Pemkot Bekasi Libatkan Puslabfor Polri Ungkap Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe (tengah) didampingi jajaran terkait tengah memberikan keterangan pers kepada awak media saat meninjau langsung lokasi pasca-kebakaran SPBE di wilayah Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (02/04/2026). (Foto: RakyatBekasi.Com)

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe (tengah) didampingi jajaran terkait tengah memberikan keterangan pers kepada awak media saat meninjau langsung lokasi pasca-kebakaran SPBE di wilayah Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (02/04/2026). (Foto: RakyatBekasi.Com)

Poin Utama:

  • ​Tim Puslabfor Mabes Polri secara resmi dilibatkan oleh Pemkot Bekasi untuk mengusut investigasi kebakaran SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.
  • ​Insiden nahas yang terjadi pada Rabu (01/04/2026) malam tersebut diduga kuat bersumber dari kebocoran gas saat proses pengisian.
  • ​Tercatat ada 14 korban terdampak luka-luka akibat peristiwa ini, dan dipastikan tidak ada korban jiwa.
  • ​Area SPBE saat ini ditutup rapat dan disterilkan untuk mengantisipasi potensi kebocoran susulan sembari menunggu olah TKP kepolisian.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah cepat dan taktis dengan menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna mengusut tuntas misteri kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Insiden mengerikan yang menggegerkan warga setempat pada Rabu (01/04/2026) malam tersebut diduga kuat akibat kegagalan sistem operasional yang memicu kebocoran gas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan transparansi investigasi serta menemukan penyebab pasti dari petaka yang melukai belasan orang tersebut.

​Apa Penyebab Kebakaran SPBE di Cimuning Mustikajaya?

​Dugaan sementara, penyebab kebakaran SPBE Cimuning berasal dari kebocoran gas mematikan yang terjadi saat proses pengisian dari tangki utama ke tabung-tabung berukuran Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.

Tim ahli dari kepolisian dikerahkan untuk membedah masalah teknis kelalaian di area pengisian tersebut.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengonfirmasi temuan awal ini saat meninjau kondisi SPBE yang hangus.

​”Kejadian musibah kebakaran tersebut bersumber dari tempat pengisian bahan bakar gas untuk tabung-tabung yang kecil dan juga yang besar,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat meninjau lokasi SPBE Cimuning, Kamis (02/04/2026).

​Berapa Jumlah Korban Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning?

​Berdasarkan laporan di lapangan, insiden ledakan dan kebakaran tersebut mengakibatkan belasan orang mengalami luka.

Kendati kerugian material belum dihitung secara utuh, pihak Pemkot Bekasi mengklaim tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini.

Berikut adalah rincian data korban:

  • Total Korban: 14 orang terdampak langsung.
  • Kondisi: Mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
  • Korban Jiwa: Nihil (0 meninggal dunia).

​Bagaimana Langkah Penanganan Pemkot Bekasi dan Polri Selanjutnya?

​Saat ini, petugas dari otoritas terkait telah menutup paksa seluruh katup utama dan mensterilkan area kejadian guna mencegah potensi letupan susulan yang mengancam nyawa.

Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh kepolisian dijadwalkan akan dilakukan sesegera mungkin di bawah penjagaan ketat.

​”Jadi sekarang pun kita tidak bisa masuk ke dalam. Insyaallah dalam waktu dekat, hari ini polisi akan mulai turun untuk investigasi,” tuturnya.

​Pemkot Bekasi memastikan akan mendampingi penuh tim kepolisian dan memenuhi segala keperluan demi kelancaran investigasi. Kewaspadaan tingkat tinggi terus diterapkan lantaran ancaman kebocoran gas lanjutan belum sepenuhnya hilang.

​Tragedi kebakaran di SPBE Cimuning ini menjadi alarm peringatan keras terkait lemahnya standar pengawasan keselamatan fasilitas gas di Kota Bekasi.

Diharapkan hasil forensik kepolisian segera mengungkap fakta sebenarnya agar musibah serupa tidak lagi meneror keselamatan warga.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai pengawasan fasilitas gas di Kota Bekasi? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah dan jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih banyak warga yang waspada. Tetap pantau perkembangan terbaru kasus ini hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x