HIPMI Kota Bekasi Sepakat Buka Pendaftaran Ulang Bakal Calon Ketum 2025?

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi telah menyepakati untuk membuka kembali pendaftaran Musyawarah Cabang (Muscab) 2025 sebagai solusi atas kontroversi pengguguran Bakal Calon Ketua Umum (Bacatum), Gandhi Dwiki Mohamad.

Ketua Tim Pemenangan Maju Bergandengan Gandhi Dwiki Mohamad, Qodri Ramadhan, mengungkapkan bahwa kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara jajaran pengurus HIPMI Kota Bekasi dan tim pemenangan Gandhi Dwiki.

“Dalam pertemuan pada Kamis (1/5), kami diberi ruang untuk berdiskusi, dan akhirnya muncul kesepakatan untuk membuka kembali pendaftaran dari awal. Kesepakatan ini telah disetujui oleh jajaran KSB HIPMI Kota Bekasi, perwakilan SC, OKK HIPMI Jawa Barat, serta tim pemenangan,” ujar Qodri, Jumat (02/05/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski telah mencapai kesepakatan, pengurus HIPMI Kota Bekasi tetap akan mengajukan hasil pertemuan tersebut kepada HIPMI Jawa Barat guna memperoleh persetujuan resmi sebelum mengimplementasikan pendaftaran ulang.

“Kami telah menyiapkan dan menyerahkan berita acara kepada pihak SC. Redaksi dokumen tersebut akan dirapikan dan dikirim ke HIPMI Jabar untuk mendapatkan keputusan final,” papar Qodri.

Persoalan ini bermula pada 28 April 2025, ketika Gandhi Dwiki Mohamad dinyatakan tidak lolos verifikasi dan digugurkan oleh Steering Committee (SC) tanpa diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan.

Qodri mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan dalam proses pengguguran tersebut, termasuk diterimanya formulir dan uang pendaftaran dari tim Gandhi, meski kemudian pencalonannya dinyatakan tidak sah.

“Jika memang kami dianggap melewati masa pendaftaran, seharusnya panitia menolak dengan tegas pengambilan dan pengembalian formulir, termasuk pembayaran. Tapi justru kami diingatkan dan ditagih untuk membayar,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sefria Hotman, anggota tim pemenangan Gandhi, meminta agar proses Muscab dihentikan sementara, sembari menunggu keputusan resmi dari HIPMI Jawa Barat .

“Dari kejadian ini terlihat jelas adanya ketidaktegasan dari panitia. Maka, kami meminta agar proses Muscab dihentikan sementara karena masih berproses dan menunggu tanggapan resmi dari HIPMI Jabar agar suasana tetap kondusif,” tegasnya.

Tim pemenangan Gandhi Dwiki Mohamad optimistis bahwa kesepakatan ini akan mengembalikan Muscab HIPMI Kota Bekasi ke jalur yang lebih adil dan demokratis.

Mereka mengusung semangat “Bertanding untuk Bersanding”, demi menjaga keutuhan organisasi serta mempererat tali persaudaraan di antara pengusaha muda di Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP
BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!
Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?
Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas
Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak
Tragedi SPBE Cimuning: Pemkot Bekasi Telat Awasi K3 dan SLF?
WFH Geser Jumat Ikut Pemerintah Pusat, Pemkot Bekasi Kaji Ulang Kebijakan Sehari Tanpa Kendaraan BBM
Terseret Suap Bekasi, KPK Segera Garap Pimpinan DPRD Jabar!

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:26 WIB

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP

Selasa, 7 April 2026 - 16:07 WIB

BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!

Selasa, 7 April 2026 - 15:39 WIB

Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?

Selasa, 7 April 2026 - 12:21 WIB

Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 11:24 WIB

Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca