Tak Kantongi Izin PBG, Ratusan Lapangan Padel di Jakarta Terancam Dibongkar

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas olahraga Padel yang kini tengah digandrungi masyarakat dan resmi menjadi objek pajak baru Pemerintah Kota Bekasi mulai akhir tahun 2025.

Ilustrasi aktivitas olahraga Padel yang kini tengah digandrungi masyarakat dan resmi menjadi objek pajak baru Pemerintah Kota Bekasi mulai akhir tahun 2025.

Poin Utama:

  • Jumlah Kasus: 185 dari 397 lapangan padel di DKI Jakarta beroperasi tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
  • Lokasi Terlarang: Aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan di tengah kawasan permukiman warga.
  • Sanksi Pelanggaran: Penghentian kegiatan, pembongkaran fasilitas fisik, hingga pencabutan izin usaha secara permanen.
  • Aturan Jam Operasional: Khusus lapangan berizin yang berada di area perumahan, batas waktu operasional maksimal adalah pukul 20.00 WIB.

JAKARTA – Tren olahraga padel yang tengah menjamur di ibu kota ternyata menyisakan masalah administrasi yang serius. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat bahwa nyaris separuh dari total fasilitas olahraga ini beroperasi secara ilegal.

Sebanyak 185 dari 397 lapangan padel di Jakarta dipastikan bodong karena tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertumbuhan Pesat Fasilitas Olahraga Tanpa Izin

​Maraknya pembangunan lapangan padel di berbagai sudut Jakarta rupanya tidak diimbangi dengan kepatuhan para pengusaha terhadap regulasi tata ruang.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, Vera Revina Sari, mengonfirmasi tingginya angka pelanggaran izin tersebut.

​“Sampai dengan 23 Februari 2026, tercatat ada 185 bangunan padel yang tidak memiliki izin PBG,” ungkap Vera melalui pesan singkat, Rabu (25/02/2026).

​Meskipun demikian, Vera mengakui bahwa kecepatan perkembangan pembangunan lapangan padel Jakarta saat ini memang luar biasa seiring dengan tingginya minat masyarakat.

Hingga kini, baru 212 bangunan lapangan padel yang tercatat sudah mematuhi aturan dengan mengantongi PBG.

Kewajiban Dokumen PBG dan SLF

​Vera menegaskan, PBG bukanlah sekadar formalitas, melainkan dokumen wajib yang mutlak dimiliki sebelum sebuah bangunan dapat didirikan dan digunakan secara legal.

Setelah PBG diterbitkan, barulah pihak pengelola dapat melangkah ke tahap selanjutnya, yakni mengajukan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

SLF inilah yang menjadi bukti sah bahwa struktur bangunan aman dan layak digunakan oleh publik.

​“Dokumen wajibnya adalah PBG. Izin selanjutnya adalah SLF. Kalau PBG saja tidak punya, sudah pasti mereka tidak mungkin bisa mengajukan SLF,” paparnya menegaskan prosedur hukum yang berlaku.

Sanksi Tegas Pemprov DKI: Pembongkaran hingga Pencabutan Izin

​Menanggapi fenomena banyaknya lapangan padel bodong, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo langsung mengambil sikap tegas.

Ia memastikan bahwa Pemprov DKI tidak akan segan menindak para pelaku usaha yang membandel dan mengabaikan keselamatan serta ketertiban tata ruang.

​“Karena kami menyinyalir bahwa ada lapangan-lapangan padel yang tidak memiliki izin ataupun tidak memiliki PBG, maka sanksinya jelas: akan dilakukan penghentian kegiatan, pembongkaran, hingga pencabutan izin usaha,” tegas Pramono.

Syarat Ketat Pembangunan Lapangan Baru

​Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat izin pembangunan lapangan padel yang baru.

Mas Pram sapaan Karibnya, menginstruksikan bahwa setiap calon pemilik atau pengembang wajib mendapatkan persetujuan izin teknis awal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jakarta.

​Langkah preventif ini dilakukan sebagai acuan tata kelola kota, sehingga tidak semua orang bisa membangun lapangan padel secara sembarangan di wilayah Jakarta tanpa kajian teknis yang matang.

​Lebih lanjut, regulasi baru ini juga menetapkan zonasi ketat. Pemerintah Jakarta melarang keras pembangunan lapangan padel di atas aset lahan milik Pemda DKI Jakarta serta di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) demi menjaga keseimbangan ekologis kota.

Aturan Jam Operasional di Kawasan Permukiman

​Selain regulasi lahan, dampak lingkungan berupa polusi suara juga menjadi sorotan utama. Pramono melarang keras pembangunan lapangan padel baru di tengah area permukiman warga.

Suara pantulan bola pada dinding kaca dan raket kerap kali memicu keluhan karena dianggap mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.

​Lantas, bagaimana dengan lapangan padel di area perumahan warga yang telanjur dibangun dan sudah terlanjur memiliki izin?

​Sebagai jalan tengah, Pramono memutuskan adanya pembatasan waktu. “Bagi lapangan padel berizin yang berada di dalam area perumahan warga, jam operasionalnya dibatasi maksimal hanya sampai pukul 20.00 WIB,” pungkasnya.

​Solusi ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan ruang olahraga masyarakat tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan ketenangan warga sekitar pada malam hari.

Penertiban fasilitas komersial tanpa izin ini diharapkan mampu mengembalikan keteraturan tata ruang kota dan kenyamanan warga sekitarnya.

Jika Anda menemukan indikasi bangunan liar yang mengganggu ketertiban umum di wilayah Anda, segera manfaatkan layanan pengaduan resmi dari pemerintah daerah setempat.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
Awas Macet! Ini Titik Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Terbaru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan tahap konstruksi fisik proyek Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi di Eks Gedung Dinas Kesehatan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/07/2026). Bangunan ini tengah melalui tahap re-desain agar lebih modern dan inklusif.

Bekasi

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:07 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, saat memberikan keterangan terkait lonjakan realisasi pencairan dana hibah Program Lingkar RW Beken yang kini telah dinikmati oleh 267 RW di Kota Bekasi, Selasa (21/07/2026).

Bekasi

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:14 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x