Perkuat Karakter Religius, MTs Nurul Huda Rutinkan Program DHUIT

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BEKASI — Di tengah tantangan era digital yang kian kompleks, penguatan moral dan spiritual peserta didik menjadi prioritas utama lembaga pendidikan.

Menyikapi hal tersebut, MTs Nurul Huda Setu terus berinovasi dalam menguatkan pendidikan karakter melalui pendekatan religius.

Salah satu program unggulan yang dilaksanakan secara konsisten adalah Program DHUIT (Dhuha, Istighosah, dan Tahlil).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Program ini menjadi sarana vital dalam pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan religius bagi seluruh siswa di lingkungan madrasah yang terletak di Kabupaten Bekasi ini.

Implementasi Rutin Program DHUIT

Program DHUIT bukan sekadar kegiatan insidental, melainkan agenda wajib yang dilaksanakan setiap hari Jumat.

Bertempat di Masjid Nurul Huda Setu, kegiatan ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari peserta didik, dewan guru, hingga tenaga kependidikan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Istighosah dan tahlil secara khidmat.

Pelaksanaan kegiatan ini telah menjadi budaya madrasah yang melekat, bertujuan menanamkan nilai spiritual sekaligus mempererat ukhuwah (kebersamaan) antarwarga sekolah.

​Strategi Pembentukan Karakter Siswa

Kepala MTs Nurul Huda Setu, Ratna, menegaskan bahwa Program DHUIT dirancang sebagai langkah strategis madrasah.

Tujuannya adalah memastikan keseimbangan antara kecerdasan intelektual (akademik) dan kecerdasan spiritual.

​”Program DHUIT merupakan bentuk pembiasaan ibadah yang kami terapkan secara rutin. Ini adalah upaya kami untuk menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan religius pada peserta didik sejak dini,” ujar Ratna kepada awak media.

Lebih lanjut, Ratna menjelaskan bahwa madrasah berupaya membangun kesadaran beragama yang substansial, bukan sekadar seremonial.

Menurutnya, pembiasaan ibadah secara berjamaah memiliki efek ganda: membentuk kedisiplinan waktu dan meningkatkan kepedulian sosial melalui interaksi yang positif di lingkungan masjid.

Dampak Positif Bagi Peserta Didik

​Efektivitas Program DHUIT MTs Nurul Huda Setu ini mulai dirasakan langsung oleh para siswa. Kegiatan ini dinilai mampu menciptakan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas belajar mengajar (KBM) di kelas.

​Mykayla, salah satu siswi kelas IX MTs Nurul Huda Setu, mengungkapkan testimoni positifnya. Ia merasa kegiatan mingguan ini membantunya menjadi pribadi yang lebih teratur.

​”Dengan adanya Sholat Dhuha dan Istighosah setiap Jumat, kami jadi lebih terbiasa berdoa bersama dan termotivasi untuk datang ke sekolah tepat waktu. Kegiatan ini juga membuat suasana sekolah dan hati menjadi lebih nyaman dan tenang,” tutur Mykayla.

Komitmen Mencetak Generasi Berakhlak Mulia

Melalui pelaksanaan program yang berkelanjutan, MTs Nurul Huda Setu berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh.

Integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam rutinitas sekolah ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menyelenggarakan pendidikan yang holistik di Kabupaten Bekasi.

​Dengan adanya program seperti DHUIT, MTs Nurul Huda Setu optimis dapat terus berkontribusi melahirkan generasi penerus bangsa yang disiplin, religius, dan berakhlak mulia.

(Redaksi)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter
Kejar Rekor 1.000 Gol, Cristiano Ronaldo: Jika Tidak Ada Cedera Insya Allah

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:39 WIB

Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca