Ribuan Buruh FSPMI Bekasi Geruduk Istana Desak Penetapan UMSK 2026

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan massa buruh FSPMI Kota Bekasi memadati Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, sebelum bertolak ke Jakarta untuk menuntut revisi SK UMSK 2026, Selasa (30/12/2025).

Ribuan massa buruh FSPMI Kota Bekasi memadati Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, sebelum bertolak ke Jakarta untuk menuntut revisi SK UMSK 2026, Selasa (30/12/2025).

Poin Utama:

  • Massa Aksi: Sekitar 1.000 buruh dari Bekasi dan total 20.000 massa gabungan FSPMI daerah lain bergerak ke Jakarta.
  • Tuntutan: Mendesak Presiden Prabowo menegur Gubernur Jabar Dedi Mulyadi agar segera menetapkan UMSK 2026 sesuai rekomendasi.
  • Pokok Masalah: Dari 70 sektor yang direkomendasikan Wali Kota/Bupati, Gubernur Jabar baru mengesahkan (SK) 5 sektor, sementara 65 sektor lainnya hilang.
  • Lokasi: Titik kumpul di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, menuju Istana Presiden.

​Ribuan buruh yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota Bekasi memadati ruas Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (30/12/2025).

Massa aksi bergerak konvoi menuju Istana Presiden di Jakarta untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto menegur Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait polemik penetapan Upah Minimum Sektoral (UMSK) Tahun 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Buruh Bekasi Demo ke Jakarta?

​Para buruh menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mengakomodir rekomendasi upah sektoral yang telah diajukan oleh pimpinan daerah masing-masing. Mereka berharap intervensi Presiden dapat menyelesaikan kisruh penetapan upah ini.

​”Aksi yang dilakukan pada hari ini akan menuju ke Jakarta, untuk meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar menegur Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar segera melengkapi SK UMSK Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang telah direkomendasikan oleh masing-masing Bupati/Wali Kota,” kata Pengurus PC SPL FSPMI Kota Bekasi, Budi Lahmudi, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (30/12/2025).

​Apa Masalah Utama dalam Penetapan UMSK 2026?

​Isu utama yang memicu kemarahan buruh adalah hilangnya puluhan sektor dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur, padahal sektor-sektor tersebut sudah direkomendasikan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Buruh menegaskan mereka tidak mempermasalahkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang baru disahkan, namun fokus pada UMSK yang dinilai cacat prosedur.

​”Adapun rekomendasi tersebut dari 70 sektor, baru 5 sektor yang di-SK-kan. Sedangkan 65 sektoral lainnya belum (masuk SK),” ujar Budi.

​Budi menambahkan bahwa masalah spesifik ini terjadi ketika rekomendasi dari Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat masuk ke meja Gubernur. Sebagian besar rekomendasi tersebut justru dihilangkan atau tidak dimasukkan dalam penetapan akhir oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

​Berapa Jumlah Massa yang Turun ke Jalan?

​Eskalasi aksi ini melibatkan jumlah massa yang masif karena tidak hanya diikuti oleh buruh dari Bekasi. FSPMI menggalang kekuatan dari berbagai daerah penyangga ibu kota lainnya.

​”Kami melakukan aksi ke Jakarta yang turut diikuti oleh FSPMI daerah lainnya yang berjumlah 20 ribu massa bertolak ke Jakarta,” pungkas Budi.

​Untuk wilayah Bekasi sendiri, estimasi massa yang berangkat dari titik kumpul Bekasi Selatan diprakirakan mencapai seribu orang.

Mereka menuntut Gubernur Jawa Barat segera melengkapi atau merevisi SK UMSK 2026 untuk mengakomodir sektor-sektor yang hilang tersebut.

​Aksi unjuk rasa ini diperkirakan akan memengaruhi arus lalu lintas di jalur utama menuju Jakarta. Pihak kepolisian setempat telah melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar Jalan Ahmad Yani untuk mengurai kepadatan akibat keberangkatan massa buruh.

Punya informasi terkait ketenagakerjaan atau layanan publik di Bekasi? Laporkan kepada Redaksi RakyatBekasi.Com melalui saluran pengaduan kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar PERSAMI, YPI Assahaqiyah Pondokmelati Bentuk Karakter Mandiri Siswa
Pemkot Bekasi Siapkan Rp500 Miliar untuk Pembebasan Lahan PLTSa Sumurbatu
Pemkot Bekasi Gelar Countdown Porprov Jabar XV di Taman Plaza Patriot Candrabhaga
DLH Kota Bekasi Resmikan Operasional Sanitary Landfill di TPA Sumurbatu
Dishub Kota Bekasi Siapkan Rute Baru Biskita ke Harapan Indah
Dinkes Kota Bekasi Nyatakan 7 Calhaj Tidak Istithaah Kesehatan pada Musim Haji 2026
Disdukcapil Catat 47 Ribu Pendatang Masuk Kota Bekasi Sepanjang 2025
Proyek JPO Stasiun Bekasi Persempit Trotoar Jalan Juanda

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:16 WIB

Gelar PERSAMI, YPI Assahaqiyah Pondokmelati Bentuk Karakter Mandiri Siswa

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:53 WIB

Pemkot Bekasi Siapkan Rp500 Miliar untuk Pembebasan Lahan PLTSa Sumurbatu

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:38 WIB

Pemkot Bekasi Gelar Countdown Porprov Jabar XV di Taman Plaza Patriot Candrabhaga

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:21 WIB

DLH Kota Bekasi Resmikan Operasional Sanitary Landfill di TPA Sumurbatu

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:58 WIB

Dishub Kota Bekasi Siapkan Rute Baru Biskita ke Harapan Indah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca