BEKASI – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Pemerintah Kota Bekasi pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Aksi ini bertujuan untuk mendesak pemerintah agar segera membahas dan menetapkan kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) untuk tahun 2026.
Aksi ini merupakan puncak dari kegelisahan para pekerja yang menilai belum adanya titik terang dalam perundingan upah, sementara tenggat waktu penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada November 2025 semakin dekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuntutan Utama Buruh Bekasi
Perwakilan Aliansi BBM, Sarino, yang juga menjabat sebagai Ketua PC SPL FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, menyatakan bahwa tuntutan utama dalam aksi besok adalah kenaikan UMK 2026 sebesar 10 hingga 15 persen.
“Rekan-rekan Aliansi Buruh Bekasi Melawan akan turun ke jalan untuk mendesak agar perundingan terkait kenaikan upah minimum segera dilakukan secara serius,” ujar Sarino kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (28/10/2025).
Selain kenaikan upah, massa aksi juga akan menyuarakan tuntutan lain yang tak kalah penting, yaitu pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021.
”Kami juga meminta agar PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja, segera dihapuskan karena merugikan kaum pekerja,” tegasnya.
Aksi Terbagi di Dua Titik Strategis
Sarino menjelaskan bahwa aksi buruh Bekasi akan dibagi menjadi dua agenda utama untuk memaksimalkan tekanan kepada pemerintah.
- Aksi di Kota Bekasi: Massa buruh dari wilayah Kota Bekasi akan memusatkan aksinya di Gedung Pemerintah Kota Bekasi.
- Aksi di Jakarta: Sementara itu, massa buruh dari Kabupaten Bekasi akan bergabung dengan aliansi buruh lainnya untuk menggelar aksi di Istana Negara, Jakarta.
”Aksi besok akan diikuti oleh ribuan massa yang tergabung dari berbagai serikat pekerja, seperti FSPMI, SGBN, FPBI, SPB, dan SPSI,” sambungnya.
Gelombang Protes Skala Nasional
Aksi di Bekasi ini merupakan bagian dari gelombang protes yang lebih besar di tingkat nasional. Kalangan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga menyuarakan kekecewaan yang sama.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa pertemuan di Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) belum menunjukkan kemajuan signifikan sejak rapat pertama.
”Oleh sebab itu, kalangan buruh berencana kembali menggelar aksi demo serentak untuk menuntut kenaikan UMP 2026 sebesar 8,5% hingga 10,5%,” kata Said Iqbal.
Diperkirakan, aksi di Jakarta akan diikuti oleh 5.000 hingga 10.000 buruh yang akan berpusat di Istana Negara atau Gedung DPR RI.
Imbauan Aksi Damai
Meskipun menyuarakan tuntutan dengan tegas, koordinator aksi tetap mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan melaksanakan demonstrasi secara damai.
”Kami menghimbau kepada rekan-rekan buruh untuk menghindari tindakan anarkis dan bersama-sama menciptakan iklim usaha yang kondusif selama penyampaian aspirasi,” tutup Sarino.
Pantau terus perkembangan terbaru mengenai aksi buruh dan penetapan UMK 2026 di kanal berita ini. Bagikan informasi ini agar semakin banyak pihak yang peduli terhadap isu ketenagakerjaan.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































