Bekasi Darurat Sampah, Fraksi PAN Pembangunan Desak Pembentukan BUMD ‘Waste to Energy’

- Jurnalis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

Menghadapi kondisi persampahan yang dinilai telah mencapai status darurat ekologis, Fraksi PAN Pembangunan DPRD Kota Bekasi mendesak Pemerintah Daerah (Pemkot) untuk mengambil langkah strategis dengan segera membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus menangani pengelolaan sampah.

Usulan ini mengemuka sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bekasi yang semakin kritis, mulai dari volume yang melampaui kapasitas hingga kebutuhan akan teknologi pengolahan modern.

Kondisi Kritis dan Darurat Ekologis

Juru Bicara Fraksi PAN Pembangunan, Nawal Husni, memaparkan bahwa desakan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, produksi sampah harian di Kota Bekasi sudah jauh melampaui kapasitas pengangkutan dan pengolahan yang ada saat ini, terutama dengan kondisi TPA Sumur Batu yang semakin mendekati batas maksimal daya tampungnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Produksi sampah di Kota Bekasi mencapai ribuan ton setiap hari, sementara infrastruktur pengelolaan kita tertinggal. Ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan, tetapi sudah menjadi ancaman ekologis dan substansial bagi kota,” tegas Nawal dalam keterangan resminya, Minggu (03/08/2025).

Kritik Terhadap RPJMD dan Perlunya Lembaga Khusus

Fraksi PAN Pembangunan menyoroti celah dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurut Nawal, dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, belum tercantum secara eksplisit rencana pembentukan sebuah lembaga profesional dan mandiri yang fokus menangani sampah.

“Kami menilai kondisi ini sudah masuk kategori kritis. RPJMD ke depan seharusnya mencantumkan strategi kelembagaan yang konkret dan operasional,” katanya.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada solusi parsial. Dibutuhkan sebuah badan khusus seperti BUMD yang memiliki kewenangan penuh dan fokus dari hulu ke hilir,” tambahnya.

BUMD ‘Waste to Energy’ sebagai Solusi Komprehensif

Kehadiran BUMD Persampahan, menurut Fraksi PAN, akan menjadi solusi strategis untuk mengelola sampah secara terintegrasi. Konsep yang diusulkan mencakup:

  1. Pengelolaan Hulu: Edukasi dan sistem pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga dan industri).
  2. Sistem Pengangkutan Terintegrasi: Modernisasi armada angkut dan optimalisasi rute untuk efisiensi.
  3. Pengolahan Hilir: Pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern, termasuk teknologi waste-to-energy yang mampu mengubah tumpukan sampah menjadi sumber energi terbarukan seperti listrik.

“Dengan BUMD, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih profesional, tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka potensi pendapatan baru bagi daerah melalui energi dan daur ulang,” jelas Nawal.

Desakan ini menjadi panggilan bagi Pemkot Bekasi untuk segera merumuskan kebijakan yang lebih progresif dalam menangani salah satu tantangan terbesar di kawasan urban tersebut.

Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Apa solusi inovatif yang menurut Anda dapat diterapkan untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bekasi? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan
Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter
FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar
Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!
Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah
Ironi Hardiknas 2026, Wakil Ketua Komisi 4 Masih Temui Siswa Kelas 3 SD di Bekasi Belum Bisa Calistung
Dana RW 2026: DPRD Larang Copy-Paste 2025, Wajib Fokus Bank Sampah!
Pasca Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Ketua DPRD Desak Percepatan Proyek DDT!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter

Senin, 4 Mei 2026 - 13:43 WIB

FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:10 WIB

Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x