Pemkot Bekasi Siap Tuntaskan Pembahasan Kenaikan UMK 2026 Sebesar 15% Sebelum Deadline

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari atas mobil komando, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berdialog dengan ratusan massa aksi dari Buruh Bekasi Melawan, Kamis (30/10/2025).

Dari atas mobil komando, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berdialog dengan ratusan massa aksi dari Buruh Bekasi Melawan, Kamis (30/10/2025).

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan akan mengawal secara ketat proses pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) untuk tahun 2026. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penetapan UMK sebelum batas waktu akhir yang ditetapkan pemerintah pusat pada 21 November mendatang.

​Pernyataan ini disampaikan Tri Adhianto setelah menerima audiensi dari Aliansi Buruh Bekasi Melawan di Plaza Pemkot Bekasi, Kamis (30/10/2025). Para buruh mendatangi kantor wali kota untuk meminta kejelasan dan jaminan terkait proses kenaikan upah minimum tahun depan yang akan segera dibahas oleh Dewan Pengupahan Kota (Depeko).

Komitmen Wali Kota Pasca Audiensi Buruh

​Menanggapi aspirasi para pekerja, Tri Adhianto menyatakan akan berperan aktif dalam memantau jalannya pembahasan di tingkat Depeko. Ia menekankan pentingnya proses yang transparan dan tepat waktu agar rekomendasi UMK Kota Bekasi dapat segera disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Saya tegaskan bahwa Depeko harus segera menyusun jadwal untuk rapat-rapat pembahasan. Saya akan mengawal langsung proses ini,” ujar Tri Adhianto. “Tujuannya agar kita tidak terlambat dari ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Proses ini masih berjalan sesuai jalurnya, dari kami ke Gubernur, lalu ke Kementerian.”

Tuntutan Buruh: Kenaikan Upah dan Pencabutan Regulasi

​Dalam aksinya, Aliansi Buruh Bekasi Melawan menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, mereka menuntut kenaikan UMK Kota Bekasi untuk tahun 2026 sebesar 10% hingga 15%. Jika dirupiahkan, kenaikan ini setara dengan Rp 550 ribu hingga Rp 700 ribu dari upah saat ini.

​Selain kenaikan upah, para buruh juga mendesak pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja, yang mereka anggap merugikan hak-hak pekerja.

Proyeksi Kenaikan UMK 2026

​Saat ini, UMK Kota Bekasi tahun 2025 tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Barat, yaitu sebesar Rp5.690.752, setelah mengalami kenaikan 6,5% dari tahun sebelumnya.

​Jika tuntutan buruh untuk kenaikan minimal 10% (sekitar Rp 550 ribu) disetujui, maka UMK Kota Bekasi 2026 akan menjadi Rp6.240.752. Sementara jika kenaikan maksimal 15% (sekitar Rp 700 ribu) terealisasi, UMK akan mencapai Rp6.390.752.

Mekanisme dan Batas Waktu Penetapan UMK

​Proses penetapan upah minimum secara nasional diatur dalam PP Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan. Pasal 29 Ayat 1 dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa pengumuman kenaikan upah minimum untuk tahun berikutnya harus dilakukan paling lambat pada tanggal 21 November.

​Pemkot Bekasi bersama Depeko kini berpacu dengan waktu untuk merumuskan angka yang ideal dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, inflasi, serta aspirasi dari pihak pengusaha dan pekerja sebelum diajukan ke tingkat provinsi.

Bagaimana pendapat Anda mengenai tuntutan kenaikan UMK di Kota Bekasi? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:12 WIB

Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

Berita Terbaru

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x