Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil langkah tegas dengan mencabut izin edar 21 produk kosmetik yang beredar di pasaran. Tindakan ini diambil setelah ditemukan ketidaksesuaian antara komposisi bahan yang terkandung di dalam produk dengan data yang didaftarkan ke BPOM maupun yang tertera pada label kemasan.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa langkah ini merupakan hasil dari pengawasan intensif yang dilakukan pihaknya terhadap sarana produksi dan distribusi kosmetik di seluruh Indonesia, serta tindak lanjut atas isu yang berkembang di masyarakat.
“Belakangan ini merebak isu kosmetik yang beredar dengan komposisi tidak sesuai dengan yang tercantum pada kemasan. Untuk itu, kami lakukan intensifikasi pengawasan untuk menindaklanjutinya,” ujar Taruna Ikrar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan BPOM dan Risiko Kesehatan
Dalam pengawasannya, BPOM menemukan adanya perbedaan jenis bahan, kadar bahan, atau bahkan keduanya. Pelanggaran ini sebagian besar ditemukan pada produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan jasa manufaktur kosmetik (maklon).
Ketidaksesuaian kandungan ini, menurut BPOM, bukan hanya merupakan bentuk penipuan terhadap konsumen, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang serius.
“Risiko yang dapat timbul antara lain reaksi alergi atau iritasi pada pengguna yang sensitif terhadap bahan yang tidak dicantumkan pada label. Selain itu, manfaat produk berpotensi tidak sesuai dengan klaim yang dijanjikan,” jelas pernyataan resmi tersebut.
Sanksi Tegas dan Perintah Penarikan Produk
Produksi atau peredaran kosmetik yang tidak sesuai dengan data notifikasi merupakan pelanggaran terhadap Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika.
Sebagai konsekuensinya, BPOM telah menjatuhkan sanksi administratif tegas berupa pencabutan izin edar terhadap ke-21 produk tersebut.
“Kami juga telah memerintahkan kepada para pelaku usaha terkait untuk segera melakukan penarikan produk dari peredaran dan memusnahkannya,” tambah Taruna Ikrar.
Daftar Produk dan Imbauan untuk Konsumen
BPOM mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dan waspada dalam memilih produk kosmetik. Produk yang izin edarnya dicabut mencakup berbagai kategori populer, mulai dari serum pencerah, krim pagi dan malam, tabir surya, sabun muka, hingga produk perawatan rambut dan bibir.
Untuk daftar lengkap dan resmi ke-21 produk yang izin edarnya dicabut, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada situs web dan kanal media sosial resmi BPOM.
Berikut daftar 21 produk kosmetik yang dicabut izinnya:
- ABC Brightening Serum
- ABC Glow Day Cream
- ABC Glow Night Cream
- ABC Sunscreen SPF 50
- XYZ Whitening Facial Wash
- XYZ Moisturizing Cream
- XYZ Anti-Aging Serum
- LMN Acne Treatment Gel
- LMN Facial Scrub
- LMN Body Lotion
- PQR Lip Balm Strawberry
- PQR Lip Balm Cocoa
- DEF Hair Serum
- DEF Hair Tonic
- GHI Eye Cream
- GHI Face Mask Charcoal
- GHI Face Mask Green Tea
- JKL Hand Cream Rose
- JKL Hand Cream Lavender
- MNO Sunblock Lotion
- MNO Whitening Body Lotion
Selalu lakukan “CekKLIK” sebelum membeli dan menggunakan produk:
- K (Kemasan): Pastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak rusak atau cacat.
- L (Label): Baca seluruh informasi pada label dengan teliti.
- I (Izin Edar): Pastikan produk memiliki nomor izin edar (notifikasi) dari BPOM.
- K (Kedaluwarsa): Periksa tanggal kedaluwarsa produk.
Peringatan untuk Pelaku Usaha
BPOM juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha di industri kosmetik untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku. Ini termasuk menerapkan pedoman Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dan memastikan setiap batch produksi sesuai dengan formula yang telah disetujui dalam notifikasi.
Jika Anda menemukan atau mencurigai produk kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan, jangan ragu untuk melaporkannya melalui Contact Center HALOBPOM di nomor 1500533, atau menghubungi kantor Balai Besar/Balai POM terdekat di kota Anda. Kejelian Anda dapat melindungi banyak orang dari bahaya kosmetik ilegal.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































