BEKASI – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3 Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota Bekasi diwarnai kericuhan pada Sabtu (11/10/2025). Suasana yang semula khidmat mendadak tegang saat sekelompok massa yang mengatasnamakan diri dari GMNI menggeruduk lokasi acara di Hotel Merapi Merbabu, Bekasi Selatan.
Insiden ini pecah tepat saat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sedang menyampaikan pidato sambutannya di hadapan para peserta. Kericuhan tak terhindarkan ketika massa aksi berusaha merangsek masuk ke dalam ruangan konferensi, menuntut agar acara tersebut segera dihentikan.
Kronologi Kericuhan di Tengah Acara
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi tiba dengan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan. Mereka menyuarakan kekecewaan karena merasa tidak dilibatkan dalam proses penyelenggaraan Konfercab yang dianggap sebagai agenda penting organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami menuntut Konfercab ini ditunda! Penyelenggaraan ini tidak transparan dan tidak melibatkan semua elemen GMNI,” teriak salah seorang orator dari massa aksi.
Situasi mulai memanas ketika massa memaksa untuk masuk ke dalam aula utama. Upaya mereka dihalangi oleh panitia penyelenggara dan petugas keamanan internal, yang kemudian memicu aksi saling dorong dan adu mulut.
Puncak Kericuhan: Baku Hantam dan Pelemparan Piring
Ketegangan mencapai puncaknya ketika aksi saling dorong berubah menjadi bentrokan fisik. Sejumlah orang dari kedua belah pihak terlibat baku hantam. Suasana semakin kacau saat beberapa benda seperti piring dan gelas beterbangan di tengah kerumunan, menambah kepanikan para peserta yang berada di dalam ruangan.
Pidato Wali Kota Bekasi pun terpaksa dihentikan demi keamanan. Tri Adhianto beserta jajaran pejabat lainnya dievakuasi sementara dari lokasi untuk menghindari dampak kericuhan yang lebih luas.
Tuntutan Massa dan Dugaan Masalah Internal
Akar masalah dari aksi penggerudukan ini diduga kuat karena adanya ketidakpuasan terhadap panitia penyelenggara Konfercab. Massa aksi menuding adanya proses yang tidak demokratis dan menuntut penundaan acara hingga tercapai kesepakatan internal yang lebih solid.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih tegang. Pihak panitia dan pengurus PA GMNI Kota Bekasi tengah berupaya melakukan audiensi dengan perwakilan massa aksi untuk mencari jalan tengah. Proses mediasi ini diharapkan dapat meredam ketegangan dan menemukan solusi atas tuntutan yang diajukan.
Kegiatan Konfercab terpaksa dihentikan untuk sementara waktu hingga kondisi kembali kondusif dan tercapai kesepakatan antara pihak-pihak yang berseteru. Insiden ini mencoreng citra pelaksanaan agenda organisasi yang seharusnya berjalan dengan damai dan demokratis.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































