Pemprov Jabar Siapkan Skema Baru, Warga di Luar BPJS Tetap Dijamin Layanan Kesehatan Gratis

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa perayaan Hari Jadi ke-29 Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi pada Selasa (10/03/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa perayaan Hari Jadi ke-29 Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi pada Selasa (10/03/2026).

Poin Utama:

  • Target Penerima: Warga Jawa Barat di luar data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang bersedia menggunakan fasilitas perawatan Kelas 3.
  • Lokasi Layanan: Fasilitas kesehatan dan Rumah Sakit di seluruh wilayah Jawa Barat serta DKI Jakarta.
  • Mekanisme Anggaran: Pemprov Jabar dan Pemkot/Pemkab akan membayar biaya pengobatan secara langsung ke pihak Rumah Sakit tanpa melalui lembaga perantara.
  • Target Waktu: Tahap perencanaan dan penyusunan draf Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kepala Bappeda Jabar mulai digagas pada Maret 2026.

BEKASI – Kabar gembira bagi masyarakat Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah menggagas inovasi jaminan kesehatan baru bagi warga yang tidak ter-cover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

​Inovasi ini berupa rencana kerja sama langsung antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat Kabupaten/Kota, dan berbagai Rumah Sakit (RS) untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses pengobatan yang layak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Gagasan strategis ini disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (10/03/2026).

​Sasar Warga Non-PBI BPJS dengan Fasilitas Kelas Tiga

​Fokus utama dari program ini adalah memberikan jaring pengaman kesehatan bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

​”Saya bersama Kepala Bappeda Jawa Barat akan menandatangani usulan penanganan layanan kesehatan bagi warga di luar data PBI BPJS. Nantinya, kesehatan mereka akan tetap dijamin oleh negara,” ucap Dedi Mulyadi di hadapan para hadirin.

​Adapun jaminan pengobatan gratis ini bisa dinikmati dengan syarat warga bersedia dirawat dengan standar pelayanan rumah sakit kelas tiga.

​MoU Lintas Wilayah: Jangkau RS Jabar hingga Jakarta

​Untuk merealisasikan program tersebut, Pemprov Jabar akan merumuskan Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) yang melibatkan setiap Kepala Daerah di Jawa Barat. Menariknya, kerja sama ini tidak hanya mencakup RS di wilayah Jawa Barat, tetapi juga menjangkau fasilitas kesehatan di DKI Jakarta.

​”MoU dengan siapa? Dengan seluruh Rumah Sakit yang ada di Jawa Barat dan Rumah Sakit di Jakarta. Tujuannya adalah memberikan jaminan bagi warga Jabar yang berobat, di mana biayanya akan langsung dibayarkan oleh Pemprov Jabar serta Pemkot atau Pemkab setempat,” ujar Dedi menjelaskan.

​Kemudahan Akses bagi Pekerja Komuter Kota Bekasi

​Pelibatan Rumah Sakit di Jakarta bukanlah tanpa alasan. Gubernur Dedi Mulyadi memahami dinamika sosiologis warganya, khususnya warga Kota Bekasi, yang mayoritas merupakan pekerja komuter di ibu kota.

​”Saya paham orang Kota Bekasi itu kerjanya di Jakarta. Jadi, kalau dia sakit pada siang hari saat bekerja di Jakarta, dia bisa langsung masuk Rumah Sakit di sana,” terangnya.

​Dedi juga menceritakan bahwa skema serupa sebenarnya bukan hal baru. Sebelum Undang-Undang BPJS diterapkan secara masif, program jaminan kesehatan daerah pernah berjalan sukses. Ia mencontohkan kerja sama yang pernah dilakukan oleh Pemkab Purwakarta dan Pemkot Bekasi di era mantan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

​Efisiensi Anggaran: Potong Jalur Birokrasi Pembayaran

​Salah satu poin penting yang ditekankan Dedi Mulyadi adalah efisiensi anggaran daerah. Dengan skema baru ini, Pemprov dan Pemda akan membayar tagihan pengobatan secara langsung kepada pihak rumah sakit.

​Langkah ini diklaim jauh lebih hemat karena memotong biaya operasional lembaga perantara.

​”Kenapa bayar langsung ke rumah sakit itu lebih murah? Karena kita tidak perlu membayar biaya manajemen kelembagaan. Kalau melalui lembaga tertentu, kan harus ada alokasi untuk gaji Direktur Utama, Komisaris, biaya operasional kantor, hingga perjalanan dinas. Komponen biayanya sangat banyak,” tutur Dedi secara gamblang.

​Harapan Layanan Kesehatan yang Merata dan Adil

​Melalui skema direct payment (pembayaran langsung) ke fasilitas kesehatan, Dedi berharap anggaran yang ada bisa difokuskan murni untuk biaya perawatan masyarakat yang sedang sakit.

​”Kalau langsung ke rumah sakit, fokusnya jelas: siapa yang berobat, tagihannya langsung dibayar. Tentu ini lebih efisien. Saat ini kami sedang melakukan penjajakan intensif, karena masalah layanan kesehatan ini harus segera dicari jalan keluarnya dan menjadi orientasi kita ke depan,” pungkasnya.

Apakah Anda mendukung penuh gagasan layanan kesehatan gratis di luar skema BPJS ini? Jangan lupa bagikan artikel ini ke keluarga dan rekan kerja Anda agar mereka tidak ketinggalan informasi penting seputar layanan kesehatan di Jawa Barat!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
Tolak Parkir Berbayar GGC, Warga Desak Pemkot Bekasi Ambil Alih Fasum
Rupiah Anjlok, DKPPP Jamin Stok Kedelai Kota Bekasi Aman
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:35 WIB

Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:03 WIB

Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda

Berita Terbaru

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko (tengah, berkemeja cokelat), mengamati peta tata ruang perlintasan sebidang bersama Plh Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe dan Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Susanto di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jumat (22/5/2026).

Parlementaria

Tragedi KA Maut: DPR Desak Flyover Bekasi Segera Dibangun!

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:47 WIB

Mahasiswa yang tergabung dalam DPC GMNI Kota Bekasi membentangkan spanduk dan berorasi saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (21/05/2026).

Bekasi

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x