Yayasan Marhaen Sejahtera Indonesia Laporkan Kejanggalan Kasus Korupsi Dispora Bekasi ke Komjak

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketiga tersangka AZ, MAR dan AM digelandang Kejaksaan Negeri Kota Bekasi ke mobil tahanan menuju Lapas Bulak Kapal, Kamis (15/05/2025) malam.

Ketiga tersangka AZ, MAR dan AM digelandang Kejaksaan Negeri Kota Bekasi ke mobil tahanan menuju Lapas Bulak Kapal, Kamis (15/05/2025) malam.

​Bekasi, Jawa Barat – Yayasan Marhaen Sejahtera Indonesia (YAMSI) yang berkedudukan di Kota Bekasi, Jawa Barat, secara resmi melaporkan dugaan penyimpangan dalam penanganan kasus korupsi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi ke Komisi Kejaksaan (Komjak). Laporan ini ditujukan kepada Ketua Komjak, Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, MH, SH, dan dikirimkan pada 14 Agustus 2025.

​Dalam surat laporannya, YAMSI menyoroti adanya dugaan “main mata” antara aparat Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan pihak-pihak terkait. Menurut YAMSI, Kejaksaan hanya menetapkan tiga tersangka dalam kasus Dispora yang mencuat pada 15 Mei 2025: AZ (Kepala Dinas), MAR (pensiunan Kabid Dispora), dan M (Direktur Utama PT CIA).

​YAMSI menduga ada pihak lain yang seharusnya ikut bertanggung jawab, namun diabaikan oleh Kejaksaan. Pihak-pihak tersebut termasuk Komisaris Utama PT CIA, Tomi Uno Walangitan (TUW), dan sejumlah Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024. TUW dan para anggota dewan ini diduga kerap berkomunikasi dan melakukan lobi dengan tersangka AZ.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kasus ini berawal dari temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat. BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran atau overpayment sebesar Rp 4,7 miliar dalam proyek Dispora Kota Bekasi Tahun Anggaran 2023. BPK telah meminta Walikota Bekasi untuk mengembalikan dana tersebut ke Kas Daerah.

​Menurut YAMSI, proyek ini merupakan proyek aspirasi, atau yang dikenal dengan “Pokok-Pokok Pikiran” (Pokir), yang diajukan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi. YAMSI menduga bahwa TUW dan para anggota dewan ini adalah penentu jenis barang dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) proyek tersebut, yang membuat dinas tidak berdaya. Ada dugaan bahwa untuk memuluskan proyek ini, TUW telah mengucurkan miliaran rupiah kepada sejumlah anggota dewan.

​YAMSI meminta Komjak untuk memeriksa Kepala Kejaksaan Kota Bekasi dan stafnya, karena mereka diduga telah “menyelamatkan” pemilik barang, TUW, dan sejumlah pemilik proyek Pokir. Selain itu, YAMSI juga meminta agar Kejaksaan Negeri Kota Bekasi segera menetapkan TUW dan sejumlah anggota DPRD tersebut sebagai tersangka.

​Laporan ini juga menyebutkan bahwa TUW dan sejumlah anggota DPRD telah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri, kecuali AF, seorang petinggi partai. YAMSI menekankan bahwa penuntasan kasus korupsi hingga ke akar-akarnya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang disampaikan dalam Sidang DPR RI pada 16 Agustus 2025. YAMSI berharap kasus ini dapat memberantas “tikus-tikus kecil” yang menggerogoti APBD di daerah, khususnya Kota Bekasi.

Surat laporan ini tidak hanya dikirimkan kepada Komjak, melainkan juga kepada beberapa lembaga tinggi negara lainnya, seperti Presiden RI, Wakil Presiden, Ketua DPR, Ketua KPK, Ketua BPK Pusat, Kapolri, dan Kepala Kejaksaan Agung RI.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031
Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri
Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok
Ultimatum Wali Kota Bekasi Jelang Konstruksi Fly Over Bulak Kapal 15 November: Bongkar Mandiri Pekan Depan atau Dieksekusi Pemkot!
Dilirik Wali Kota Mississauga Kanada Berdarah Indonesia, Tri Adhianto Siap Jajaki Sister City Sektor Farmasi hingga Aerospace
Polemik Grand Kamala Lagoon: Evaluasi SE Wali Kota Bekasi, Pembentukan P3SRS, hingga IPL Rp622 Ribu
Pemkot Bekasi Matangkan Rekayasa Lalu Lintas Fly Over Bulak Kapal
Wali Kota Bekasi Pastikan Proyek Fly Over Bulak Kapal Dimulai 15 November 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Ultimatum Wali Kota Bekasi Jelang Konstruksi Fly Over Bulak Kapal 15 November: Bongkar Mandiri Pekan Depan atau Dieksekusi Pemkot!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Dilirik Wali Kota Mississauga Kanada Berdarah Indonesia, Tri Adhianto Siap Jajaki Sister City Sektor Farmasi hingga Aerospace

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x