Kualitas Air DAS Kali Bekasi Menurun, DLH Jabar dan Kota Bekasi Gelar Evaluasi Patroli Sungai

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Kualitas air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi dilaporkan mengalami penurunan signifikan akibat pencemaran limbah dan tumpukan sampah rumah tangga. Menanggapi kondisi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menggelar rapat evaluasi dan monitoring terpadu Tim Patroli Sungai DAS Kali Bekasi, Senin (3/11/2025).

​Rapat evaluasi strategis ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 DLH Kota Bekasi, yang berlokasi di Gedung Teknis Bersama (GTB) Kecamatan Rawalumbu.

​Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk tim Patroli Sungai Jawa Barat, Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) dan Penegakan Hukum DLH Kota Bekasi, serta Inspektorat Provinsi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tujuan Utama Patroli dan Edukasi Masyarakat

​Patroli sungai ini merupakan program berkelanjutan hasil kerja sama antara DLH Provinsi Jawa Barat dengan perangkat daerah kabupaten/kota serta komunitas peduli lingkungan.

​Tujuan utama dari patroli rutin di sungai-sungai strategis ini adalah untuk memetakan dan mengatasi masalah secara langsung. Tiga fokus utamanya meliputi:

  1. ​Memantau kualitas air sungai secara berkala.
  2. ​Mengidentifikasi sumber pencemar, baik dari limbah domestik, industri, maupun aktivitas pertanian.
  3. ​Melakukan edukasi langsung kepada masyarakat di sekitar bantaran sungai mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem air.

​Temuan Lapangan: Limbah dan Sampah Jadi Biang Kerok

​Dalam laporan evaluasi yang dipaparkan, tim patroli menemukan fakta yang mengkhawatirkan. Terjadi penurunan kualitas air di beberapa titik vital di sepanjang DAS Kali Bekasi.

​Penyebab utama dari penurunan kualitas ini teridentifikasi berasal dari tiga sumber:

  • ​Masih adanya pembuangan air limbah yang tidak terkelola.
  • ​Terjadinya sedimentasi atau pendangkalan.
  • ​Maraknya tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang langsung oleh oknum masyarakat ke badan sungai atau menumpuk di bibir sungai.

​Kolaborasi Lintas Sektor: DLH Kota Bekasi Turunkan ‘Pasukan Katak’

​Bidang Penaatan Lingkungan DLH Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa patroli sungai adalah bagian dari program jangka panjang untuk restorasi ekosistem air di Jawa Barat. Pihaknya menegaskan bahwa tugas ini tidak dapat diemban sendiri.

​“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kualitas sungai kita,” ujar perwakilan DLH Provinsi Jawa Barat.

​Menjawab kebutuhan kolaborasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyatakan dukungan penuh. Sebagai bentuk aksi nyata, DLH Kota Bekasi akan mengintegrasikan Tim Pasukan Katak yang dimilikinya untuk membantu operasional patroli sungai di DAS Kali Bekasi.

​Tidak hanya itu, DLH Kota Bekasi juga akan memberikan suporting teknis berupa alat angkutan apung (perahu) untuk memudahkan tim patroli dalam menjangkau titik-titik yang sulit diakses dan melakukan pembersihan.

​DLH Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi patroli, pengawasan berkala, serta mengintensifkan sosialisasi agar tercipta lingkungan sungai yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Apa langkah konkret yang seharusnya diambil pemerintah untuk menindak tegas pelaku pembuang limbah dan sampah di sungai? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x