Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur gabungan telah menyiapkan sebanyak 914 personel untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2025.
Operasi ini dilakukan guna memastikan pengamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melintasi maupun mudik melalui Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah siap memberikan pelayanan terbaik selama periode mudik.
“Bahwasanya kita siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita sudah menyusun strategi untuk mengantisipasi gangguan dan hambatan selama pelaksanaan arus mudik lebaran,” ujar Tri kepada awak media usai Apel Ketupat Jaya di Taman Plaza Patriot Candrabhaga, Kamis (20/03/2025) sore.
Tri menjelaskan bahwa pelaksanaan Apel Ketupat Jaya merupakan bentuk pengecekan sarana dan prasarana pendukung, baik yang bersifat organik maupun lainnya.
Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh elemen yang terlibat dalam mendukung keamanan dan kelancaran mudik.
“Apel ini juga untuk memastikan bahwa pelaksanaan mudik di Kota Bekasi berjalan aman, lancar, tanpa adanya gangguan samping apapun,” tegasnya.
Tri Adhianto berharap seluruh elemen yang terlibat dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan mudik.
“Kami ingin memastikan bahwa perjalanan mudik masyarakat berlangsung lancar, aman, dan nyaman. Tidak hanya itu, kami juga mengantisipasi gangguan apapun yang dapat menghambat kelancaran arus mudik,” katanya.
Sementara itu Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Dani Hamdani, menambahkan bahwa Operasi Ketupat Jaya akan melibatkan personel dari berbagai unsur, termasuk Polres, TNI, Dinas Perhubungan, dan elemen masyarakat. Sebanyak 914 personel gabungan telah disiapkan untuk mendukung operasi ini.
“Polres Metro Bekasi Kota menyumbang 533 personel, sementara dari TNI dan Dinas Perhubungan terdapat sekitar 284 personel. Selain itu, ada 80 personel dari unsur masyarakat yang juga dilibatkan,” ungkap Kombes Dani.
Operasi ini akan berlangsung mulai 24 Maret hingga 8 April 2025, sesuai dengan kalender pelaksanaan mudik nasional.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2025, sebagaimana prakiraan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.
“Dengan perkiraan tersebut, kami sudah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan antisipasi untuk mengatasi lonjakan arus kendaraan di Kota Bekasi,” imbuh Kombes Dani.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2025 di Kota Bekasi diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menciptakan pengalaman mudik yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.