Poin Utama:
- Capaian: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi menyentuh angka 12% hanya dalam waktu dua bulan pertama di tahun 2026.
- Target Sektor: Bapenda didorong untuk mengoptimalkan pajak dari pengusaha potensial, meliputi sektor hotel, restoran, hingga 10 lapangan olahraga padel baru.
- Lokasi Optimalisasi: Menyasar geliat bisnis di seluruh wilayah yang terus berkembang pesat, termasuk kawasan seperti Pondokgede, Rawalumbu, dan Jatiasih.
- Tenggat Waktu: Target pengawasan dan optimalisasi realisasi PAD berkesinambungan sepanjang tahun 2026 agar melampaui capaian tahun sebelumnya.
Memasuki akhir Februari 2026, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi menunjukkan tren yang sangat menjanjikan. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, realisasi pajak daerah dilaporkan telah menyentuh angka 12 persen.
Meski menjadi kabar baik, Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mengingatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar tidak cepat berpuas diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menegaskan bahwa tren positif di awal tahun ini harus dijadikan motivasi untuk terus berlari, bukan garis akhir.
Pihaknya mendorong Bapenda untuk semakin agresif menyasar Wajib Pajak (WP) potensial guna menggemukkan pundi-pundi kas daerah.
Capaian Awal Tahun Sebagai Batu Loncatan
”Ya harus, perlu ditingkatkan. Artinya kalau sudah 12 persen dalam dua bulan terakhir ini, berarti ke depan bisa jadi batu loncatan yang lebih baik,” ungkap Alit melalui keterangan resminya pada Jumat (27/02/2026).
Menurut Alit, realisasi PAD tahun ini memiliki beban target untuk melampaui pencapaian tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, sinergi yang baik sangat diperlukan, di mana DPRD mendukung penuh langkah Bapenda serta jajaran eksekutif di bawah arahan Wali Kota Bekasi untuk menggali sektor-sektor ekonomi yang selama ini mungkin belum tergarap secara maksimal.
Menyisir Sektor Potensial: Dari Restoran hingga Lapangan Padel
Pertumbuhan ekonomi dan dinamika gaya hidup masyarakat membuka banyak celah baru bagi pendapatan daerah. Kemunculan pusat kuliner, kafe, dan fasilitas hiburan di kawasan padat penduduk seperti Pondokgede, Rawalumbu, hingga Jatiasih adalah bukti nyata bahwa potensi pajak Kota Bekasi masih sangat luas.
”Bapenda harus lebih menyisir kembali WP pengusaha potensial secara sektoral dalam menagih retribusi pajak, seperti hotel, restoran, maupun rumah makan. Apalagi saat ini juga ada lapangan padel yang menjadi sektor WP baru,” urai Alit.
Fenomena olahraga padel yang kian digandrungi masyarakat urban nyatanya membawa peluang besar bagi daerah.
Selepas Rapat Kerja bersama Bapenda pada Kamis lalu, terungkap fakta menarik bahwa Kota Bekasi kini telah memiliki 10 lapangan padel yang resmi terdaftar sebagai Wajib Pajak.
Komitmen Pengawasan Berkelanjutan
Kehadiran tempat olahraga baru ini menjadi sinyal positif iklim investasi di Kota Bekasi sekaligus tantangan bagi Bapenda untuk memastikan kepatuhan pajaknya.
”Ini adalah potensi baru sektoral pajak yang seharusnya bisa dioptimalkan. Kedepannya, kita dari Komisi 3 juga harus tetap optimis dalam realisasi PAD di tahun ini, untuk terus melakukan pengawasan dan monitoring dari kinerja Bapenda sendiri,” pungkasnya.
Pembangunan Kota Bekasi yang lebih baik bermula dari kontribusi kita bersama. Mari dukung percepatan infrastruktur dan fasilitas kota dengan menjadi warga negara yang taat pajak. Bagikan artikel ini untuk terus mengawal kemajuan Kota Bekasi!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















