Poin Utama:
- Anggaran Darurat: Pemkot Bekasi mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp4,4 miliar untuk operasional posko dan kebutuhan korban banjir.
- Solusi Infrastruktur: Rencana pembangunan crossing saluran air di Jatibening dan ducting di Jalan Raya Caman melalui efisiensi APBD.
- Layanan Kesehatan: Seluruh Puskesmas diinstruksikan jemput bola ke lokasi pengungsian setiap pagi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjadikan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mempertegas komitmen penanganan banjir di wilayahnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan kesiapan dana cadangan serta instruksi layanan kesehatan jemput bola guna menanggulangi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah titik, seperti di kawasan Jatibening dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Pesan Ekologis Megawati untuk Kota Bekasi?
Dalam peringatan HUT Megawati yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri menekankan pentingnya merawat lingkungan sebagai langkah preventif bencana jangka panjang. Kegiatan ini diisi dengan aksi simbolis penanaman pohon dan penebaran benih ikan.
”Pesan Ibu Ketua Umum sangat jelas, bahwa kita sebagai anak-anak ideologisnya harus mampu merawat bumi dan menjaga lingkungan. Ketika lingkungan kita jaga dan kita suburkan, maka akan muncul nilai tambah dan kebaikan bagi kehidupan,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor DPC PDI Perjuangan, Ruko Sentra Niaga Kalimalang, Jl. Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (23/01/2026).
Menurut Tri, langkah ekologis ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam agar tetap terjaga untuk generasi mendatang di tengah tantangan perubahan iklim yang nyata.
Bagaimana Strategi Penanganan Korban Banjir Terkini?
Menanggapi intensitas hujan tinggi yang menyebabkan genangan di sejumlah wilayah, Tri Adhianto menginstruksikan jajaran Pemkot Bekasi untuk hadir secara totalitas.
Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan warga terdampak melalui pendekatan yang humanis.
Strategi taktis yang diterapkan meliputi:
- Layanan Kesehatan Jemput Bola: Petugas Puskesmas wajib mendatangi titik pengungsian setiap pagi untuk memeriksa kondisi warga.
- Posko Siaga: Lurah, Camat, BPBD, dan Dinas Sosial (Dinsos) dipastikan siaga penuh mendampingi warga di posko yang telah aktif.
- Anggaran Siap Pakai: Pemkot Bekasi telah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp4,4 miliar untuk mendukung operasional darurat dan logistik.
”Kita harus berempati, kita harus bonding dengan masyarakat. Pemerintah wajib hadir dan memastikan tidak ada kekurangan, baik kebutuhan pokok maupun layanan kesehatan,” tegas Tri.
Apa Solusi Jangka Menengah Atasi Banjir Jatibening?
Selain penanganan darurat, Pemkot Bekasi tengah mematangkan solusi infrastruktur untuk titik krusial seperti Jatibening.
Tri mengaku telah berdiskusi dengan Wakil Menteri (Wamen) terkait pembagian tugas antara pusat dan daerah dalam penataan drainase.
Rencana teknis yang disiapkan meliputi:
- Pembangunan crossing (sodetan) saluran air di kawasan Jatibening oleh Pemerintah Pusat.
- Pembangunan ducting dan crossing di Jalan Raya Caman oleh Pemkot Bekasi (izin Gubernur Jabar).
”Kalau pusat bangun crossing, saya siap lakukan efisiensi APBD dan akan minta izin Gubernur Jawa Barat untuk pembangunan ducting dan crossing di Jalan Raya Caman,” jelasnya.
Tri menutup keterangannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat gotong royong dalam menghadapi musibah banjir ini. Sinergi antara pemerintah dan warga dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.
Warga Kota Bekasi yang membutuhkan bantuan evakuasi atau logistik darurat dapat segera menghubungi Call Center Pemkot Bekasi di nomor 112 atau melapor ke Posko Banjir di Kelurahan terdekat.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































