Poin Utama:
- Tim Puslabfor Mabes Polri secara resmi dilibatkan oleh Pemkot Bekasi untuk mengusut investigasi kebakaran SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.
- Insiden nahas yang terjadi pada Rabu (01/04/2026) malam tersebut diduga kuat bersumber dari kebocoran gas saat proses pengisian.
- Tercatat ada 14 korban terdampak luka-luka akibat peristiwa ini, dan dipastikan tidak ada korban jiwa.
- Area SPBE saat ini ditutup rapat dan disterilkan untuk mengantisipasi potensi kebocoran susulan sembari menunggu olah TKP kepolisian.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah cepat dan taktis dengan menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna mengusut tuntas misteri kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.
Insiden mengerikan yang menggegerkan warga setempat pada Rabu (01/04/2026) malam tersebut diduga kuat akibat kegagalan sistem operasional yang memicu kebocoran gas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tegas ini diambil untuk memastikan transparansi investigasi serta menemukan penyebab pasti dari petaka yang melukai belasan orang tersebut.
Apa Penyebab Kebakaran SPBE di Cimuning Mustikajaya?
Dugaan sementara, penyebab kebakaran SPBE Cimuning berasal dari kebocoran gas mematikan yang terjadi saat proses pengisian dari tangki utama ke tabung-tabung berukuran Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
Tim ahli dari kepolisian dikerahkan untuk membedah masalah teknis kelalaian di area pengisian tersebut.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengonfirmasi temuan awal ini saat meninjau kondisi SPBE yang hangus.
”Kejadian musibah kebakaran tersebut bersumber dari tempat pengisian bahan bakar gas untuk tabung-tabung yang kecil dan juga yang besar,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat meninjau lokasi SPBE Cimuning, Kamis (02/04/2026).
Berapa Jumlah Korban Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning?
Berdasarkan laporan di lapangan, insiden ledakan dan kebakaran tersebut mengakibatkan belasan orang mengalami luka.
Kendati kerugian material belum dihitung secara utuh, pihak Pemkot Bekasi mengklaim tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini.
Berikut adalah rincian data korban:
- Total Korban: 14 orang terdampak langsung.
- Kondisi: Mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
- Korban Jiwa: Nihil (0 meninggal dunia).
Bagaimana Langkah Penanganan Pemkot Bekasi dan Polri Selanjutnya?
Saat ini, petugas dari otoritas terkait telah menutup paksa seluruh katup utama dan mensterilkan area kejadian guna mencegah potensi letupan susulan yang mengancam nyawa.
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh kepolisian dijadwalkan akan dilakukan sesegera mungkin di bawah penjagaan ketat.
”Jadi sekarang pun kita tidak bisa masuk ke dalam. Insyaallah dalam waktu dekat, hari ini polisi akan mulai turun untuk investigasi,” tuturnya.
Pemkot Bekasi memastikan akan mendampingi penuh tim kepolisian dan memenuhi segala keperluan demi kelancaran investigasi. Kewaspadaan tingkat tinggi terus diterapkan lantaran ancaman kebocoran gas lanjutan belum sepenuhnya hilang.
Tragedi kebakaran di SPBE Cimuning ini menjadi alarm peringatan keras terkait lemahnya standar pengawasan keselamatan fasilitas gas di Kota Bekasi.
Diharapkan hasil forensik kepolisian segera mengungkap fakta sebenarnya agar musibah serupa tidak lagi meneror keselamatan warga.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai pengawasan fasilitas gas di Kota Bekasi? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah dan jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih banyak warga yang waspada. Tetap pantau perkembangan terbaru kasus ini hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















