Poin Utama:
- Status Perbaikan: Satu unit pompa air yang terbakar pada Kamis (29/01) telah berhasil diperbaiki dan beroperasi normal kembali.
- Total Armada: Sebanyak 11 unit pompa di Polder Kalimati dinyatakan siap siaga (“standby”) menghadapi potensi hujan susulan.
- Wilayah Terdampak: Polder ini krusial untuk mengendalikan banjir di area DAS Rawalumbu, Bantargebang, Jalan RA Kartini, hingga Unisma.
- Respon Cepat: Pemkot Bekasi berkolaborasi dengan BBWS untuk penyediaan pompa mobile saat insiden terjadi.
BEKASI TIMUR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, telah berfungsi optimal.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa satu unit pompa yang sempat terbakar akibat tingginya intensitas penyedotan air kini sudah diperbaiki dan beroperasi normal per Jumat (30/01/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Pompa Polder Kalimati Sempat Mengalami Kerusakan?
Insiden terbakarnya mesin pompa disebabkan oleh operasional mesin yang diporsir terus-menerus untuk mengurangi luapan Kali Bekasi yang tinggi. Mesin dilaporkan mengalami overheat dan terbakar pada Kamis (29/01) pagi, namun tim teknis langsung bergerak cepat melakukan penanganan.
”Pompa air sudah oke, sudah berangsur normal kembali. Dan saya kira kita langsung gerak cepat dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Karena begitu pompanya meledak, langsung ada pompa mobile yang kemudian kita siagakan,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/01/2026).
Langkah taktis pelibatan pompa mobile dari BBWS tersebut dilakukan untuk mencegah genangan meninggi di pemukiman warga saat proses perbaikan mesin utama berlangsung.
Wilayah Mana Saja yang Dilindungi oleh Polder Kalimati?
Fungsionalitas Polder Kalimati sangat vital karena menjadi daerah tampungan air utama bagi beberapa wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Bekasi.
Tri Adhianto menjelaskan bahwa polder ini menjadi benteng pertahanan banjir bagi area padat penduduk dan jalan protokol.
”Karena itu (Polder Kalimati) untuk kita melindungi DAS kita yang Rawalumbu. Kemudian Bantargebang, Jalan RA Kartini sampai UNISMA,” tuturnya menambahkan.
Dengan normalnya kembali pompa tersebut, diharapkan aliran air dari wilayah hulu seperti Bantargebang dan Rawalumbu dapat dikelola dengan baik sebelum masuk ke saluran pembuangan utama.
Bagaimana Kesiapan DBMSDA Kota Bekasi Menghadapi Hujan Susulan?
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi memastikan seluruh armada pompa dalam kondisi prima.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengonfirmasi bahwa perbaikan pompa yang terbakar telah rampung sejak Kamis sore, sesaat setelah kejadian.
”Jadi sore hari ini Alhamdulillah, tadi pagi yang ada pompa kita terbakar. Setelah dilakukan perbaikan sama tim teknis kita. Alhamdulillah sore hari ini udah bisa nyala dan bisa berangsur normal kembali,” jelas Idi melalui keterangan resmi di akun Instagram @dbmsdakotabekasi, Kamis sore.
Idi menegaskan bahwa saat ini Polder Kartini di pintu Kalimati sudah siap melakukan penyedotan air secara berkala dengan kekuatan penuh.
”Jadi dari 11 pompa sudah siap semua, apabila sewaktu-waktu hujan turun lagi, kita siap untuk beroperasi kembali,” pungkasnya.
Pemkot Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini.
Sinergi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kebersihan saluran air lingkungan sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak banjir.
Punya informasi terkait genangan atau infrastruktur banjir yang bermasalah di lingkungan Anda? Segera laporkan ke Call Center Bekasi Siaga 112.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































