” kata Emar Maryasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Bekasi Timur, Kamis (12/02/2026).
Apa Saja Fasilitas yang Rusak?
Selain empat saung yang hanyut, kerusakan infrastruktur di lokasi cukup signifikan. Berdasarkan pendataan awal pengelola, longsor memutus akses jalan setapak di area wisata dan merusak area santai pengunjung.
Dampak kerusakan meliputi:
- 4 unit saung wisata hanyut.
- Spot foto rusak berat.
- Akses jalan amblas (estimasi panjang area terdampak sekitar 30 meter dengan lebar 1,2 meter).
- Fasilitas pendukung seperti meja dan bangku taman hilang terbawa arus.
Apakah Wisata Hutan Bambu Masih Dibuka?
Untuk sementara waktu, operasional Wisata Hutan Bambu Zona 1 dihentikan total. Emar menegaskan langkah ini diambil demi keselamatan pengunjung dan untuk memfokuskan upaya pembersihan serta pendataan kerugian material secara menyeluruh pasca bencana. Penutupan dilakukan hingga kondisi tanah dinyatakan aman dan fasilitas selesai diperbaiki.
Apa Harapan Pengelola Kepada Pemkot Bekasi?
Sebagai destinasi wisata alam yang menjadi ikon di jantung Kota Bekasi, pengelola mendesak perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hutan Bambu dinilai vital sebagai ruang terbuka hijau dan sarana rekreasi terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.
Emar berharap dinas terkait di lingkungan Pemkot Bekasi segera turun tangan untuk merenovasi sarana prasarana (sarpras) yang hancur.
“Harapan kami sebagai warga, sebagai Ketua RT setempat sekaligus pengelola destinasi wisata alam hutan bambu, memohon kepada Pemerintah Daerah ataupun Dinas terkait agar segera membantu merenovasi kembali sarpras yang ada di hutan bambu,” tegasnya.
7. PENUTUP & CALL TO ACTION (CTA)
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya fasilitas fisik yang hilang.
Warga dan pengelola kini menanti respon cepat tanggap darurat dari instansi terkait untuk pemulihan kawasan wisata tersebut.
Punya informasi seputar bencana atau layanan publik di lingkungan Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com melalui kanal pengaduan kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















