Tujuh Orang Tumbang dalam Kebakaran SPBE Cimuning, Disdamkarmat sebut Kebocoran Gas jadi Pemicu

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas Disdamkarmat Kota Bekasi tengah berjibaku menembus gelapnya malam untuk memadamkan amukan api yang menghanguskan bangunan saat terjadi kebakaran hebat di SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Rabu (01/04/2026) malam. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Sejumlah petugas Disdamkarmat Kota Bekasi tengah berjibaku menembus gelapnya malam untuk memadamkan amukan api yang menghanguskan bangunan saat terjadi kebakaran hebat di SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Rabu (01/04/2026) malam. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Poin Utama:

  • Lokasi: Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.
  • Waktu Insiden: Rabu (01/04/2026) malam pukul 21.08 WIB hingga Kamis (02/04/2026) dini hari.
  • Penyebab: Kebocoran gas maut saat proses pengisian tabung utama yang menghanguskan area seluas 2.000 meter persegi.
  • Korban: 7 orang, termasuk warga sekitar lokasi, dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan intensif.

​Petaka melanda kawasan Mustikajaya saat amukan si jago merah melahap habis area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu (01/04/2026) malam.

Kebakaran dahsyat yang dipicu oleh fatalnya kebocoran gas ini tidak hanya meluluhlantakkan area seluas dua ribu meter persegi, tetapi juga memakan korban fisik. Sebanyak 12 armada pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi harus dikerahkan, berjibaku menantang maut semalaman hingga Kamis (02/04/2026) dini hari demi menjinakan kobaran api yang mengancam kawasan pemukiman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Penyebab Kebakaran SPBE di Cimuning Mustikajaya?

​Hasil investigasi awal dari pihak Disdamkarmat Kota Bekasi mengungkap bahwa malapetaka ini murni bermula dari insiden kebocoran gas.

Nahasnya, percikan api muncul tepat ketika proses pengisian gas ke tabung utama sedang berlangsung, di lokasi yang memang memiliki tingkat kerentanan ledakan yang sangat tinggi.

​Laporan insiden menegangkan ini pertama kali diterima oleh petugas piket pemadam kebakaran pada pukul 21.08 WIB, langsung dari salah satu pegawai perusahaan yang panik melihat kobaran api.

​”Dengan adanya kejadian tersebut, petugas langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman api,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (02/04/2026).

​Berapa Jumlah Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi?

​Dampak dari ledakan dan kobaran api liar ini terbilang sangat parah. Operasional SPBE lumpuh total setelah api melahap area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Tragisnya, insiden fatal ini membuat nyawa manusia menjadi taruhan.

​”Terdapat 7 orang korban jiwa terdampak, termasuk warga sekitar yang kini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit,” terang Heryanto.

​Berikut adalah ringkasan fakta di lapangan terkait dampak kebakaran tersebut:

  • Area Terdampak: ± 2.000 meter persegi fasilitas SPBE hangus.
  • Korban: 7 orang terluka (gabungan antara pekerja dan warga sekitar).
  • Armada Dikerahkan: 12 unit mobil Pemadam Kebakaran dari Pemkot Bekasi.

​Bagaimana Kondisi Terkini di Lokasi SPBE Cimuning?

​Setelah perlawanan tanpa henti melawan kobaran api oleh tim gabungan dari berbagai unsur pertolongan dan evakuasi, situasi perlahan dapat dijinakan.

Area kejadian yang sempat mencekam kini telah berstatus hijau atau terkendali sepenuhnya.

​”Dengan api dipadamkan petugas pukul 03.45 WIB, Kamis dini hari pagi tadi. Kini tengah dilakukan proses pendinginan lebih lanjut agar kejadian serupa tidak menimbulkan percikan api kembali di sekitar lokasi,” tutup Heryanto.

​Peristiwa mengerikan ini tentu menjadi tamparan dan alarm keras bagi seluruh pengelola industri berisiko tinggi di wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi.

Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan wajib diperketat, agar nyawa warga yang bermukim tak jauh dari lokasi industri tidak lagi menjadi tumbal kelalaian teknis.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai jaminan sistem keamanan di area SPBE yang berdekatan dengan pemukiman? Jangan lupa bagikan informasi ini dan pantau terus update berita kritis, tajam, dan tepercaya seputar Kota dan Kabupaten Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.

Visited 109 times, 6 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah
Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
Panti Pijat Plus-Plus Tak Tersentuh Aparat, Ulama Kritik Keras Pemkot Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:11 WIB

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:02 WIB

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Senin, 15 Juni 2026 - 09:06 WIB

Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas

Senin, 15 Juni 2026 - 08:33 WIB

​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Gaji PPPK Ditanggung APBN, APBD Pemkot Bekasi Optimal untuk Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:01 WIB

Infografis Pencairan Dana Hibah RW Kota Bekasi 2026. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:11 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Opini

Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?

Senin, 15 Jun 2026 - 19:59 WIB

Dua anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mubakhi (kiri) dan H. Nawal Husni (kanan), yang resmi bertukar tugas antara Komisi 1 dan Komisi 4 dalam rangka rotasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (15/06/2026). (Foto: Istimewa/Kolase RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

Penyegaran AKD DPRD Kota Bekasi, Dua Legislator PPP Bertukar Komisi

Senin, 15 Jun 2026 - 15:02 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x