BEKASI – Menjelang perhelatan akbar Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Indramayu, National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bekasi mempertegas komitmennya dalam pengelolaan anggaran.
Pihak NPCI memastikan pemanfaatan dana hibah NPCI Kota Bekasi sebesar Rp2 miliar dikelola secara ketat, transparan, dan fokus sepenuhnya pada pembinaan atlet disabilitas.
Penegasan ini menjadi sangat krusial di tengah sorotan publik terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah yang terjadi di wilayah tetangga, Kabupaten Bekasi, yang menyeret oknum ketua dan bendahara NPCI setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen Transparansi dan Pengelolaan Anggaran
Ketua NPCI Kota Bekasi, Toni Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin main-main dalam mengelola amanah anggaran dari pemerintah daerah.
Ia memastikan bahwa seluruh penggunaan dana, baik untuk bonus prestasi maupun program pembinaan jangka panjang, telah berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
”Alhamdulillah, walaupun nilainya kecil dibandingkan wilayah lain, dana hibah NPCI sudah kami cairkan pada bulan Juni 2025 lalu. Kami langsung fokuskan alokasi tersebut untuk bonus atlet berprestasi dan program pembinaan intensif menuju Peparda,” tegas Toni kepada awak media, Kamis (04/12/2025).
Toni menambahkan bahwa seluruh proses pencairan dan penggunaan anggaran berada di bawah pengawasan ketat Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi.
”Penggunaannya berjalan lancar dan sesuai prosedur di bawah pengawasan Dispora. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan administratif kami,” tambahnya.
Target Tembus 10 Besar di Peparda 2026
Pemanfaatan anggaran yang efektif ini bukan tanpa alasan. NPCI Kota Bekasi memiliki ambisi besar untuk memperbaiki peringkat prestasi olahraga disabilitas di tingkat Jawa Barat.
Pada Peparda 2022 lalu, Kota Bekasi harus puas berada di posisi ke-17. Namun, dengan strategi pembinaan yang lebih terstruktur dan dukungan anggaran yang tepat sasaran, Toni optimis atlet-atlet binaannya mampu melesat ke posisi 10 besar pada ajang Peparda di Indramayu tahun depan.
”Capaian tahun lalu jadi bahan evaluasi serius bagi kami. Dengan pemanfaatan dana yang optimal dan disiplin, kami yakin prestasi atlet disabilitas Kota Bekasi bisa meningkat signifikan,” ungkap Toni dengan optimis.
Prihatin atas Kasus Hukum di Kabupaten Bekasi
Dalam kesempatan tersebut, Toni juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus hukum yang menimpa pengurus NPCI Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, penyalahgunaan dana hibah tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghancurkan mimpi para atlet yang seharusnya mendapatkan dukungan penuh.
”Hibah mereka (Kabupaten Bekasi) sangat besar, sekitar Rp7 miliar, tetapi peruntukannya justru diduga jadi bancakan oknum. Kasus ini jelas merugikan citra dunia olahraga disabilitas yang seharusnya kita junjung tinggi integritasnya,” ujarnya.
Sinergi dengan Dispora untuk Pengawasan
Sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terjadi di Kota Bekasi, NPCI secara aktif melibatkan Dispora setempat dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan.
Proses verifikasi dan pendampingan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pelatihan atlet.
Langkah transparansi ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik dan pemerintah, sehingga para atlet dapat berlatih dengan tenang dan fokus mencetak prestasi gemilang bagi Kota Bekasi.
Apakah Anda mendukung kemajuan atlet disabilitas Kota Bekasi? Bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat sportivitas dan integritas dalam dunia olahraga!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































