Poin Utama:
- Keriuhan laporan polisi terhadap Jusuf Kalla berawal dari beredarnya potongan video tanpa izin.
- Laporan polisi yang mengatasnamakan Ormas Kristen dinilai murni sebagai kegiatan politik yang menguntungkan elit.
- Umat Kristen secara umum tidak pernah memberi mandat kepada Ormas manapun untuk membuat laporan tersebut.
- Para elit Ormas Kristen didesak untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kecerobohan mereka.
Aksi pelaporan terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla, atas dugaan penistaan agama Kristen memicu keriuhan di media massa maupun media sosial.
Manuver ini dinilai sebagai akrobat dari segelintir elit partai politik yang juga merangkap jabatan sebagai komisaris independen anak perusahaan BUMN atau Danantara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap gegabah dari para pelapor dalam menjadikan potongan video pihak lain sebagai bahan aduan dianggap memicu kegaduhan yang berpotensi merugikan umat.
Mengapa Laporan Polisi Terhadap Jusuf Kalla Dianggap Cacat?
Laporan dugaan penistaan agama tersebut bersumber dari potongan video ceramah Jusuf Kalla yang direkam dan diedarkan tanpa izin.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para pelapor bahkan tidak hadir secara langsung sebagai peserta saat ceramah tersebut dilangsungkan.
”Para pelapor secara gegabah menjadikan potongan video pihak lain sebagai bahan laporan sebab para pelapor tidak hadir (bukan peserta) saat ceramah tersebut digelar,” kata Sutrisno Pangaribuan selaku Inisiator Kongres Perdamaian Dunia (Konperda) kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangannya, Rabu (15/04/2026).
Ia menegaskan bahwa karena kelompok pelapor tidak memiliki kewenangan hukum maupun izin edar atas rekaman itu, maka laporan polisi dari mereka sudah sepatutnya ditolak dan tidak layak diterima oleh Polri.
Apa Motivasi di Balik Pelaporan Mengatasnamakan Ormas Kristen?
Menyeret nama institusi agama untuk agenda politik praktis menuai protes keras. Tidak ada satupun Ormas Kristen yang didirikan untuk kepentingan pergerakan politik praktis, terkecuali Partai Kristen Indonesia (Parkindo).
Sebagai warga negara sekaligus pemeluk agama Kristen Protestan, Sutrisno merasa keberatan dan mengecam keras pemanfaatan Ormas Kristen dalam ranah hukum berbau politik ini.
Berikut adalah beberapa anomali dan kritik tajam terkait manuver pelaporan tersebut:
- Tidak terdapat keadaan genting yang memaksa institusi Ormas Kristen diseret-seret dalam pembuatan laporan polisi atas adanya dugaan tindak pidana.
- Hakikatnya, laporan polisi adalah bentuk laporan pribadi warga negara terkait dugaan kejahatan, bukan wewenang atas nama organisasi massa. Oleh karena itu, laporan atas nama Ormas ini sebaiknya segera ditarik dan diganti dengan aduan pribadi.
- Seluruh umat Kristen di tanah air tidak pernah memberikan mandat resmi kepada Ormas manapun untuk memidanakan Jusuf Kalla.
Bagaimana Solusi Elegan Menyelesaikan Polemik Ini?
Untuk meredam tensi dan mencegah polarisasi, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dituntut proaktif mengawasi serta menertibkan aksi-aksi politik praktis menyimpang yang berkedok lapor-lapor polisi oleh oknum Ormas.
Pendekatan dialogis antar tokoh agama, kata dia, dinilai jauh lebih bermanfaat ketimbang menabuh genderang perselisihan di meja hukum.
”Muhammad Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, yang dapat diundang oleh PGI dan KWI untuk berdialog sehingga maksud dan tujuan penyebutan Kristen dalam ceramah tersebut tidak bias yang dapat menciptakan kegaduhan,” tegas Sutrisno.
Di tengah ketidakpastian dinamika politik global yang sedang diguncang krisis perang antara Iran, Israel, dan Amerika, seluruh masyarakat dituntut untuk merapatkan barisan melalui kerja sama dan gotong royong.
Indonesia adalah rumah bersama yang kokoh, sehingga tidak ada ruang bagi tindakan diskriminasi, intoleransi, dan upaya adu domba dari pihak manapun.
Mari bersama-sama merawat kerukunan dan menolak segala bentuk provokasi bernuansa SARA demi kemajuan bangsa.
Tetap kritis dan perbarui terus wawasan Anda dengan berita-berita faktual serta mendalam hanya di RakyatBekasi.Com. Jangan ragu untuk membagikan artikel ini dan suarakan pendapat Anda di kolom komentar!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















