BEKASI – Kota Bekasi tengah menghadapi dua tantangan sosial yang menjadi sorotan serius: tingginya angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan lonjakan drastis data terkait kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Menanggapi situasi ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyerukan perlunya perumusan solusi bersama secara komprehensif.
Kedua isu ini mengemuka dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (18/09/2025), di mana data yang mengkhawatirkan dipaparkan dan menjadi dasar seruan untuk tindakan segera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringkat Kedua Kasus HIV di Jawa Barat
Salah satu pemicu utama keprihatinan adalah status Kota Bekasi dalam peta persebaran HIV/AIDS. Data resmi menunjukkan gambaran yang perlu perhatian serius:
- Total Kasus Kumulatif: Terdapat sekitar 3.600 orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Bekasi.
- Peringkat di Jawa Barat: Angka ini menempatkan Kota Patriot sebagai wilayah dengan kasus tertinggi kedua di provinsi tersebut, setelah Kota Bandung.
- Kasus Baru 2025: Laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat adanya 321 kasus baru sepanjang Januari hingga Juli 2025, yang ditemukan dari 50.583 orang yang menjalani tes.
MUI Rilis Lonjakan Drastis Angka LGBT
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi merilis data yang menunjukkan peningkatan signifikan terkait komunitas LGBT di wilayahnya.
- Lonjakan Data: Pada periode 2024, MUI mencatat ada 5.632 kasus terkait LGBT, sebuah lonjakan masif dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 544 kasus.
- Data Pendukung Lain: Data lain dari Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita juga mencatat ada sekitar 5.776 Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) di Kota Bekasi.
Komite Litbang MUI Kota Bekasi, KH. Sohibul Wafa, menyatakan bahwa data ini menjadikan Kota Bekasi sebagai zona merah.
”Ternyata Kota Bekasi ini masuk ke dalam wilayah merah, rawan terhadap LGBT. Artinya, ini merupakan satu perhatian serius dari kami di Litbang MUI Kota. Karena kita tidak mau Bekasi ini kemudian menjadi sarang buat LGBT,” tegasnya saat dikonfirmasi jurnalis rakyatbekasi.com.
Ia menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari tim kajian internal MUI yang bekerja sama dengan beberapa yayasan serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto: “Harus Ditemukan Akar Masalahnya”
Menanggapi kompleksitas isu ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengajak semua pihak untuk duduk bersama mencari akar permasalahan sebelum menentukan solusi.
Menurutnya, tindakan yang diambil harus berdasarkan kajian mendalam agar tepat sasaran.
”Permasalahan ini sangat kompleks. Akar masalahnya mesti kita temukan dulu, sehingga metode dan cara yang kita lakukan menjadi fokus bersama untuk mewujudkan Kota Bekasi yang sehat,” ujar Tri Adhianto kepada jurnalis rakyatbekasi.com.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi melalui edukasi, sosialisasi, dan literasi yang berkelanjutan. Wali Kota juga mengaku terkejut dengan data LGBT yang beredar.
”Termasuk hari ini kita baca berita tentang LGBT di Kota Bekasi yang meningkat tajam sampai ada 5 ribu lebih. Saya kira ini menjadi PR (pekerjaan rumah) dan menjadi pengingat bagi kita untuk mawas diri,” tuturnya.
Keterkaitan Isu Sosial dengan Risiko Kesehatan
Dari perspektif MUI, ada korelasi antara isu sosial yang mereka sebut sebagai “penyakit masyarakat” dengan risiko kesehatan publik.
KH. Sohibul Wafa menggarisbawahi potensi kaitan antara perilaku seksual berisiko dengan penularan penyakit.
”Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penyakit masyarakat ini, rentan kaitannya dengan tentunya penyakit HIV,” imbuhnya.
Kini, Pemkot Bekasi bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat segera merumuskan langkah-langkah strategis untuk menekan laju penyebaran HIV sekaligus mencari solusi terbaik bagi permasalahan sosial yang ada di tengah masyarakat.
Ikuti terus perkembangan informasi mengenai isu sosial dan kebijakan publik di Kota Bekasi hanya di rakyatbekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































