BEKASI — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi tengah menghadapi tantangan manajerial serius menyusul adanya kekosongan kepala sekolah di 65 sekolah negeri di wilayahnya.
Untuk mengatasi hal ini, Disdik telah menyiapkan 21 Calon Kepala Sekolah (Kepsek) yang baru saja lulus seleksi dan Pendidikan Latihan (Diklat) Tahap 1.
Puluhan calon pemimpin satuan pendidikan ini dipersiapkan untuk segera mengisi jabatan yang saat ini mayoritas dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rincian 65 Sekolah Tanpa Kepsek Definitif
Kekosongan jabatan strategis ini tersebar di dua jenjang pendidikan. Berdasarkan data resmi Disdik Kota Bekasi, rincian sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah definitif adalah sebagai berikut:
- 59 Sekolah Dasar (SD) Negeri
- 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri
Kondisi ini memaksa operasional sekolah-sekolah tersebut dipimpin oleh seorang Plt, yang seringkali merangkap jabatan dengan posisi definitifnya di sekolah lain.
Tahap Awal: 21 Calon Kepsek Lulus Diklat
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Disdik Kota Bekasi, Wijayanti, membenarkan bahwa angkatan pertama calon kepsek telah siap untuk ditempatkan.
”Rangkaian Diklat [Bakal Calon Kepala Sekolah/BCKS] Tahap 1 sudah selesai. Sebanyak 21 orang itu, (terdiri dari) 20 untuk SD dan 1 untuk TK,” ucap Wijayanti saat dikonfirmasi Jurnalis rakyatbekasi.com melalui keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Wijayanti menjelaskan, jumlah yang relatif kecil pada tahap pertama ini disebabkan oleh ketersediaan anggaran.
“Kenapa kita baru sebanyak itu? Karena pelaksanaan Diklat itu kan ada anggarannya. Kita kemarin dapat anggarannya dari pusat, jadi kita dikasih slot kuota hanya sebanyak itu,” jelasnya.
Seleksi Tahap Berikutnya Digelar Desember 2025
Untuk terus mengisi kekurangan, Disdik Kota Bekasi merencanakan seleksi BCKS tahap berikutnya yang akan diselenggarakan pada awal Desember 2025.
Rencananya, program diklat selanjutnya akan didanai menggunakan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2025.
Menunggu Proses Rotasi dan Mutasi
Wijayanti menambahkan, 21 calon yang telah lulus tidak serta-merta langsung ditempatkan.
Proses penempatan mereka masih harus menunggu mekanisme rotasi dan mutasi internal di lingkungan Pemkot Bekasi.
”Sistem BCKS itu, kita harus kosongin tempat dulu, baru nanti ini mau ditempatkan bagi calon Kepala Sekolahnya. Sistemnya itu kita nunggu rotasi mutasi yang nanti akan berlangsung,” terangnya.
Data Kekosongan Terus Bergerak
Disdik mengakui bahwa jumlah kekosongan kepala sekolah adalah angka yang dinamis.
Faktor utama yang menyebabkannya adalah banyaknya kepala sekolah yang memasuki masa pensiun setiap bulannya.
”Total itu kemarin (sempat tercatat) 56 orang, tapi (angka ini) dinamis setiap bulannya, karena kan ada yang pensiun juga pasti setiap daripada Kepala Sekolahnya,” pungkas Wijayanti.
Bagaimana dampak kekosongan kepala sekolah di lingkungan Anda? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




































