Yuk Cek Rekening! Mensos Gus Ipul: Bansos 2026 sebesar Rp2,56 Triliun Sudah Cair

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) RI Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) di kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (26/02/2026).

Menteri Sosial (Mensos) RI Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) di kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (26/02/2026).

Poin Utama:

  • Target Waktu: Penyaluran Bansos Reguler tembus lebih dari 90% secara nasional pada triwulan pertama 2026.
  • Target Penerima: Menyasar lebih dari 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program PKH dan BPNT.
  • Anggaran & Lokasi: Total dana sebesar Rp2,56 triliun disalurkan, termasuk bansos adaptif senilai Rp632,8 miliar khusus bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
  • Mitra Penyalur: Proses pencairan dikawal ketat dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia di awal tahun ini. Menteri Sosial (Mensos) RI Syaifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengklaim bahwa proses penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler telah menembus angka di atas 90 persen secara nasional pada triwulan pertama 2026.

​Akselerasi pencairan bansos Kemensos 2026 ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka kemiskinan ekstrem di berbagai wilayah.

​Percepatan Penyaluran Bansos Reguler 2026

​Bansos reguler yang kini tengah dikebut penyalurannya menyasar lebih dari 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan ini disalurkan melalui dua skema utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

​“Proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, baik untuk PKH maupun BPNT. Itu diperuntukkan bagi 18 juta lebih keluarga penerima manfaat,” tegas Gus Ipul kepada wartawan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (26/02/2026).

​Langkah cepat ini diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

​Fokus Penanganan Bencana: Bansos Adaptif di Pulau Sumatera

​Selain fokus pada bansos reguler, Kemensos juga merespons cepat situasi tanggap darurat dengan mengucurkan bansos adaptif.

Pada tahap pertama ini, dana senilai Rp632,8 miliar disiapkan khusus untuk penanganan bencana alam yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

​“Ini sudah mulai proses salur karena tentu penerima manfaatnya sudah terverifikasi, mulai dari usulan pemerintah daerah, dan ditandatangani oleh Pak Mendagri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi,” tutur Gus Ipul memaparkan prosedur penyaluran.

​Rincian Bantuan Bencana Kemensos

​Untuk memastikan pemulihan berjalan optimal, alokasi bansos adaptif tersebut dibagi ke dalam beberapa pos krusial:

  • Logistik Masa Darurat: Lebih dari Rp99 miliar.
  • Santunan Ahli Waris: Diberikan kepada 990 korban jiwa dengan total Rp14 miliar.
  • Jaminan Hidup (Jadup): Dialokasikan untuk 175.211 penerima senilai Rp238 miliar (Rp450.000 per bulan selama tiga bulan).
  • Bantuan Pengisian Rumah: Diberikan kepada 47.000 keluarga senilai lebih dari Rp143 miliar (jatah Rp3 juta per keluarga).
  • Stimulan Sosial Ekonomi: Sebesar Rp238 miliar yang dialirkan ke 47.000 keluarga lainnya untuk memulihkan roda perekonomian.

​Total Dana Rp2,56 Triliun untuk Tiga Provinsi Terdampak

​Apabila dana bansos adaptif tersebut dijumlahkan dengan bansos reguler yang alokasinya mencapai Rp1,83 triliun, maka total dana pemulihan dan bantuan yang diguyur ke tiga provinsi terdampak bencana menembus angka Rp2,56 triliun.

​“Jadi kalau ditotal, itu nilainya Rp 2.564.819.421.880. Inilah yang sudah kita salurkan. Mudah-mudahan tentu lancar dan akhirnya nanti diterima utuh oleh penerima manfaat,” jelas mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

​Pengawasan Ketat dan Penyaluran Transparan

​Meski dana yang mengalir terbilang sangat jumbo, Mensos menjamin seluruh proses pencairan tetap terkendali.

Untuk menjaga transparansi dan efisiensi, Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai kanal penyalur resmi.

​Gus Ipul memastikan bahwa pengawasan berlapis terus dilakukan di lapangan guna mencegah potensi penyelewengan.

​“Kami melakukan pendampingan, monitoring, dan sekaligus tentu kita jaga pelaporan-pelaporannya sehingga penyaluran ini tetap prudent, berhati-hati, sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan bisa benar-benar dimanfaatkan oleh para penerima manfaat,” pungkasnya menutup sesi wawancara.

Bagaimana pendapat Anda?

Apakah percepatan penyaluran bansos di awal tahun 2026 ini sudah cukup efektif membantu perekonomian keluarga Anda? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah, atau segera cek status kepesertaan Anda sebagai penerima manfaat melalui situs resmi [cekbansos.kemensos.go.id].


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Bekasi

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x