Poin Utama:
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto resmi menandatangani kerja sama Sister City dengan Kota Seongnam (Korea Selatan) dan Izumisano (Jepang) pada Selasa (07/04/2026).
- Kolaborasi ini ditargetkan mempercepat transformasi layanan publik, sistem transportasi cerdas (Smart Transport), dan investasi ekonomi lokal.
- Pemkot Bekasi berambisi memperkuat daya saing wilayah berpenduduk 2,6 juta jiwa tersebut menjadi pusat jasa dan perdagangan global di Jawa Barat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membuktikan ambisinya untuk ‘Go Internasional’ dengan melebarkan sayap kerja sama ke kawasan Asia Timur. Pada Selasa (07/04/2026), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan kunjungan kerja langsung ke Korea Selatan guna meneken kesepakatan Sister City dengan Pemerintah Kota Seongnam.
Langkah strategis ini tak berhenti di Negeri Ginseng, sebab Pemkot Bekasi secara estafet juga menjalin Nota Kesepahaman (MoU) serupa dengan Kota Izumisano, Jepang, sebagai manuver konkret mendongkrak daya saing daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Tujuan Kerja Sama Sister City Pemkot Bekasi dengan Korea dan Jepang?
Kerja sama Sister City lintas negara ini bertujuan krusial untuk mengukuhkan posisi Kota Bekasi sebagai magnet kota jasa dan perdagangan yang progresif di Jawa Barat.
Dengan populasi menyentuh angka 2,6 juta jiwa, Bekasi yang berstatus daerah penyangga ibu kota dituntut ekstra untuk terus memacu laju pertumbuhan ekonominya.
”Kami melihat Seongnam sebagai salah satu kota maju berbasis inovasi dan teknologi. Kerja sama ini akan kami manfaatkan untuk mempercepat transformasi layanan publik, memperkuat sektor jasa dan perdagangan, serta mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangannya usai penandatanganan MoU di Seongnam, Korea Selatan, Selasa (07/04/2026).
Sektor Apa Saja yang Menjadi Fokus Kolaborasi Internasional Ini?
Ruang lingkup kolaborasi dipastikan menyasar banyak sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan mendesak warga Kota Patriot.
Awalnya, relasi Pemkot Bekasi dengan Seongnam murni diinisiasi lewat bidang olahraga pada tahun 2022 silam.
Kini, ekspansi nota kesepahaman tersebut diperlebar secara masif dan mencakup beberapa poin krusial, antara lain:
- Pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan volume perdagangan.
- Penerapan teknologi sistem transportasi cerdas (Smart Transport).
- Pengelolaan lingkungan dan penguatan infrastruktur berkelanjutan.
- Promosi sektor pariwisata, budaya, serta eskalasi kapasitas SDM.
Bagaimana Respons Pemerintah Seongnam Terhadap Potensi Kota Bekasi?
Sementara itu Wali Kota Seongnam, Shin Sang Jin, menyambut positif kesepakatan bilateral ini dan secara terbuka melirik potensi besar yang ditawarkan oleh letak geografis Kota Bekasi. Kemitraan ini diyakini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen investasi jangka panjang.
”Kami berharap kerja sama ini berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua kota, khususnya di bidang ekonomi, transportasi, dan lingkungan,” kata Shin Sang Jin di sela momen penandatanganan tersebut, Selasa (07/04/2026).
Di sisi lain, peresmian kerja sama dengan Kota Izumisano, Jepang, juga menjadi bentuk komitmen timbal balik yang tegas menyusul kunjungan delegasi Jepang ke Pemkot Bekasi beberapa waktu lalu.
Ekspansi jejaring internasional ini diharapkan tidak mandek di atas kertas, melainkan harus terbukti mampu menarik investasi segar dan transfer teknologi nyata ke Kota Bekasi demi kesejahteraan warganya.
Bagaimana menurut Anda, mampukah langkah ‘Go Internasional’ ini menjawab tantangan karut-marut layanan publik di Kota Patriot? Bagikan opini tajam Anda di kolom komentar dan pantau terus update kebijakan Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















