Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi akan segera membahas kelanjutan kontrak kerjasama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kontrak kerjasama yang telah berjalan selama bertahun-tahun ini akan berakhir pada 26 Oktober 2026, sehingga pembahasan mendalam diperlukan untuk menentukan langkah berikutnya.
Tri Adhianto dijadwalkan akan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam waktu dekat, setelah pelaksanaan Lebaran Idul Fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, jadwal pertemuan masih menunggu konfirmasi dari pihak Gubernur DKI Jakarta, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
“Oh, itu nanti kita bicarakan untuk kelanjutan kontrak kerjasama TPST Bantargebang. Saya menunggu jadwal beliau, Pak Gubernur. Kan pembahasannya bukan hanya soal TPST,” ujar Tri Adhianto kepada rakyatbekasi.com dalam keterangannya, Selasa (01/04/2025).
Tri Adhianto menjelaskan bahwa pembahasan antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya akan berfokus pada TPST Bantargebang, tetapi juga mencakup berbagai proyeksi kemitraan yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua daerah.
Ia menekankan pentingnya kerjasama yang dapat membantu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Jakarta, seperti polusi udara dan banjir, sekaligus mendukung pembangunan di Kota Bekasi sebagai wilayah penyangga.
“Bicaranya adalah bagaimana membangun Kota Bekasi dan juga berkontribusi dalam mengurangi apa yang dihadapi Kota Jakarta hari ini, seperti polusi, banjir, dan keuntungan kemitraan untuk wilayah penyangga dari Bekasi. Saya kira hal-hal tersebut termasuk yang akan kita bicarakan,” jelasnya.
Selain membahas TPST Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi juga telah menginisiasi sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang diusulkan kepada Pemprov DKI Jakarta.
Salah satu inisiatif tersebut adalah rencana pembangunan dua fly over (FO) di wilayah Kemang Pratama Bekasi dan Simpang Bantargebang. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Tri Adhianto juga menggagas pembangunan rumah susun terpadu untuk masyarakat sebagai bagian dari program lima tahun kepemimpinannya.
Usulan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian bagi warga Kota Bekasi, sekaligus mendukung pengembangan wilayah secara berkelanjutan.
Tri Adhianto menyampaikan harapannya agar kemitraan antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta dapat terus terjalin dengan baik.
Ia mengapresiasi langkah cepat Gubernur DKI Jakarta dalam memberikan bantuan kepada Kota Bekasi, terutama terkait peralatan, pemberdayaan manusia, dan pengembangan infrastruktur.
“Tentunya saya kira langkah cepat Gubernur dalam membantu Kota Bekasi, terkait dengan peralatan, pemberdayaan manusia, infrastruktur, dan lain sebagainya, menunjukkan satu hubungan yang baik. Kami juga merasakan dampak manfaatnya,” pungkasnya.
Dengan pembahasan yang akan dilakukan, Pemerintah Kota Bekasi optimis dapat memperkuat hubungan kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, sehingga memberikan dampak positif bagi kedua daerah.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































